Wanita Malam Itu,Milikku!

Wanita Malam Itu,Milikku!
Episode 174


__ADS_3

**Westlife : Angel**


🎵 In the arms of the angel


Fly away from here


From this dark, cold, hotel room


And the endlessness that you fear


You are pulled from the wreckage


Of your silent reverie


You're in the arms of the angel


May you find some comfort here 🎶


Diluar ruangan ajudan Erik tengah kebingungan dengan Miracle, yang terus menerus tanpa berhenti.


Segala upaya telah mereka lakukan bahkan, mereka telah meminta bantuan kepada perawat yang berada disana


Tetapi hasilnya pun tak ada, tangisannya semakin menjadi-jadi


Tok tok tok


" Masuk " Sahut Erik dari balik pintu


Ceklek


Pintu ruangan telah terbuka dan terlihat disana ajudan tengah berdiri dan mengendong Miracle yang terus menangis

__ADS_1


" Berikan dia pada ayahnya " Seru Erik


Nielsen pun dengan segera berdiri dan mendapati Miracle di dalam dekapannya, namun tetap saja tangisannya tak bisa dihentikan


" Nak, kasihanilah papamu ini " Ucap Nielsen dengan berusaha menahan air matanya


" Papa, minta maaf! Selama ini telah berbuat jahat kepadamu dan kepada mamamu " Ucap Nielsen kembali kepada Miracle


Entah bagaimana, pandangan Miracle hanya tertuju kepada Anne, jari-jari kecilnya terus menunjuk ke arahnya yang terbaring kaku


" Mama " Sahut Miracle


Mendengar seruan anak kecil itu, seisi ruangan bagaikan tersengat aliran listrik yang sangat hebat


Semua orang hanya tertunduk dan tak mampu memandangi wajah anak kecil itu


" Mama " Panggil Miracle


" Tuan, baiknya anak tuan dibawa oleh perawat ke ruang bermain " Ucap dokter kepada Nielsen


" Baiklah dokter " Jawab Nielsen hendak memberikan Miracle kepada dokter


" Mama " Panggil Miracle dan ia pun mulai menangis


" Dokter, sebaiknya biarkan saja dia disini bersama kami, apapun yang terjadi dia adalah cucuku dan putra dari anak-anakku " Ucap Erik hendak menahan Nielsen


Mereka tak menitipkannya kepada perawat, tangisannya begitu mengelegar di dalam ruangan tempat Anne di letakkan


Erik dan Nielsen tak kuasa menahan rasa duka mereka, hingga mereka pun ikut larut dalam tangisan Miracle


Nielsen pun membawa Miracle dan mereka berjalan mendekati tubuh Anne

__ADS_1


" Anne, bangunlah! Putra kita ada disini, dia menginginkanmu, aku takkan menghalangimu dengannya lagi, aku ikhlas jika kau akan berbagi dengannya, tapi bangunlah dulu sapalah kami " Ucap Nielsen


Sedangkan Miracle dengan jari-jari mungilnya berusaha mengerakkan tangan Anne


" Anne, sudah cukup kau permainkan perasaan kami selama berhari-hari, aku tak mengapa jika kau akan meninggalkanku bersama pria lain, tapi tidak dengan cara ini kau meninggalkanku " Ucap Nielsen lagi


Nielsen sudah tak tahu harus berbuat apalagi, sementara Miracle terus mengelus wajah Anne dan berusaha mengerakkan tangannya


" Mama, Mama, Mama, Mama, Mama, Mama " Panggil Miracle


Nielsen semakin tak berdaya, hatinya semakin terpukul. Merasa bersalah atas apa yang telah menimpanya dan juga keluarganya


" Mama, Mama, Mama, Mama, Mama " Panggil Miracle menggoyangkan tubuh Anne


" Tuan, hati-hati putra anda bisa saja menjatuhkan tubuhnya " Ucap seorang perawat kepada Nielsen


" Biarkan saja, itu mamanya " Jawab Nielsen


" Anne " Seru Nielsen dengan terus menangis


Sepertinya musim telah berganti, karena kini Nielsen yang terus menerus meneteskan air mata, sementara Miracle terus memanggil Anne


" Keajaiban apa yang masih kami harapkan, apakah cinta seorang anak dan seorang suami dapat mengembalikan seorang mama dan juga seorang istri " Gumam Erik



Author benar-benar meneteskan air mata, saat menulis ini 💔💔💔💔



**Jangan lupa : Like, Comet dan Vote 💜**

__ADS_1


__ADS_2