
" Apa kau sakit Max, sunghuh mengagetkan " Gumam Nielsen
*******
Sementara di dalam kereta yg berlaju begitu kencang, Anne hanya terduduk dan memandangi pemandangan di luar kaca kereta.
" Hhhmm Jes, gue merindukan lo " Gumam Anne
" Maafin gue sar, sementara gue butuh waktu untuk refreshing dan istirahat dari semua drama ini " Gumam Anne
Tak lama kemudian kereta yang di tumpangi Anne pun berhenti di sebuah stasiun untuk mengisi bahan bakar, lumayan 30 menit.
Anne pun keluar dan berjalan menuju kedai kopi, untuk memesan segelas kopi.
" Permisi nona apakah ini milikmu " Sahut seorang pria dari belakang Anne
" Ah Tuan, terimakasih banyak, ini punyaku " Jawab Anne
" Nona Penumpang lanjutan atau? " Tanya Erik
" Penumpang lanjutan Tuan, Ah iya namaku Anne Tuan " Ucap Anne kepada Erik sembari menyalimi Erik
" Namaku Erik, aku baru saja kembali dari menjenguk Anakku di kota C, aku tinggal di kota ini " Balas Erik
" Benarkah tuan, aku pun dari kota C tuan, anakmu pasti berbahagia karena masih memiliki seorang ayah yg bersedia menemuinya " Ucap Anne sembari tersenyum
" Ya harusnya begitu, tapi anakku sangat sibuk, bertemu dengannya bahkan hanya waktu malam dan juga belum memberiku menantu dan cucu " Ucap Erik tersenyun
" Ahahhaha, baiklah Tuan tak lama lagi keretaku akan berangkat, aku harap kita dapat bertemu kembali tuan! Permisi " Ucap Anne lalu berjalan pergi meninggalkan Erik
" Aiya! seandainya anakku memiliki kekasih, aku akan merasa tenang! " Gumam Erik lalu berjalan
Anne yg berjalan kembali ke keretanya pun terduduk kembali di kursinya.
Tak lama kemudian, kereta kembali melaju ke kota tujuan berikutnya tempat Anne akan menggunakan pesawat untuk menemui Jesse.
Setelah meminum kopi bukannya terjaga, Anne malah tertidur. Hingga pukul 05.00 dini hari.
__ADS_1
Anne pun kaget bangun dan menyadari bahwa dirinya telah tiba di stasion, dengan segera Anne mengambil ranselnya dan berjalan keluar mencari bus tujuan airport di kota D.
" Ahhh gue suka hidup yg seperti ini " Guman Anne sembari menaiki bus
Tak sampai 15 menit, Anne telah tiba di aiport kota D, dengan segera Anne berlari menuju ruang check-in dan segera boarding.
30 menit kemudian, Anne telah tiba di Negara B tempat tinggal dan kerjanya Jesse.
Dengan segera Anne mengaktifkan ponselnya dan menghubungi Jesse, sembari menunggunya di ruang kedatangan.
" Jesse " Ucap Anne yg melihat Jesse sembari melambaikan tangannya.
" Astaga Ne, gue ga nyangka " Ucap Jesse sembari memelik sahabatnya itu
HIKS
HIKS
HIKS
" Duhhh papaan sih, baru juga ketemu bukannya bersemangat malah nangis, lu gimana sih " Gumam Jesse
" Hhmmm, Nona! Selamat Datang " Sapa Raphael
Anne pun terdiam dari tangisannya, setelah mendengar sahutan pria tersebut
" Eh iya terimakasih " Ucap Anne kaku
" Siapa dia Jes " Tanya Anne berbisik di telinga Jesse
" Ooohhh kenalin An, Ini Raphael Carey, pacar gue dan boss gue " Jawab Jesse
" Whaaaatt, lo bahkan ga pernah kasi tahu gue ihhh Jesse, ihhh curang deh! Balas Anne dengan suara ngambek
" Lo makanya, hidup baek² biar stop absen di rumah sakit " Ucap Jesse
" Ih kan gue sakit, apa hubungannya dengan lo sih " Tanya Anne
__ADS_1
" Ialah ada dong hubungannya, setiap kali gue telpon lu, Sarah yg ngangkat dan katanya apa, lo lagi sakit, lagi di opnamelah inilah itulah blabla " Jawab Jesse
" Ya udah maafin, Gue salah! Balas Anne dengan nada lemah
" Alahhhh lu mah gitu, ayuk ahhh apa lo mau nginap di bandara ya lo " Ucap Jesse
" ya kagak lah, Ayo Jes, gue lapar " Ucap Anne sembari memegang perutnya
Anne, yg ditemani oleh Jesse dan Raphael mulai melajukan mobilnya menuju sebuah rumah yg sangat besar dan mewah.
" Astaga dimana ini Jes, Istana Raja ya? " Tanya Anne
" Ini rumahnya Raphael " Jawab jesse
" Astaga Jesse, lo tinggal disini " tanya Anne terkejut
" Ya gak dong, kita tu kesini cuma untuk makan malam bareng doang, ntar setelah itu kita balik ke apartemen gue! Jawab Jesse
" Syukurlah, lo ga boleh macem² sebelum lo nikah, Oke ! Tegas Anne
" Iya mama " Jawab Jesse
Raphael yg sejak tadi melihat Jesse dan Anne hanya tertawa, lalu mengigat kejadian dimana Nielsen menampar Anne dengan tak memandang dirinya adalah seorang wanita.
" Nielsen tak punya hati, bisa²nya dia menampar gadis semanis ini, untung saja Jesse menerima cintaku meskipun dia mengetahui aku adalah sahabatmu, jika tidak akau kau rasakan akibatnya Nielsen " Bathin Raphael
" Masuklah, apa kalian tak lapar " Ucap Rapahael sembari menarik tangan Jesse keluar mobil
" Haishhh, lo bahkan udah ninggalin Max dan Sarah tapi lagi² lo harus menjadi obat nyamuk " Guman Anne sambil tersenyum, melihat perlakuan Raphael kepada Jesse
Minta Votenya Kak
🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡
__ADS_1