
" Kata siapa kau akan sendirian? Ada Tuan CEO disini " Ucap Max tersenyum lebar ke arah Anne
" Berhentilah mempermainkanku, Jika kalian ingin pergi maka pergilah! Aku bisa sendiri. " Ucap Anne lalu berbalik dan menaiki tangga menuju kamarnya.
" Astaga bagaimana ini, dia bahkan tak mendengarkan segalanya dan langsung kembali ke kamarnya lagi " gumam Nielsen
" Pak jadi bagaimana dengan Anne " Tanya Anne dengan penuh harapan.
" Kita akan lihat nanti " Jawab Nielsen
" Oh iya kalian akan langsung berangkat ke Negara J hari minggu, agar hari senin kalian sudah bisa mengurus perusahaan yang disana " Ucap Nielsen dan berjalan keluar menuju mobilnya dan melaju pergi.
Max dan Sarah hanya memandangi kepergiannya tanpa suara.
" Sar, apa sebaiknya kita menikah, agar disana kita memulai hidup baru sebagai suami istri? " Tanya Max kepada Sarah
Sarah lagi² di buat terbenggong dengan tingkah Max ini, tanpa berkedip, rasanya Sarah ingin terbang menuju ke angkasa luas.
" Aku mau Max " Jawab Sarah lalu memeluk Max dengan wajah bahagia.
" Baiklah sebentar ajaklah Anne, kita akan makan malam Restaurant kesukaanmu, aku pergi dulu " Ucap Max lalu berjalan pergi.
Sarah yang berbahagia berlari menaiki tangga dan menuju kamar Anne.
Sarah memasuki kamar Anne dan memeluknya dengan sangat erat.
" An, an " sahut Sarah
" Ada apa sar, apa lo jantungan? lo terlihat bahagia tapi juga kek orang gugup gitu " Tanya Anne yang sedang duduk di depan meja riasnya.
" An, gue di ajak Nikah sama Max " Jawab Sarah dengan senyuman Lebar di wajahnya.
" Whatsssss? Benaran Sar ? Tanya Anne dengan mata terbalak seolah tak percaya
__ADS_1
" Iya An, baru aja dia bilang ke gue, katanya agar pindah ke negara J kami dapat memulai hidup baru sebagai suami istri " Jawab Sarah bersemangat
" Oh My God Sar, Gue bahagia banget! Selamat ! " Ucap Anne sembari memeluk etat tubuh Anne
HIKS
HIKS
HIKS
" An, lu kenapa? " Tanya Sarah panik karena Anne yang tiba² menangis.
" Gapapa Sar, gue saking bahagianya sampe ga bisa terbendung airmata gue " Jawab Anne sembari mengusap air matanya.
" Gue juga bakalan doain lo, supaya Si CEO itu segera melamarmu " Ucap Sarah lalu membelai pucuk kepala milik Anne
" Hhhmm Sar, lo itu jangan bikin gue semakin sedih tau " Balas Anne dengan menyenggol lengan Sarah.
" Udah yuk, lu siap² deh ntar Max bakalan balik untuk jemput kita makan malam bareng, karna mulai besok gue dan Max bakal ngurus surat² pindah kami " Sahut Sarah lalu berdiri dari ranjang Anne dan berjalan menuju kamarnya.
Setelah bersiap-siap Anne dan Sarah pun menuju ruang tamu, untuk menunggu kedatangan Max
Ting tong, Suara bel rumah pun berbunyi, Anne berlari meraih pintu dan membukanya.
" Silahkan Max, Eh pak " Ucap Anne kaget karena yang menjemput mereka adalah Nielsen
" Apa kalian sudah siap " Tanya Nielsen kepada Anne dan Sarah
" Seperti yg bapak lihat, btw dimana Max pak " Tanya Sarah Kepo
" Tadi dia mengurus beberapa prosedur terkait kepindahan tempat kerja kalian, jadi Max memintaku untuk menjemput kalian " Jawab Nielsen
" Wah hebat sekali calon suamimu sar, bisa menyuruh Boss seenaknya " bisik Anne di telinga sarah
__ADS_1
" Apa kalian akan mematung saja atau kita bisa pergi sekarang, sepertinya Max sudah menunggu " Sahut Nielsen
" Dasar, pria ini sebenarnya ada apa dengannya, kenapa sangat sibuk dengan urusan orang " Gumam Anne jengkel kepada Nielsen
" berhentilah membicarakanku, aku mendengarnya " Sahut Nielsen yang berjalan didepannya.
" Iya Vampir " balas Anne emosi dan berjalan menuju mobil dan membuka pintu kursi tengah untuk duduk
" Enak saja, kau pikir aku adalah supir kalian, duduk di depan denganku " bentak Nielsen kepada Anne
" Cihhhh dasar, kata siapa kau supir, kau bahkan tak pantas menjadi supirku " Gumam Anne yang duduk di samping Nielsen
" Sabar sabar, Sabar Nielsen " bathin Nielsen
" Baiklah kita jalan sekarang ya" Sahut Nielsen
" Baik pak " Jawab Sarah
" Dasar, jalan saja ga perlu di bilang juga kan " Gumam Anne
" Ya Tuhan, tabahkanlah hatiku, demi cintaku padanya! Kau terlihat sangat cantik malam ini, tetapi mengapa engkau samgat menjengkelkan " Bathin Nielsen
Karena merasa emosi, Nielsen bahkan tak memandangi wajah Anne, yang baginya terlihat begitu cantik.
Ketiganya hanya memandangi pemandangan di luar kaca.
Hingga mobil Nielsen pun berhenti di depan restaurant bintang 5
" Minta Votenya Kakak "
🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡
__ADS_1