
**Westlife : Angel**
🎵 In the arms of the angel
Fly away from here
From this dark, cold, hotel room
And the endlessness that you fear
You are pulled from the wreckage
Of your silent reverie
You're in the arms of the angel
May you find some comfort here 🎶
Diluar ruangan ajudan Erik tengah kebingungan dengan Miracle, yang terus menerus tanpa berhenti.
Segala upaya telah mereka lakukan bahkan, mereka telah meminta bantuan kepada perawat yang berada disana
Tetapi hasilnya pun tak ada, tangisannya semakin menjadi-jadi
Tok tok tok
" Masuk " Sahut Erik dari balik pintu
Ceklek
Pintu ruangan telah terbuka dan terlihat disana ajudan tengah berdiri dan mengendong Miracle yang terus menangis
__ADS_1
" Berikan dia pada ayahnya " Seru Erik
Nielsen pun dengan segera berdiri dan mendapati Miracle di dalam dekapannya, namun tetap saja tangisannya tak bisa dihentikan
" Nak, kasihanilah papamu ini " Ucap Nielsen dengan berusaha menahan air matanya
" Papa, minta maaf! Selama ini telah berbuat jahat kepadamu dan kepada mamamu " Ucap Nielsen kembali kepada Miracle
Entah bagaimana, pandangan Miracle hanya tertuju kepada Anne, jari-jari kecilnya terus menunjuk ke arahnya yang terbaring kaku
" Mama " Sahut Miracle
Mendengar seruan anak kecil itu, seisi ruangan bagaikan tersengat aliran listrik yang sangat hebat
Semua orang hanya tertunduk dan tak mampu memandangi wajah anak kecil itu
" Mama " Panggil Miracle
" Tuan, baiknya anak tuan dibawa oleh perawat ke ruang bermain " Ucap dokter kepada Nielsen
" Baiklah dokter " Jawab Nielsen hendak memberikan Miracle kepada dokter
" Mama " Panggil Miracle dan ia pun mulai menangis
" Dokter, sebaiknya biarkan saja dia disini bersama kami, apapun yang terjadi dia adalah cucuku dan putra dari anak-anakku " Ucap Erik hendak menahan Nielsen
Mereka tak menitipkannya kepada perawat, tangisannya begitu mengelegar di dalam ruangan tempat Anne di letakkan
Erik dan Nielsen tak kuasa menahan rasa duka mereka, hingga mereka pun ikut larut dalam tangisan Miracle
Nielsen pun membawa Miracle dan mereka berjalan mendekati tubuh Anne
__ADS_1
" Anne, bangunlah! Putra kita ada disini, dia menginginkanmu, aku takkan menghalangimu dengannya lagi, aku ikhlas jika kau akan berbagi dengannya, tapi bangunlah dulu sapalah kami " Ucap Nielsen
Sedangkan Miracle dengan jari-jari mungilnya berusaha mengerakkan tangan Anne
" Anne, sudah cukup kau permainkan perasaan kami selama berhari-hari, aku tak mengapa jika kau akan meninggalkanku bersama pria lain, tapi tidak dengan cara ini kau meninggalkanku " Ucap Nielsen lagi
Nielsen sudah tak tahu harus berbuat apalagi, sementara Miracle terus mengelus wajah Anne dan berusaha mengerakkan tangannya
" Mama, Mama, Mama, Mama, Mama, Mama " Panggil Miracle
Nielsen semakin tak berdaya, hatinya semakin terpukul. Merasa bersalah atas apa yang telah menimpanya dan juga keluarganya
" Mama, Mama, Mama, Mama, Mama " Panggil Miracle menggoyangkan tubuh Anne
" Tuan, hati-hati putra anda bisa saja menjatuhkan tubuhnya " Ucap seorang perawat kepada Nielsen
" Biarkan saja, itu mamanya " Jawab Nielsen
" Anne " Seru Nielsen dengan terus menangis
Sepertinya musim telah berganti, karena kini Nielsen yang terus menerus meneteskan air mata, sementara Miracle terus memanggil Anne
" Keajaiban apa yang masih kami harapkan, apakah cinta seorang anak dan seorang suami dapat mengembalikan seorang mama dan juga seorang istri " Gumam Erik
Author benar-benar meneteskan air mata, saat menulis ini 💔💔💔💔
**Jangan lupa : Like, Comet dan Vote 💜**
__ADS_1