
Nielsen yang menerima semua laporan itu menjadi naik pitam, hingga dirinya yang baru saja landas dengan pesawatnya pun dengan segera menuju rumah sakit
" Bawa kehadapaku sekarang juga pelakunya, Cepat! " Ucap Nielsen yang dipenuhi dengan kemarahan kepada anak buahnya
" Beraninya kau bermain-main denganku, berani sekali kau menyentuh wanitaku, ketika aku tak bersamanya, siapapun dirimu akan ku pastikan kehancuranmu bukanlah hoax! " Gumam Nielsen yang kala itu benar-benar dipenuhi oleh amarah
Saat tiba di rumah sakit, Nielsen pun dengan segera mengejar ranjang, yang baru saja di dorong turun dari ambulance dan didapatinya istrinya Anne telah dipenuhi oleh darah dan juga luka lebam disekujur tubuhnya
Nielsen tak kuasa menahan air matanya, karena melihat keadaan Anne yang begitu tragis, tangisnya pun pecah sembari berjalan disamping istrinya
Petugas langsung mendorongnya ke dalam ruang instalansi darurat, lampu darurat pun dinyalakan. Nielsen hanya terdiam dengan mengepal kedua tangannya
Tak lama kemudian datanglah anak buahnya dengan membawa serta Zee
" Oh Tuhan, kenapa kau lagi? Apa kau tak puas menyiksa istriku? Apa yang kau inginkan akan ku berikan asalkan kau berhenti mengganguku dan istriku! " Ucap Nielsen yang berusaha sabar
" yang aku mau? Tak banyak! Aku mau kamu! " Jawab Zee sambil tertawa
__ADS_1
" Kau memang gila Zee, kalian cepat hubungi kepala kepolisian daerah ini, jebloskan dia ke dalam penjara dan kalau boleh jangan pernah lagi bebaskan dia, dia harus hancur seperti apa yang diperbuatnya kepada istriku, hancurkan seluruhnya termasuk keluarganya dan muat beritanya diselurih Tv nasional maupun internasional juga seluruh media ekonomi yang ada di negeri ini " Ucap Nielsen lalu ia mengangkat tangannya yang mengartikan Zee sudah tamat
" Jahanam kau Nielsen, kau menghancurkan keluargaku hanya karena wanita itu, berani sekali kau " Teriak Zee yang memberontak dalam dekapan anak buah Nielsen
Zee pun dimasukkan ke dalam mobil jeep berkaca hitam dan dilajukan menuju kantor polisi sesuai dengan perintah Nielsen
Berita kehancuran Zee beserta keluarganya bergema diseluruh negeri itu, Nielsen hanya tersenyum sinis mendengarnya
Zee yang dijatuhakan hukuman penjara seumur hidupnya mengalami gangguan kejiwaan dan dipindahkan ke tahanan khusus bagi tahanan yang bermasalah dengan mentality illness
Anne yang telah berhari-hari berada di rumah sakit pun belum menyadarkan diri. Sedangkan Nielsen selalu mendampinginya hingga melakukan pekerjaannya di rumah sakit demi menemani istrinya
Seketika terlintas dibenaknya, sikap Anne kepadanya saat dirinya akan melakukan perjalanan negara C
" Aku begitu tak memahami segalanya istriku, maafkan aku yang begitu lalai dalam melindungimu, tapi tolong jangan tinggalkan aku! Aku tak tahu bagaimana hidupku jika tak ada kau disampingku" Kata Nielsen yang menunduk, kala itu tak dapat menahan air matanya
" Suamiku, kau telah kembali " Seru Anne yang masih belum seutuhnya sadar
__ADS_1
Nielsen pun terkejut dan dengsn segera dirinya langsung berlari keluar ruangan untuk memanggil dokter yang merawatnya
Dokter pun masuk lalu memeriksa Anne, beruntung baginya karena dewi fortuner masih memihak padanya, hingga ia masih terselamatkan dari kematian
Setelah memeriksanya dokter pun langsung kuar diikuti Nielsen untuk mengurus semua prosedurnya
Anne yang kala itu baru saja sadar langsung mengambil cappucino yang berada di meja tepat sebelahnya dan menyeruputnya
Nielsen yang baru saja kembali mebalakkan matanya melihat pemandangan aneh itu
" Astaga, Ann apa yang kau lakukan? Itu tidak boleh kau minum tubuhmu baru saja! " Ucap Nielsen
" Baru saja apa, aku haus ingin minum tapi tak ada air putih jadi ya sudah apa adanyalah " Balas Anne yang memotong perkataan Nielsen
" Ya Tuhan tolong ampuni istriku dan selamatkanlah dia karena aku sangat mencintai ciptaanmu yang satu ini " Gumam Nielsen sambil mengelusi wajah Anne yang dipenuhi oleh luka lebam
Jangan Lupa Untuk : Comet, Like Juga Vote
__ADS_1
Agar Author semakin bersemangat untuk menulisnya
Love You Guys 😍🥰