
Tiga Tahun kemudian, kini Miracle Zack Middelman telah berusia 2 tahun menjelang 3 tahun di bulan depan
" Miracle, anak mama " Seru Anne
Mendengar seruan Anne, Zack terus mengeliat di tempat tidurnya
" Good Morning istriku " Kecup Nielsen yang baru saja masuk ke kamar Miracle
" Morning " Sapa Anne
" Hari ini aku tak ingin bekerja " Ucap Nielsen
" Kenapa? " Tanya Anne kebingungan
" Aku bosan di kantor, aku ingin menghabiskan hari ini bersama kalian, kita jalan-jalan? " Jawab Nielsen
" Benarkah? " Tanya Anne kembali
" Atau kita juga bisa membuat ade baru untuk Miracle " Bisik Nielsen dengan senyuman nakalnya
" Kau ini masih pagi, tapi otaknya sudah mesum " Ucap Anne dengan memukul pantat Nielsen
" Awww sakit tahu " Gerutu Nielsen dengan megelus-elus pantatnya
Anne hanya cengegesan melihat tingkah suaminya, yang sidah seperti anak kecil
" Kau bahkan terlihat seperti Miracle yang sedang kesakitan suamiku " Ucap Anne dengan terus tertawa
" Oh bagus ya, sekarang kau berani menertawai penderitaan suamimu " Lanjut Nielsen dengan keluar dari kamar Miracle menuju ruang kerjanya
__ADS_1
" Eh apa dia marah " Gumam Anne
" Mari kita lihat apa dia akan mengejarku " Guman Nielsen dengan senyuman nakalnya
Anne pun menidurkan Miracle kembali ke ranjangnya dan keluar untuk mengejar Nielsen
" Hmmm, apa kau ingin aku buatkan kopi? " Tanya Anne mencoba mengalihkan perhatian Nielsen
" Tidak perlu, aku bisa buat sendiri! " Jawab Nielsen
" Apa paan ini, masih pagi dan dia sudah bertingkah seperti, Ya Tuhan bagian ini memang sangat sulit " Bathin Anne
" Baiklah kalau begitu, kau lanjutkan saja pekerjaanmu dan aku akan mengurus putraku, oh ya satu lagi tak ada sarapan " Ucap Anne dan berbalik pergi
" Sial, bukannya memohon agar aku maafkan. Dia nalah mengancamku " Guman Nielsen
" Istriku memang sangat langkah, harus segera dimuseumkan ini " Ucap Nielsen sembari terkekeh
" Papa, aku lapar tolong antarkan makanan padaku, istriku sudah tak peduli lagi denganku " Ucap Nielsen dengan berpura-pura menghubungi Erik
Anne yang mendengar ucapannya pun berdiri dan berjalan keluar
" Oh jadi sekarang kau mainnya lapor orangtua ya " Seru Anne dari balik pintu
" Lihatlah pa, istriku sangat kejam padaku sekarang " Ucap Nielsen dengan semakin berdrama
" Dasar kau ini, masih pagi dan tingkahmu sangat konyol " Gumam Anne lalu berjalan kembali ke kamar Miracle
" Apa dia tuli sekarang " Gumam Nielsen
__ADS_1
" Bosan juga kalau begini, ke perusahaan sajalah " Gumam Nielsen
Nielsen pun pergi untuk membersihkan dirinya dan bersiap-siap menuju perusahaannya
Saat aka berjalan keluar rumah, terlihat Anne sedang berdiri dengan mengendong putra mereka di depan pintu
" Aku akan bekerja, selamat pagi " Ucap Nielsen
" Bukannya kau tak ingin bekerja hari ini? " Tanya Anne
Nielsen tak menghiraukan ucapan Anne sedikit pun
" Apa kau tak mendengar? " Teriak Anne
" Kau terlalu sibuk, kau bahkan lupa jika kau masih memiliki suami " Balas Nielsen dan langsung melajukan mobilnya
DEG
DEG
DEG
"Mengapa Nielsen menjawabku seperti itu " Gumam Anne dengan berjalan kembali ke kamar Miracle
" Apa aku telah salah kepadanya, ahh apa yang harus ku katakan padanya, kenapa terasa sulit seperti ini " Gumam Anne
Semenjak adanya Miracle, perhatian Anne kepada Nielsen memang menjadi berkurang.
Namun tak sedikit pun terlintas di benak Nielsen untuk mencari hiburan atau sekedar bersenang-senang dengan wanita lain, karena baginya Anne adalah segala yang ia miliki
__ADS_1
Hai Author come back, Jangan Lupa Untuk tinggalkan jejak dengan cara :
Like, Coment dan Vote 💜