Wanita Malam Itu,Milikku!

Wanita Malam Itu,Milikku!
Episode 093


__ADS_3

" Gada kok, gue ga cemburu, eh btw besok pesawatnya take-off jam berapa? " Tanya Anne


" Eh iya hampir aja gue lupa, besok itu jam 10 pagi An, lo musti datang lo An " Ucap sarah bermanja ria


" Udah pastilah aku datang, ehhh btw jangan kecapekkan ya terus jangan lupa berikan aku seorang keponakan ya oke " Balas Anne


" Hhhmmm ponakan lagi ponakan lagi, ehhh btw negara J itu dekat lo dengan Negara B, nanti weekend aku wekeendnya bareng Jesse ding " Ujar Sarah mengejek Anne


" kau mengejekku saja teros! Udah deh gue pulang dulu, samoai jumoa besok Sar kyuuuu " Gumam Anne sembari berjalan keluar dan memasuki mobilnya dan melaju pergi


" Hhhmmm wanita ini, bahkan dia sudah berumur 26 tahun tetapi saja masih seperti itu, menggemaskan " Gumam Sarah lalu berjalan masuk kembali ke apartemennya.


*********


Keesokan harinya, Anne pun bersiap- siap dan menuju dapurnya untuk memasakkan sarapan baginya.


" Hhhhhmmm aromanya sangat lezat, aku akan bawa lain untuk bekal Sarah, Pass mantap " Gumam Anne


Ting tong, suara bel rumah Anne pun mengagetkannya yang sedang sibuk di dapur.


" eh siapa " Gumam Anne sambil membuka pintu rumahnya.


Saat melihat Nielsen yang berdiri di balik pintunya pun dengan segera Anne menutup pintunya kembali namun Nielsen berhasil menahan pintunya dan membukanya.


" Mengapa kau ingin menutup pintunya, apa kau tidak menyukai kedatanganku " Sahut Nielsen


" Sudahlah, cepat katakan apa tujuanmu kesini, aku memiliki kegiatan lain boss " Jawab Anne kecut


" Dia bahkan mengalihkan pertanyaanku dengan ucapan konyolnya itu " Gumam Nielsen lalu berjalan meninggalkan Anne menuju sofa


" Apa yang kau inginkan boss, ini hari libur pulang sana, aku tak ingin bekerja di hari libur " Ucap Anne


" Siapa yang ingin menyuruhmu berkerja, aku menjemputmu untuk ke bandara kok " Balas Nielsen


" Astaga benar, ya Tuhan jam berapa ini " Sahut Anne sambil menepuk dahinya


" Yuk kita jalan assisten " Ajak Nielsen sambil berjalan keluar


" Aishhhhh lagi² dia menjebakku dengan kata assiten itu, aku tak berdaya itu adalah pekerjaanku " Gumam Anne lalu mengambil bekal milik Sarah dan mengejar Nielsen.


Nielsen yang telah menyalakan mesin mobil, merasa Anne begitu lama.


" Apa yang kau lakukan? Apa itu yang kau bawa? " tanya Nielsen kepo pake banget

__ADS_1


" Aku hanya mengambil bekal milik Sarah ini kok " jawab Anne cuek


" Ohhhh segitu pentingnya kah Sarah bagimu " Sahut Nielsen


" Tentu saja, jika engkau menghargai kehadiran seseorang dalam hidupmu, maka pasti dia akan penting bagimu " Jawab Anne dengan nada lembut


" Benarkah, mengapa seperti itu " Tanya Nielsen memancing Anne


" Ya tentu, aku sangat menghargai sebuah ikatan sekalipun mereka hanyalah sahabatku, tetapi merekalah tempatku berkeluh kesah dan hanyalah mereka keluargaku di dunia " Jawab Anne


" Aku pun akan menjadi satu²nya suamimu " Gumam Nielsen


" Apa katamu barusan " tanya Anne


" Maksudku adalah, bahkan Sarah sudah bersuami " Jawab Nielsen


" Aku tidak peduli, intinya Sarah adalah sahabatku " jawab Anne


Setelah sekian lama menyetir, Anne dan Nielsen pun tiba di Bandara X


" Anne, disini " Panggil Sarah


" Eh itu mereka, ayo kita kesana " Sahut Nielsen kepada Anne.


