
Erik pun tak kuasa menahan tangisnya, mengigat Anne adalah satu-satunya wanita yang bisa merubah sifat kaku dan dingin Nielsen
Tetapi Anne juga sangat terampil dalam menjalankan tanggung jawabnya sebagai seorang istri dan juga menantu yang baik
" Apakah kita bisa ikhlas melepaskan berlian tak ternilai ini " Ucap Erik
Nielsen semakin mengeratkan pelukannya kepada Erik
Tak lama lampu tanda gawat darurat dipadamkan dan dokter yang menangani Anne oun keluar dari ruang operasi
" Tuan " Seru Dokter
" Jangan katakan apapun, kami tak kuasa untuk mendengarkannya dok " Ucap Erik menepis kata-kata dokter
" Baiklah, tuan-tuan mari ikuti saya ke ruang kerja saya " Ajak dokter kepada Erik dan Nielsen
" Jadi begini tuan " Dokter pun mulai menjelaskan setiap detailnya kepada Nielsen dan Erik
#Flashback ON
Saat detakan Anne mulai melemah dan tak terdengar lagi, begitu pula dengan operasi yang dilakukan oleh dokter pun telah selesai
Saat dokter menarik keluar bayinya dari perut Anne, tangisan bayi itu memecahkan keheningan dan jiga kegundahan perawat dan juga dokter yang bertugas menangani Anne
Tiba-tiba suatu mujizat terjadi, suara tangisan itu mengembalikkan detak jantung Anne yang menurut ilmu medis nyonya Anne, telah dinyatakan meninggal dunia
#Flashback OFF
__ADS_1
" Hah " Seru Nielsen bernafas lega
" Mari tuan saya antar untuk menemui ibu dan bayinya " Ucap dokter mempersilahkan Erik dan Nielsen berjalan
Saat Dokter membuka pintu ruangan, terlihat Anne sedang menggendong dan memberikan asi kepada putranya
Anne mengangkat wajahnya dengan rambut terurai dan tersenyum manis ke arah Erik dan Nielsen
" Ya Tuhan Terimakasih " Ucap Erik dan Nielsen bersamaan dengan berpelukan
Nielsen dan Erik berlarian menuju ranjang, tempat Anne dan putranya berada
" Istriku " Seru Nielsen dengan terus meneteskan air matanya
" Berhentilah meneteskan air matamu, hanya karena diriku ini suamiku " Ucap Anne yang baru saja selesai memberikan asi kepada putra mereka
" Oh iya selamat tuan, bayi anda seorang laki-laki " Jawab Dokter
" Apa? Laki-laki? Yes! " Teriak Nielsen dan Erik bergembira dan saling berpelukan
" Terimakasih sayangku, karena telah kembali untukku dan juga anak kita " Seru Nielsen
" Hanya kalian? Lalu papa? " Gerutu Erik
" Iya untuk papa juga " Lanjut Nielsen
Erik dan Nielsen terus berpelukan dan melompat-lompat, saking bahagianya mereka
__ADS_1
" Kalau di pikir-pikir, mungkinkah ini yang dimaksud dengan kesedihan digantikan dengan sukacita oleh-Nya " Ucap Erik lalu berjalan mendekati Anne dan mengecup Keningnya
" Terimakasih anakku, untuk segala kesakitan dan kebahagiaan yang kau hadirkan dalam kehidupanku dan juga putraku, ini menunjukkan bahwa tak selamanya hidup ini hanya bergantung pada uang dan kenikmatan dunia, sesungguhnya hidup kita ini hanya bergantung pada-Nya, asal kita mau bersabar dan terus meminta tanpa memaksakan kehendak kita dan membiarkan-Nya untuk berkehendak dalam hidup kita " Lanjut Erik
" Papa " Seru Anne dengan meneteskan air mata
" Terimakasih putriku " Balas Erik dengan memeluk erat tubuh munggil Anne
Nielsen yang menyaksikan kedekatan ayahnya dengan Anne, membuat hatinya terpukul terutama saat mendengar ucapan Erik yang memiliki makna yang sangat dalam
Rasanya seperti tertampar oleh tamparan yang sangat keras tepat pada wajahnya
" Papa " Seru Nielsen
" Katakan nak " Sahut Erik
" Papa mengapa kau tak pernah mengajariku untuk menjadi bijak seperti pa? " Tanya Nielsen
" Anakku, menjadi bijak itu sesuatu yang tidak diajarkan tetapi itu berada dalam hati kita yang paling yang dalam " Jawab Erik
" Benarkah? " Tanya Nielsen heran
" Kamu bijak nak, karena telah memilih Anne sebagai istrimu. Dan keputusan semacam itu hanya bisa dilakukan oleh seorang yang bijak " Jawab Erik kepada Nielsen
" Terimakasih papa " Lanjut Nielsen dengan memeluk erat Erik
Anne hanya memandangi kedua orangtua dan anak itu, lalu tersenyum dan menyebut putranya sebagai Miracle, karena telah membawakan kebahagiaan yang tak terhingga ke dalam keluarga mereka
__ADS_1
**Selamat Membaca Readers 💜**