
“ Anne, Anne, Anne! Sadar atas apa yang kau katakan, kebahagiaan itu berasal dari Tuhan! Jika tuhan ijinkan maka sudah tentu kau pasti bahagia, namun rupanya Tuhan ingin menguji kekuatan cinta kalian di hari pertama dari pernikahan kalian, Ann aku bukan malaikat namun sebagai seorang dan juga saudarimu, aku akan selalu mencoba untuk memberikan nasihat yang menurutku pantas dan baik untukmu “ Ucap Jesse
“ Maafkan aku Jess, aku benar-benar telah kehilangan akalku, bukannya bersyukur masih diberi nafas
kehidupan malah aku menjadi egois dan hanya mementingkan diriku sendiri, kau memang sahabat dan juga saudari terbaik yang pernah aku miliki dan akan selalu aku miliki, aku menyayangimu Jess “ Balas Anne sambil memeluk erat tubuh Jesse
Raphael dan Erik yang semenjak tadi, melihat serta mendengarkan percakapan keduanya pun ikut menitihkan air mata mereka, karena terbawa perasaan oleh sikap dan tingkah kedua sahabat yang begitu saling menyayangi satu sama lainnya.
Tak lama kemudian, lampu tanda darurat pun dipadamkan dan dokter yang memeriksa Nielsen pun keluar untuk
menemui keluarganya
“ Kami telah berusaha semaksimal kami, namun penciptanya berkendak lain “ Ucap Dokter
#Flashback ON
Nielsen yang telah di bawa ke ruang instalansi gawat darurat, ternyata dalam keadaan baik-baik saja. Hanya saja dikarenakan oleh denyut nadinya yang berdebar begitu kencang hingga menggangu sistem saraf dan menyumbat peraliran darahnya dan akibatnya dirinya menjadi pusing dan hidungnya mengeluarkan darah serta tak sadarkan diri.
Kini Niesen telah menyadarkan diri dan semuanya baik-baik saja. Pada saat dokter akan memberitahu keluarganya, mucullah ide konyol dalam benak Nielsen yaitu dokter akan berkata bahwa Nielsen telah tiada
hanya untuk mengerjai Anne istrinya.
#Flashback OFF
“ Apa, bagaimana maksudmu pak dokter? “ Tanya Erik panik
“ Mari pak, bolehkah kita berbicara di dalam saja, yang lain boleh ikut dengan saya keculi istri tuan “ Seru Dokter
__ADS_1
Dokter pun masuk kembali dalam ruangannya diikuti dengan Erik, Raphael dan juga Jesse. Sedangkan Anne harus
menunggu sendirian di luar.
“ Ya Tuhan, jangan biarkan rasa iri menyelimuti hatiku dan biarkan semua yang terjadi baik- baik saja, tanpa
ada halanagan,Amin “ Gumam Anne
Sementara di dalam ruangan dokter, semua orang menentang permintaan Nielsen,karena terkesan dan lagi mereka tahu hal itu akan sangat menyakiti hati istrinya.
Namun apalah daya mereka karena semua untuk mengetahui, seberapa dalam cinta Anne kepada Nielsen, sehingga mereka pun setuju untuk melakukan drama ini.
Untuk terlihat seperti mayat sungguhan, tubuh Nielsen disuntikkan bius yang akan bertahan selama 2 jam.
Anne yang menunggu di luar ruang dokter itu, dikejutkan dengan wajah semua orang yng terlihat memelas.
“ Pa, papa! Katakan ada apa, apa yang terjadi kepada Nielsen, Pa? “ Tanya Anne, namun Erik pun tak kunjung menjawab pertanyaannya.
suara yang besar dan juga nada yang terdengar kasar, namun tak seorang pun menjawab pertanyaannya.
“ Ada apa ini, kenapa tak ada seorang pun yang menjawabku, aku adalah istrinya tapi aku tak mengetahui segalanya, kenapa ini “ Gumam Anne
Anne pun berjalan menuju ruangan dokter dan juga ruang tempat Nielsen dirawat, setibanya disana ia melihat seseorang telah ditutupi dengan kain putih, namun ia tak menyadari bahwa itu adalah Nielsen.
“ Dok, dimana suamiku? Apa dia baik-baik saja? Bagaiman keadaannya? Di ruangan mana dia? Aku ingin menemuinya! “ Ucap Anne
“ Nyonya, sebelumnya maafkan kami “ Sahut sang dokter
__ADS_1
“ Maafkan? Memangnya apa yang telah kalian lakukan dok? “ Tanya Anne kebingungan
“ Jadi yang terbaring disana adalah suami nyonya “ Jawab dokter dengan menujuk ke arah Nielsen yang telah ditutupi kain putih.
“ Astaga dok, tidak mungkin itu suami saya dok! “ Seru Anne seolah tak percaya
Dokter pun mengantar dan membukakan kain tersebut bagi Anne, dalam sekejap Anne pun terbaring di atas lantai.
Perawat yang berada disana pun dengan segera mengangkat dan meletakkan tubuhnya di sebuah ranjang rumah sakit dan memijat tubuhnya agar ia dapat sadarkan.
Tak lama kemuadian Anne pun menyadarkan dirinya, tetapi dirinya seolah masih tak percaya jika suaminya telah tiada.
Anne pun turun dari ranjangnya dan mendekati ranjang tempat dibaringkannya Nielsen
“ Suamiku, bangunlah! Ayo kita pulang, aku belum melaksanakan kewajibanku sebagai istrimu, tolong jangan
tinggalkan aku! “ Ucap Anne dengan air mata yang berderai bagaikan air terjun di pipinya
“ Suamiku, apa kau tega meninggalkan istri secantik diriku ini sendirian di dunia ini, apa kau tak ingin memakan masakanku dan meminum kopi buatanku setiap pagi? “ Ucap Anne dengan air mata yang semakin bederai di pipi mulusnya
“ Suamiku, jika kau tak bangun aku akan menyuntik mati diriku, apa gunanya hidup tanpa mencintai dan dicintai.
Jika kau tak bangun aku akan memukulmu “ Teriak Anne histeris
“ Nielsen Middelman, bangun! Dasar jahat, Pria pembohong, katamu kita akan terus bersama, lalu mengapa kau membohongiku “ Teriak Anne dengan suara yang terdengar sangat meratap
Erik, Raphael serta Jesse tak tahu harus melakukan apa, karena itu adalah drama yang sangat menyakitkan bagi Anne.
__ADS_1
“ Maafkan kami nak, karena telah menyetujui semua kekonyolan ini “ Ucap Erik yang merasa bersalah karena mendengar tangisan ratapan putrinya itu.
#AuthorPOV : Jangan Lupa Like, Coment dan Juga Votenya kaka ❤