
Kicauan burung mulai terdengar dan mentari mulai bersinar, cahaya mentari yang menembus ruang tersebut pun menembus wajah milik Anne yang masih terlelap
Nielsen yang terbangun pun, hanya tersenyum lalu mengecup kening Anne dan terus memandangi wajahnya, hingga tak terasa ada sesuatu dibawah sana yang menjadi tegang
" Again? Shits! " Gerute Nielsen berusaha menahan hasratnya, namun pesona Anne membuatnya tergila-gila
Anne yang tersadar pun melihat wajah Nielsen, yang tepat dihadapannya
" Good Morning " Sapa Anne sembari mengecup dahi Nielsen
Rupanya Nielsen mengharapkan lebih kepada Anne
" Ann " Seru Nielsen perlahan
" MMMM " Sahut Anne yang hendak bangkit dan dari ranjang
Nielsen dengan cekatan menarik lengan Anne, hingga kini Nielsen tepat berada diatasnya
" Niels, apa paan ini? " Tanya Anne yang terkejut melihat tingkah Nielsen
" Aku merindukanmu istriku " Jawab Nielsen dengan nada manja
" What the hell, kita pun tidur bersama dan kau merindukanku? " Gumam Anne yang sedang berusaha untuk mendorong tubuh kekar milik Nielsen
Namun tetap saja, Nielsen yang lebih mendominasi dalam hal ini
Nielsen pun melakukan berbagai cara, agar membuat Anne teransang dan mengikuti keinginannya
Nielsen mulai menyeringaikan jarinya pada bagian perut milik Anne yang sangat sensitif baginya
__ADS_1
Anne hanya berdehem dan tak tahu harus melakukan apa, untuk menolaknya
" Sayangku " Bisik Nielsen
" Shit bagaimana bisa aku menolaknya " Bathin Anne menjadi galau memikirkannya
Nielsen pun mulai memaikan jarinya jauh dibawah sana, dibagian intim milik Anne membuat dirinya pun terhanyut kedalam permainan Nielsen
Dengan segala cara akhirnya Nielsen berhasil menghidupkan tombol ON yang berada di tubuh Anne, hingga tubuhnya tak mampu menolak segala kenikmatan yang ditawarkan Nielsen
Nielsen pun kembali menyatukan antara kejantanannya ke dalam liang kenikmatan milik Anne
Cucuran keringat membasahi keduanya, desahan demi desahan menghiasi pagi yang begitu membuat keduanya seperti dimabuk cinta dan semakin menggila
Keduanya pun saling melepaskan, lutut Nielsen seperti akan terlepas, hingga membuat keduanya terbaring lemah di atas ranjang
" Astaga, lama-lama aku bisa hamil, jika tiap hari hal ini yang dilakukan! " Gumam Anne
Setelah membersikah diri, Anne langsung bersiap-siap dan juga membantu Nielsen untuk bersiap untuk ke perusahaan
Setelah bersiap, keduanya pun turun menuju mobil dan melajukan mobil itu menuju perusahaan milik mereka
" Hoammm, astaga tubuhku! Rasanya ingin remuk semua " Gumam Anne yang terlihat sangat lelah
" Sayang! kita belum sarapan, mau singgah dulu untuk sarapan? " Tanya Nielsen yang mengetahui keadaan istrinya
" Tentu saja, kau kira aku boneka tindis-tindismu ya! " Balas Anne dengan nada kecut
" Astaga, ada apa denganmu! Kau terlihat lebih menggoda ketika sedang marah sayang! " Ucap Nielsen yang masih sempatnya menggoda Anne
__ADS_1
" Auhhh ahhh gelap! Aku lapar! " Gerutu Anne
Mobil Nielsen pun melaju dan berhenti tepat, disebuah kafe. Keduanya pun turun untuk menikmati sarapan dan melanjutkan perjalanan mereka kembali menuju perusahaan
" Selamat pagi Tuan dan Nyonya Middelman" Sapa karyawan Nielsen
" Iya, Selamat pagi semua! " Balas Anne dan Nielsen bersamaan
Keduanya pun menaiki lift menuju ruang kerja mereka masing-masing
Setelah menyelesaikan beberapa laporan yang berada diatas meja miliknya, Anne kembali termenung mengigat kelakuan suaminya dengan tersenyum menyeringai, tanpa menyadari jika beberapa staf miliknya sedang
memperhatikannya
Lamunannya pun buyar ketika ia mengigat selama keduanya bercinta, tak pernah sekalipun ia menggunakan alat kontrasepsi untuk melindunginya dari kehamilan
" Astaga, aku telah melupakan alat perangku, bagaimana jika nanti aku hamil! Ohhh ya ampun aku harus segera memeriksakan diriku ke dokter " Gumam Anne
Dengan segera Anne mulai googling untuk mencari tahu dokter kandungan terbaik di lingkungannya untuk melakukan temu janji
" Oshhh tapi jangan sampai Nielsen mengetahui hal ini,aku harus tetap menyembunyikannya! " Bathin Anne
Setelah mencari-cari akhirnya Anne menemukan seorang dokter yang ia rasa cocok baginya, lalu dengan segera Anne membuat temu janji
Saat sedang berpikir keras, salah seorang stafnya datang mendekat untuk memberitahu bahwa Nielsen sedang menunggunya di ruang kerjanya
Dengan segera Anne melangkah cepat menuju ruang kerja suaminya
Jangan lupa untuk : Like, Coment dan Vote
__ADS_1
Agar Author semakin bersemangat untuk menulis
Love You Guys ❤