Wanita Malam Itu,Milikku!

Wanita Malam Itu,Milikku!
Episode 183


__ADS_3

" Bolehkah aku meminta segelas teh " Seru Anne kepada Nielsen


" Tentu saja kenapa tidak, tunggu disini tapi dengan catatan setelah aku membuatkanmu teh, kau harus menjawab semua pertanyaanku tadi, jika kau tak juga membuka mulutmu, maka aku akan membukanya dengan paksa " Ucap Nielsen, dengan langsung menuju dapur


Anne hanya terdiam dan memandang kepergiannya


" Maafkan aku istriku, sudah membentakmu dengan begitu kasar, namun jika tidak seperti itu kau takkan mengeluarkan segala unek-unek yang selama ini kau pendam sendiri di dalam hatimu " Bathin Nielsen berkecamuk


" Apapun yang terjadi aku harus bicara padanya, agar tak ada lagi rasa canggung di hatiku " Bathin Anne


" Ini tehmu, minumlah " Ucap Nielsen mengagetkan Anne


" Te...terimakasih " Ucap Anne dengan meminum tehnya


" Ahhh enak sekali teh ini " Gumam Anne


" Baiklah, sekarang jawablah pertanyaanku " Ucap Nielsen


" Baiklah, pertama-tama aku memohon maaf karena kebodohanku aku hampir saja melepaskan tanggung jawabku sebagai seorang istri dan juga seorang ibu bagi Miracle " Ucap Anne


" Teruskan " Seru Nielsen


" Lalu hal berikutnya adalah, aku sakit hati karena ketika aku tak melayanimu kau bahkan tak ingin berbicara padaku, terutama kepada anak kita, kau bahkan menuduhnya telah mengambilku dari, kau bahkan tak menoleh kepadanya sedikit pun, kau bahkan pergi dan meninggalkan kami dan tinggal bersama papa " Ucap Anne dengan nada yang semakin keras dan air mata yang berderai di pipinya


" Teruskan " Ucap Nielsen dengan berjalan menuju sofa

__ADS_1


" Kau bahkan tidak peduli kepada kami, hal itu membuatku merasa jika aku adalah penyebabnya maka biarlah aku yang pergi agar tak ada yang merasa dirugikan diantara kalian berdua, kau bahkan luoa bagaimana dulu kau sangat mencintaiku, hanya karena nafkah bathinmu tak ku penuhi, namun aku selalu percaya bahwa kau tak akan berpaling kepada orang lain, tetapi sepertinya aku salah, kau bahkan mengatkan bahwa aku tak akan berdiri di dapurku lagi " Ucap Anne


Air mata Anne terus berderai di pipinya, rasanya ia kembali frustasi


" Aku tak pernah ingin seperti ini, ini bukan mauku " Gumam Anne dengan mengacak-acak rambutnya


" Apa kau sudah selesai berbicara? " Tanya Nielsen


Anne hanya memalingkan wajahnya dan memandangi Nielsen, tanpa satu kata pun


" Sepertinya kau terlihat marah " Ucap Nielsen dengan suara lebih lembut dari sebelumnya


" Aku tidak marah, aku hanya kesal mengapa aku masih hidup dan harus mengalami semua ini " Balas Anne


" Apa kau yakin ingin meninggalkan aku dan putra kita? " Tanya Nielsen


" Jadi begini istriku, apa yang ingin suamimu ini katakan adalah Komunikasi, kau tahu kenapa? " Tanya Nielsen


" Tidak " Jawab Anne dengan memandangi wajah Nielsen dengan kedua bola matanya yang terlihat merah


" Apa kau pernah mengatakan alasannya kau menolakku, ketika aku menginginkanmu? " Tanya Nielsen


" Tidak " Jawab Anne


" Apa kau pernah mengatakan padaku, betapa pentingnya pertumbuhan emosional anak dihitung dari berapa intensnya kau dan aku menunjukkan kasih sayang kepadanya? " Tanya Nielsen

__ADS_1


" Tidak " Jawab Anne


" Apa kau pernah membiarkan Miracle bersamaku walau hanya tiga puluh menit? " Tanya Nielsen


" Tidak " Jawab Anne


" Apakah bagimu overprotective terhadap putra kita akan membuatnya menjadi anak yang baik dan pintar? " Tanya Nielsen


" Tidak " Jawab Anne


" Lalu mengapa, kau memilih untuk mencoba mengakhiri hidupmu? Apa kau pikir setelah kau tiada semuanya akan baik-baik saja? " Tanya Nielsen lagi


" Tidak " Jawab Anne


" Apa sekarang kau sudah memahami dan menyadari kesalahanmu? " Tanya Nielsen


" Ya " Jawab Anne




***Jangan Lupa untuk : Like, Coment dan Vote***


__ADS_1


***Love y'all*** 💜


__ADS_2