
" Mengapa kau jadi seperti ini, biasanya tanpa meminta pun kau akan mencariku" Ucap Zee dengan nada keras
" Zee, ku bilang tutup mulutmu" Teriak Nielsen
Prank prank, suara lemparan botol bir Nielsen ke atas lantai, lagi² seluruh Club menyaksikan pertunjukan dengan aktor yg sama, namun kali ini aktrisnya berbeda dengan sebelumnya.
" Apa yg kau lakukan sayang" Tanya Zee sembari berjalan mendekatinya.
" Pergi sana" Bentak Nielsen lalu mendorong tubuh Zee jatuh ke lantai
Namun lagi² bukannya pergi, malah Zee bangkit dan berjalan kembali ke arah Nielsen, Anne yg melihat kelakuan Zee hanya terheran-heran
" Apa hebatnya pria ini, apakah dia memiliki Berlian di ujung ***** sehingga wanita ini tak mau meninggalkan, dasar dia pun jadi wanita gak tahu malu" Gumam Anne
" Keamanan-kemananan" Panggil Nielsen
" Permisi tuan" Jawab petugas keamanan
" Apa kalian buta, usir wanita ini" Ucap Nielsen
" Baik Tuan" Jawab petugas Keamanan, mereka pun menarik tibuh Zee yg berkali-kali menolak untuk di keluarkan.
Zee pun melepaskan genggaman petugas kemanan dan berlari ke arah Nielsen.
PLAK, sebuah tamparan mendarat di pipi Zee oleh telapak tangan besar milik Nielsen
__ADS_1
" Sudah ku katakan, menjauh dariku" Ucap Nielsen lalu kembali duduk di meja bar
Anne yg melihat perlakuan kasar Nielsen pada wanita itu pun segera berlari mendekati Zee, lalu memapah tubuhnya untuk duduk di sebuah sofa.
" Apa yg kau lakukan padaku, lepaskan tanganmu dari tubuhku, dasar kau wanita malam" Ucap Zee kepada Anne
" Ciihh aku hanya ingin membantumu, bukan memintamu memujiku" Balas Anne
Nielsen yg mendengar ucapan Zee kepada Anne hanya tersenyum sinis
" Kau menyebutnya wanita malam, sedangkan kau! Kau sendiri Pelac*** " Gumam Nielsen
Anne yg telah membantu Zee pun, berjalan kembali sambil memegang nampannya menuju meja bar untuk beristirahat sejenak disana.
" Mengapa kau membantunya? Apa kau sebaik itu" Ucap Nielsen
" Nalar manusia, Apa itu" Tanya Nielsen
" Kau tahu, sifat di luar nalar manusia yg ku maksud adalah Kau! Kau seorang Tuan CEO yg terhormat di dalam perusahaan namun kau hanya terlihat seperti seoramg gelandangan jika di luar perusahaanmu " Ucap Anne tegas
Seketika seisi club tersebut terbalak mendengar ucapan pedas Anne itu kepada Nielsen.
" Apakah gadis ini sudah tak sayang pada hidupnya" Gumam Manager club
Nielsen yg mendengar ucapan Anne pun hanya terdiam, tanpa membalas sepata-kata pun.
__ADS_1
" Mengapa kau terdiam, Tuan! Apakah semua perkataanku itu benar?" Tanya Anne
" Kau bicaralah sepuasmu " Sahut Nielsen sambil berdiri dari kursinya dan berjalan keluar
" Ada apa dengannya, mengapa langsung pergi, bukannya biasa dia membalasku, bodoh amat aman sudah hidupku ini! " Bathin Anne
Seisi club yang menyaksikan, Nielsen keluar tanpa membalas perkataan Anne hanya terdiam.
" Apa yg kau lakukan padanya, hingga dia tak membalas perkataanmu Ne " Tanya Manager Club
" Mana ku tahu pak, aku pun binggung dengan sifatnya malam ini " Jawab Anne
Anne pun melanjutkan pekerjaannya seperti biasa, sedangkan Nielsen hanya duduk di dalam mobilnya dan memukul stir mobilnya, untuk melepaskan kekesalan hatinya.
" Sialan, ada apa denganku, mengapa rasanya bibirku sangat berat untuk membalas perkataan wanita itu, Arghhhhhh " Teriak Nielsen
" Apa iya, aku mulai jatuh hati padanya, Tidak mungkin! Perjumpaan pertama kami pun sangat buruk, bagaimana mungkin dia bisa menyukaiku" Ucap Nielsen lalu kemudian melajukan mobilnya dari parkiran Club menuju rumahnya.
* **Guys, Jangan Lupa untuk Like & Votenya
Coment, yang membangun monggo!
Untuk perbaikan isi Novel dan juga memuaskan hati readers 🥰
Jangan Lupa Like dan Vote yang buanyakkkk.....
__ADS_1
'K HOU VAN JULLIE 🧡***