Wanita Malam Itu,Milikku!

Wanita Malam Itu,Milikku!
Episode 113


__ADS_3

Di dalam ruangan, dokter serta perawat yang menangani Anne, sudah tak tahu harus melakukan apa lagi, rasanya mereka telah lepas tangan.


Lampu tanda gawat darurat masih dinyalakan, tetapi dokter yang menangani Anne pun berjalan keluar ruangan dengan kepala tertunduk dengan melepaskan masker yang digunakannya.


Semua orang yang berada disana hanya terdiam, tak tahu harus berkata apa lagi, karena mereka tahu bahwa dokter itu memberikan tanda bahwa medis sudah melepas tangan.


Nielsen tak percaya dengan apa yang dilihatnya barusan,lalu ia berlari mendekati dokter dan menarik kasar kerah kemeja dokter itu


“ Apa kau akan menyerah begitu saja atasnya, apa kau akan mengatakan bahwa kami sudah berusaha melakukan yang terbaik? Cih “ Teriak Nielsen lalu berlari masuk ke dalam ruangan Anne


Saat masuk, Nielsen melihat tubuh Anne yang sudah ditutupi dengan kain putih serta Erik, Raphae, Max juga Jesse dan Sarah yang sedang menangisi Anne


“ Tidak, tidak kau tidak tidak bisa melakukan ini padaku An, kita baru saja akan mengikat cinta kita, kebahagian kita sedang menanti kita bangunlah An “ Ucap Nielsen


Papa dan sahabat mereka hanya melihat dan tak berani berucap


“ An, Anne dengar aku! Aku pernah mengatakan bahwa hanya aku yang berhak membentak dan mencintaimu tetapi hari ini aku akan katakan lagi bahwa kau boleh pergi jika aku mengijikanmu dan aku tidak memberimu ijin, jadi tolong kembalilah “ Teriak Nielsen


Nielsen semakin histeris dan menggoyang-goyangkan tubuh Anne, sehinnga kain putih yang menutupi wajah terjatuh dan terlihat wajah cantik Anne yang telah membiru.


“ Cih wajahmu itu, kau tahu Anne aku telah bertemu dengan banyak wanita. Wanita cantik, sexy dan hebat tetapi hanya kaulah wanita yang membuatku ingin menikah, hanya kaulah wanita yang membuatku merasakan betapa hebatnya debaran jantungku ketika kau berada di dekatku, hingga saat ini pun jantungku masih berdebar An “ Ucap Nielsen


Sekujur tubuh  Nielsen terasa sangat lemas, karena baru saja pulih dan sudah diperhadapkan dengan kejadian seperti ini.


Max dan Raphael berusaha menopang tubuh sahabat mereka itu, Erik hanya terdiam sambil sesekali mengusap air matanya.

__ADS_1


“ Papa “ panggil Nielsen lalu memeluk tubuh Erik


Kedua orangtua dan anak itu pun memecahkan keheningan diantara mereka dengan suara tangisan mereka.


“ Anne, lihatlah calon suami dan mertuamu, mereka sedang menangisimu. Apa kau setega itu kepada kami “ Bisik Jesse di telinga Anne


“ Papa, lihatlah wanita yang kau banggakan itu, dia bahkan tak menyanyangi kita. Aku bahkan sudah melamarnya, Wajahnya tersenyum manis saat menjawabku dan memelukku dengan sangat erat tapi dia juga yang melepaskan


pelukannya dariku “ Ucap Nielsen kepada Erik dengan sesegukan


Tanpa disadari air mata Anne mengalir, tetapi tak ada yang mengetahuinya.


Ternyata jauh di am bawah sadar Anne sedang berbahagia karena telah bertemu dengan orangtuanya.


#Flashback On


“ Anne “ Ucap Jhon dan Sarah bersamaan


“ Iya ini Anne “ Balas Anne


Mereka pun berpelukan, Anne pun akhirnya merasakan hangatnya pelukan kedua orangtuanya yang selama ini ia rindukan.


“ Aku sangat menderita selama ini, mengapa kalian begitu tega kepadaku, apa kalian sudah tak sayang padaku? “ Tanya Anne yang menangis dalam pelukan kedua orangtuanya.


“ Papa dan mama sangat menyayangimu nak, tetapi itulah takdir kehidupan, kami pun merasa sedih meninggalkanmu, tetapi kami tak pernah meninggalkan sisimu “ Ucap Sarah

__ADS_1


Anne yang bahagia karena merasakan kedamaian dalam pelukan orantuanya,  merasa risih dengan suara tangisan Nielsen yang terus menangis dan memanggil namanya.


“ Siapa itu putriku, sejak tadi dialah yang menangis begitu kencang “ Tanya Sarah


“ Iya siapa dia nak “ Tanya Jhon


“ Hhhmm pa, ma dia adalah calon suami Anne “ Jawab Anne


“ Benarkah? Lalu pria tua itu ? Tanya Jhon


“ Dia adalah Erik, mertua Anne “ Jawab Anne


“ Maksudmu Erik Middelman “ Tanya Jhon


“Iya pa, papa kenal ? “ Tanya Anne terkejut


“ Tentu, dia adalah sahabat papa sejak dulu hingga papa tiada “ Jawab Jhon


“ Benarkah, dia adalah papa mertuaku “ Balas Anne


“ Kembalilah Nak, mereka adalah orang baik, kami pikir ini belum waktunya bagimu untuk meninggalkan mereka semua, kebahagiaanmu pun belum kau cicipi “ Ucap Sarah


“ Tapi ma, aku sungguh bahagia bisa bersama kalian setelah sekian lama “ Seru Anne


“ Lihatlah mereka, apa kau pikir mereka bahagia tanpamu ? “ Tanya Sarah

__ADS_1


                        


   " Minta Votenya Kaka "


__ADS_2