
" Gada kok, gue ga cemburu, eh btw besok pesawatnya take-off jam berapa? " Tanya Anne
" Eh iya hampir aja gue lupa, besok itu jam 10 pagi An, lo musti datang lo An " Ucap sarah bermanja ria
" Udah pastilah aku datang, ehhh btw jangan kecapekkan ya terus jangan lupa berikan aku seorang keponakan ya oke " Balas Anne
" Hhhmmm ponakan lagi ponakan lagi, ehhh btw negara J itu dekat lo dengan Negara B, nanti weekend aku wekeendnya bareng Jesse ding " Ujar Sarah mengejek Anne
" kau mengejekku saja teros! Udah deh gue pulang dulu, samoai jumoa besok Sar kyuuuu " Gumam Anne sembari berjalan keluar dan memasuki mobilnya dan melaju pergi
" Hhhmmm wanita ini, bahkan dia sudah berumur 26 tahun tetapi saja masih seperti itu, menggemaskan " Gumam Sarah lalu berjalan masuk kembali ke apartemennya.
*********
Keesokan harinya, Anne pun bersiap- siap dan menuju dapurnya untuk memasakkan sarapan baginya.
" Hhhhhmmm aromanya sangat lezat, aku akan bawa lain untuk bekal Sarah, Pass mantap " Gumam Anne
Ting tong, suara bel rumah Anne pun mengagetkannya yang sedang sibuk di dapur.
" eh siapa " Gumam Anne sambil membuka pintu rumahnya.
Saat melihat Nielsen yang berdiri di balik pintunya pun dengan segera Anne menutup pintunya kembali namun Nielsen berhasil menahan pintunya dan membukanya.
" Mengapa kau ingin menutup pintunya, apa kau tidak menyukai kedatanganku " Sahut Nielsen
" Sudahlah, cepat katakan apa tujuanmu kesini, aku memiliki kegiatan lain boss " Jawab Anne kecut
" Dia bahkan mengalihkan pertanyaanku dengan ucapan konyolnya itu " Gumam Nielsen lalu berjalan meninggalkan Anne menuju sofa
" Apa yang kau inginkan boss, ini hari libur pulang sana, aku tak ingin bekerja di hari libur " Ucap Anne
" Siapa yang ingin menyuruhmu berkerja, aku menjemputmu untuk ke bandara kok " Balas Nielsen
" Astaga benar, ya Tuhan jam berapa ini " Sahut Anne sambil menepuk dahinya
" Yuk kita jalan assisten " Ajak Nielsen sambil berjalan keluar
" Aishhhhh lagi² dia menjebakku dengan kata assiten itu, aku tak berdaya itu adalah pekerjaanku " Gumam Anne lalu mengambil bekal milik Sarah dan mengejar Nielsen.
Nielsen yang telah menyalakan mesin mobil, merasa Anne begitu lama.
" Apa yang kau lakukan? Apa itu yang kau bawa? " tanya Nielsen kepo pake banget
__ADS_1
" Aku hanya mengambil bekal milik Sarah ini kok " jawab Anne cuek
" Ohhhh segitu pentingnya kah Sarah bagimu " Sahut Nielsen
" Tentu saja, jika engkau menghargai kehadiran seseorang dalam hidupmu, maka pasti dia akan penting bagimu " Jawab Anne dengan nada lembut
" Benarkah, mengapa seperti itu " Tanya Nielsen memancing Anne
" Ya tentu, aku sangat menghargai sebuah ikatan sekalipun mereka hanyalah sahabatku, tetapi merekalah tempatku berkeluh kesah dan hanyalah mereka keluargaku di dunia " Jawab Anne
" Aku pun akan menjadi satu²nya suamimu " Gumam Nielsen
" Apa katamu barusan " tanya Anne
" Maksudku adalah, bahkan Sarah sudah bersuami " Jawab Nielsen
" Aku tidak peduli, intinya Sarah adalah sahabatku " jawab Anne
Setelah sekian lama menyetir, Anne dan Nielsen pun tiba di Bandara X
" Anne, disini " Panggil Sarah
" Eh itu mereka, ayo kita kesana " Sahut Nielsen kepada Anne.
Nielsen dan Anne pun berjalan mendekati Sarah dan Max
" Seperti yang kau lihat, semuanya baik² saja " Jawab Nielsen
" Sar, ini bekal untukmu ya tolong di makan " Ucap Anne sembari menyerahkan kotak makanan kepada Sarah
" Ahhh Anne kau adalah sahabat terbaikku, terimakasih banyak, Aku pasti akan sangat merindukanmu " Ucap Sarah sembari memeluk Anne
" Kau juga jaga dirimu ya, jaga suamimu juga dan jangan lupa berikan aku seorang ponakan yang imut ya " Bisik Anne
" Hhhmmm sudahlah kami harus masuk " Gumam Sarah melepaskan pelukannya.
" Pak Max, aku titip sahabatku ya, tolong jaga dia dan jangan pernah membentaknya jika dia berbuat salah " Ucap Anne sembari memeluk Max
" Kau juga Anne, jagalah dirimu! Aku titip tuanku jagakanlah dia bagiku " Ucap Max sembari melepaskan pelukannya.
" Apa katamu Max, kau gila ya " Gumam Nielsen
" Baiklah pesawat kami akan segera berangkat, Kami pergi dulu " Ucap Max lalu menggandeng tangan Sarah dan berjalan masuk kembali ke dalam ruang tunggu.
__ADS_1
Anne dan Nielsen hanya memandangi keduanya dari kejauhan.
Saat akan berjalan kembali, Anne dihentikan oleh sebuah suara yang memanggil namanya, Anne pun berbalik dan melihat ke arah suara tersebut.
" Anne " Sahut Alex Kamphuis
" Ehhh Tuan " Sapa Anne
" Kamu ngapain disini " Tanya Alex
" Oh aku baru saja mengantar sahabatku berangkat " Jawab Anne
" Bersama Tuan Nielsen ya bossmu itu " Tanya Alex
" Ah Iya, sahabatku adalah istri dari Aspri sebelumnya sekaligus sahabat Bossku saat ini " Jawab Anne
" Hhhmmm Assistenku apa kita boleh pergi sekarang, aku masih memiliki pekerjaan lain " sahut Nielsen yang emosi melihat kedekatan keduanya.
" Anne, apa aku bisa meminta nomormu? " Tanya Alex
" Hhmm baiklah " Jawab Anne sambil melirik ke arah Nielsen
Setelah memberi nomornya, Anne pun berjalan lalu memasuki mobil Nielsen.
" Aku harus bersiap menerima ocehannya sebentar " Gumam Anne
" Oh kau mengikutiku, ku pikir kau akan mengikutinya " Tanya Nielsen yang memasuki mobilnya.
" Kenapa memangnya, apa hubungannya denganmu boss, mengapa kau terlihat tak senang " Tanya Anne
" Bagaimana aku tak senang, Assistenku sangat tidak setia pada bossnya " Jawab Nielsen
" Benarkah, bukannya boss sendiri yang mengatakannya untuk menjerat klien kita boss " Balas Anne
DEG, " Benar juga ya bukannya aku yang mengatakannya tempo itu tapi itu kan bukan maksudku, Sial....." Bathin Nielsen
" Ahhhh sudah lupakanlah " Ucap Nielsen lalu melajukan mobilnya
" Minta Votenya Kaka "
__ADS_1
- Kaka-kaka, Jangan lupa ikuti protokol pemerintah ya #dirumahaja
Supaya kita semua sehat dan Bisa menikmati Novel-novel seru dan romantis di MT dan NT 🧡