Wanita Malam Itu,Milikku!

Wanita Malam Itu,Milikku!
Episode 120


__ADS_3

“ Iya Niels, tapi kan ujung-ujungnya kamu dengan Anne juga kan, berarti kan kalian berjodoh “ Jawab Erik


“ Iya juga sih pa “ Balas Nielsen


Suasana pun kembali hening, setiap orang melanjutkan aktifitas makan malam mereka.


Setelah makan malam, Anne pun membawa makanan penutupnya yaitu cheese cake.


Mereka sangat menikmati makan malam tersebut, Jesse dan Anne pun telah merapikan meja makan yang digunakan tadi.


“ An, ternyata dibalik berbagai macam cobaan yang menimpamu, begitu banyak kejutan yang tak terduga ya. Aku turut bahagia untukmu “ Ucap Jesse sambil memeluk Anne


Tanpa disadari Jesse menitihkan air mata.


“ Jesse kamu kenapa? “ Tanya Anne panik


“ Kamu mikir ga sih, betapa menderitanya kita dulu, terutama kamu Ann beban penderitaan kamu itu diluar batas kekuatan manusia, tapi kamu sangat kuat “ Jawab Jesse dengan bulir air matanya yang semakin deras


“ Jes, aku ingat segalanya. Namun asal kamu tahu jes, disaat aku jatuh kau selalu ada disana untuk mengangkatku, ketika aku susah kau selalu menolongku. Aku tidak butuh uangmu tetapi kamulah yang aku butuhkan Jes, sahabat sekaligus saudaraku, saksi hidupku semenjak kedua orangtuaku meninggalkanku “ Balas


Anne


“ Anne jangan pernah putuskan tali persaudaraan kita ini “ Ucap Jesse sambil memeluk Anne dengan sangat erat


Keduanya berpelukan seperti tak ingin dipisahkan.


Sementara Nielsen yang semakin gelisah karena Anne dan Jesse tak kunjung kembali dari dapur, Nielsen pun memutusan untuk pergi menemui mereka.


Saat tiba disana, Nielsen kebinggungan karena melihat keduanya sedang menangis sambil berpelukan.


“ Hmmmm “ Sahut Nielsen


Saat mendengar sahutan Nielsen, Anne dan Jesse pun melepaskan pelukan mereka.

__ADS_1


“ Kalian, ada apa dengan kalian, Anne mengapa matamu sangat sembab? “ Tanya Nielsen panik


“ Niels, aku hanya merasa bahagia tetapi juga sedih mengigat masa lalu kami yang begitu kelam “ Jawab Jesse


“ Astaga, apakah kalian berdua sedang flashback tentang kejadian dulu “ Tanya Nielsen dengan nada ragu-ragu


“ Iya Niels, Jesse mengigat hari dimana aku dikembalikan ke rumahku dengan hanya mengenakan seprei dan darah disekujur tubuhku “ Lanjut Anne


“ Astaga, bodoh kau Nielsen aoa yang akan kau katakan sekarang? Mati kutu kau Nielsen! “ Bathin Nielsen terporak-poranda


“ Tolong jaga dan bahagiakan saudaraku, jika kau berani saja menyakitinya maka, kau akan tahu akibatnya “ Ucap Jesse dengan mengancam


Nielsen tak berani membalas ucapan Jesse, karena Jesse adalah orang  yang sangat dekat Anne.


“ Aku berjanji padamu “ Ucap Nielsen


“ Baiklah ayo kita ke depan, semua orang pasti menunggu kita “ Ajak Anne


“ Nielsen “ Panggil Erik


“ Ya papa “ Sahut Nielsen


“ Berhubung kita semua sudah berkumpul maka, papa ingin kalian berdua memutuskan kapan kalian akan menikah? “ Tanya Erik


Mendengar ucapan Erik, Anne hanya menelan salivanya sedangkan Nielsen dari wajahnya terpancar kebahagiaan.


“ Papa, kalau aku ikutin maunya Anne saja pa “ Jawab Nielsen


“ Kalau kamu An ? “ Tanya Erik


“ Papa, apapun itu keputusannya Anne serahkan kepada papa saja “ Jawab Anne


“ Jawaban cerdas Anneku “ Bisik Jesse kepada Anne

__ADS_1


“ Baiklah, berhubung ada nak Max, Raphael dan istri mereka yang juga adalah sahabat dekat Anne, maka “ Ucapn Erik pun terputus


Deg.. Deg..Deg..SHERR


Jantung Anne berdetak sangat kencang


“ Maka papa putuskan weekend minggu depan, kita akan mengadakan pernikahan Nielsen dan Anne “ Ucap Erik


Semuanya tersenyum, namun wajah Anne terlihat sangat gugup.


“ Ada apa denganmu nak ? “ Tanya Erik kepada Anne


“ Tidak ada papa, hanya saja Anne gugup “ Jawab Anne


Anne merasa gugup , sementara Nielsen tersenyum bahagia.


“ Apa kau juga gugup Niels ? “ Tanya Erik


“ Buat apa pa? Itulah yang aku inginkan selama ini. Agar takkan ada seorang pun yang bisa memisahkan aku dan Anne “ Jawab Nielsen


Mendengar jawaban membuat Anne tersenyum bahagia.


“ Terimakasih pa “ Ucap Anne


“ Anne selamat ya “ Ucap Jesse dan Sarah sambil memeluk Anne


Sama halnya pada Nielsen, Raphael dan Max pun memeluk sahabat mereka itu.


“ Papa, mama! Jika saja sekarang ini kalian bersamaku, kalian juga pasti bahagia seperti yang kurasakan “ Bathin Anne


 


" Jangan Lupa Votenya Kaak "

__ADS_1


__ADS_2