
Saat Anne memasuki kamar, Ia tak mendapati Nielsen
" Kemana pria ini " Gumam Anne
" Yaaaaaa.... dapat kau! " Teriak Nielsen dari belakanh Anne
Rupanya Nielsen telah merencanakan segalanya, untuk meminta jatah hariannya kepada Anne
" Kau benar-benar licik suamiku " Gumam Anne
" Biar saja, aku tak peduli! K au hanyalah milikku seorang, ingat itu istriku! " Bisik Nielsen
Nielsen pun melancarkan aksinya, hingga Anne terbaring lemah diatas ranjang.
Setelah melakukan aksinya, Nielsen pun membersihkan dirinya dan turun ke bawah untuk menikmati makan malamnya
Sementara Anne, ia pun terlelap karena kelelahan menghadapi hasrat Nielsen yang begitu membara.
" Ya Tuhan, kami selalu melakukannya. Namun belum ada tanda jika kami akan menerima anugerahmu itu " Gumam Anne di dalam kesendiriannya
Setelah menikmati makan malamnya, Nielsen kembali ke kamar lalu memeluk erat tubuh Anne
" Jangan lupa istriku, kita akan berlibur esok hari " Bisik Nielsen lalu keduanya pun pulas dalam tidur
******
Keesokan harinya Nielsen dan Anne bergegas menuju perusahaan, untuk terbang menuju Kota B menggunakan pesawat pribadi milik Perusahaan Middelman.
__ADS_1
" Wah ternyata pemandangan Kota A indah juga ya, kalau dilihat dari atas sini " Ucap Anne yang terkagum melihat pemandangan Kota A dari atas pesawat
" Ya begitulah! Btw istriku kita akan ikut sesuai dengan jadwal yang di tentukan oleh kapal pesiar maka, jadi kita akan check-in dari Kota B. Itulah kenapa kita harus ke papa dulu " Ucap Nielsen
" Baiklah suamiku " Balas Anne santai
Setelah pesawat pribadi perusahaan middelman itu landing di bandara kota B, Nielsen dan Anne pun bergegas menuju jemputan yang telah disediakan oleh Erik.
" Hello kids " Sapa Erik yang duduk manis di dalam sana
" Hallo Pa, maaf kami terlambat ya? " Tanya Anne gugup
" Kata siapa? Kan kalian yang mengaturnya " Jawab Erik tersenyum lebar
" Jangan coba untuk menggoda istriku ya " Seru Nielsen dari kursi depan
" Astaga apa yang salah dengan anak dan orangtua ini " Guman Anne
Tanpa menunggu lama, sang driver pun melajukan mobil mereka, menuju pelabuhan tempat dimana kapal pesiar sedang berlabuh
Anne merasa sangat tak nyaman, bukan karena akan berlibur. Entahlah perasaan itu hanya dia yang tahu
Setelah begitu lama, akhirnya mobil tersebut berhenti di pelabuhan tempat mereka akan check-in untuk naik ke kapal pesiar yang berada tepat di hadapan mereka
" Kapal mantap " Seru Erik
" Tentu, aku dan Anne yang memilihnya " Lanjut Nielsen
__ADS_1
" Mari kita check-in " Ucap Anne, sambil terus berjalan menuju loket diikuti Nielsen dan Erik
Setalah check-in mereka pun naik ke kapalnya.
Pemandangannya sangat luarbiasa, memang berbeda dengan kapal pada umumnya
Mereka yang berlibur menggunakan kapal ini, hanyalah diperuntukan bagi orang-orang yang memiliki banyak uang.
Nielsen dan Anne pun berjalan menuju kamar mereka, begitu juga dengan Erik
" Jangan lupa ya pa, kita akan makan malam bersama, sekarang istirahatlah " Seru Nielsen dari depan jalan kepada Erik
" Iya anak nakal " Sahut Erik lalu masuk ke kamarnya
Sementara Nielsen membuka pintu kamar, Anne yang sudah terlihat pucat hanya berdiri menahan rasa sakitnya sekuat tenaga.
" Astaga ada apa denganku, aku harus kuat jangan membuat papa sedih karena kami batal berlibur" Bathin Anne
Setelah membuka pintu Anne pun berlarian menuju toilet kamar mereka dan mengunci pintunya
Nielsen pun panik melihat tingkah istrinya dan mengejarnya, Namun sayang pintunya terkunci.
Nielsen hanya mengetuk-ngetuk pintu tetapi tak direspon oleh Anne
Anne yang mual hanya hanya menahan perutnya dan terus muntah, membuat Nielsen semakin panik di luar sana
Hallo semuanya, Salam sehat 💜💜
__ADS_1