Nielsen dan Anne pun berjalan mendekati Sarah dan Max


" Seperti yang kau lihat, semuanya baik² saja " Jawab Nielsen


" Sar, ini bekal untukmu ya tolong di makan " Ucap Anne sembari menyerahkan kotak makanan kepada Sarah


" Ahhh Anne kau adalah sahabat terbaikku, terimakasih banyak, Aku pasti akan sangat merindukanmu " Ucap Sarah sembari memeluk Anne


" Kau juga jaga dirimu ya, jaga suamimu juga dan jangan lupa berikan aku seorang ponakan yang imut ya " Bisik Anne


" Hhhmmm sudahlah kami harus masuk " Gumam Sarah melepaskan pelukannya.


" Pak Max, aku titip sahabatku ya, tolong jaga dia dan jangan pernah membentaknya jika dia berbuat salah " Ucap Anne sembari memeluk Max


" Kau juga Anne, jagalah dirimu! Aku titip tuanku jagakanlah dia bagiku " Ucap Max sembari melepaskan pelukannya.


" Apa katamu Max, kau gila ya " Gumam Nielsen


" Baiklah pesawat kami akan segera berangkat, Kami pergi dulu " Ucap Max lalu menggandeng tangan Sarah dan berjalan masuk kembali ke dalam ruang tunggu.

__ADS_1


Anne dan Nielsen hanya memandangi keduanya dari kejauhan.


Saat akan berjalan kembali, Anne dihentikan oleh sebuah suara yang memanggil namanya, Anne pun berbalik dan melihat ke arah suara tersebut.


" Anne " Sahut Alex Kamphuis


" Ehhh Tuan " Sapa Anne


" Kamu ngapain disini " Tanya Alex


" Oh aku baru saja mengantar sahabatku berangkat " Jawab Anne


" Bersama Tuan Nielsen ya bossmu itu " Tanya Alex


" Ah Iya, sahabatku adalah istri dari Aspri sebelumnya sekaligus sahabat Bossku saat ini " Jawab Anne


" Hhhmmm Assistenku apa kita boleh pergi sekarang, aku masih memiliki pekerjaan lain " sahut Nielsen yang emosi melihat kedekatan keduanya.


" Anne, apa aku bisa meminta nomormu? " Tanya Alex


" Hhmm baiklah " Jawab Anne sambil melirik ke arah Nielsen


Setelah memberi nomornya, Anne pun berjalan lalu memasuki mobil Nielsen.


" Aku harus bersiap menerima ocehannya sebentar " Gumam Anne


" Oh kau mengikutiku, ku pikir kau akan mengikutinya " Tanya Nielsen yang memasuki mobilnya.


" Kenapa memangnya, apa hubungannya denganmu boss, mengapa kau terlihat tak senang " Tanya Anne


" Bagaimana aku tak senang, Assistenku sangat tidak setia pada bossnya " Jawab Nielsen


" Benarkah, bukannya boss sendiri yang mengatakannya untuk menjerat klien kita boss " Balas Anne


DEG, " Benar juga ya bukannya aku yang mengatakannya tempo itu tapi itu kan bukan maksudku, Sial....." Bathin Nielsen


" Ahhhh sudah lupakanlah " Ucap Nielsen lalu melajukan mobilnya


 


" Minta Votenya Kaka "


 

__ADS_1


- Kaka-kaka, Jangan lupa ikuti protokol pemerintah ya #dirumahaja


Supaya kita semua sehat dan Bisa menikmati Novel-novel seru dan romantis di MT dan NT 🧡


__ADS_2