
" Eh apa iya aku berbeda dari yang sebelumnya " Gumam Anne
" Iya kamu berbeda " Sahut Nielsen dari luar kamarnya
Rupanya Nielsen sedang menguping dari luar pintu kamar tamu, ruangan yang ditempati Anne sekarang
" Dasar kau, berhentilan bersifat konyol seperti itu " Gumam Anne
" Aku sedang berusaha untuk mengatasinya " Jawab Nielsen dari luar
" Apa dia mengupingku? Atau itu imajimasiku " Gumam Anne kembali
" Itu imajinasimu " Jawab Nielsen kembali
" Wah kurangajar, ternyata dia menguping pembicaraanku, lihat saja kau! " Bathin Anne
Dengan perlahan Anne berjalan menuju pintu kamarnya, dan membukanya dengan kencang hinggal Nielsen pun terjungkal ke dalam kamarnya
" Dasar payah! Kau kira aku sebodoh itu? Jangan maen jangan maen! Sana pergi dan tidurlah " Ucap Anne dan ia pun kembali menutup pintu kamarnya
" Jahat sekali dia " Gumam Nielsen dengan mengusap-usap dahinya yang terpentok pintu kamar Anne
**Author POV** :
**Kok ceritanya jadi biasa saja tidak ada romantisnya, apa karena author korban sakit hati ya, jadinya alurnya jandi tidak menarik, jika ia tolong beri masukkan di kolom komentar ya, author sangat berharap kepada kalian readers**
" Ya Tuhan, aku binggung harus bagaimana menghadapi istriku, yang makin hari seperti orang lain bagiku, apa ia aku yang salah? " Gumam Nielsen di sofa
Sementara Anne sedang menperhatikannya dari kejauhan
" Bukan karena aku tidak mencintainya, aku sangat mencintainya bahkan cintaku padanya tak mungkin tergantikan " Gumam Nielsen
__ADS_1
" Benarkah itu? " Bathin Anne
" Tapi aku binggung harus memulai semua ini darimana, karena aku tak memiliki alasan untuk berhenti mencintainya dia adalah hidupku, satu-satunya wanita yang membuatku terpesona hanyalah kau Anne " Gumam Nielsen
" Tapi kenapa kau terasa bagaikan orang lain bagiku! " Bathin Anne
" Aku sadar aku memang egois, aku hanya menginginkan dirimu seutuhnya untuk diriku, seharusnya aku bisa menerima bahwa cintamu dan kasih sayangmu suatu saat akan terbagi antara aku dan anak-anak kita, seharusnya aku sudah siap untuk, tapi apalah dayaku, aku terlalu mencintaimu sehingga cintaku membuatku egois " Gumam Anne
" Jika saja kau tak berjuang saat itu, aku adalah pria yang akan merasa paling berdosa di dunia ini, karena telah memisahkan seorang anak dari ibunya dan membiarkan anaknya tumbuh tanpa merasakan kasih sayang ibunya, aku benar-benar salah pada kalian, tolong ampuni aku " Gumam Nielsen
Nielsen terus-terusan menyalah dirinya, hingga tanpa Nielsen sadari, perlahan-lahan Anne berjalan mendekatinya dan memeluknya dari belakang
" Apa yang kau lakukan Anne? " Tanya Anne
" Memelukmu dari belakang " Jawab Anne dengan santai
" Apa kau tidak marah atau membenciku? " Tanya Nielsen
" Kenapa? " Tanya Nielsen kepada Anne
" Karena aku tahu, kau adalah rumah untuk aku kembali pulang ketika aku tersesat " Jawab Anne
" Istriku sayang, tolong maafkan suamimu yang begitu egois ini, aku bahkan tak pantas menerima semua pengorbanan dan cintamu kepadaku dan anakku " Ucap Nielsen dengan deraian air mata yang telah membasahi wajah tampannya
" Jika aku tak pernah menguping pembicaraanmu, mungkin selamanya aku hanya akan salah paham terhadapmu suamiku " Balas Anne
" Aku mohon maafkan aku, aku benar-benar telah dibutakan oleh cintaku, hingga membuatku cemburu tanpa sebab kepada anakku, darah dagingku sendiri " Ucap Nielsen kepada Anne
" Sudahlah, maafkan aku juga yang tak mempedulikan perasaanmu " Balas Anne dengan mengencangkan pelukannya pada Nielsen
" Aku rindu " Ucap Nielsen kepada
__ADS_1
" Aku pun sangat merindukanmu " Balas Anne kepada Nielsen
" Kau takkan tidur di kamar tamu dan meninggalkanku tidur sendirian setelah sekian lama kan? " Tanya Nielsen kepada Anne
" Kata siapa? malam ini aku adalah tamumu layani aku seperti seorang tamu! " Jawab Anne
" Hahhh kenapa bisa seperti itu? " Tanya Nielsen dengan mata terbalak
" Dasar kau ini, masih saja seperti begini " Ucap Anne
" Jangan biarkan aku tidur sendirian lagi, aku takut! " Balas Nielsen
" Apa katamu, jangan membuatku semakin merasa bersalah padamu " Balas Anne yang merasa gemas dengan tingkah konyol suaminya
" Jadi kau sudah tak marah lagi padaku? kau takkan melukai dirimu lagi karena aku? " Tanya Nielsen
" Iya suamiku " Jawab Anne
" Akhirnya ada kedamaian, Terimakasih Tuhan " Seru Nielsen
" Apaan sih, aneh deh " Sahut Anne cengegesan
***Hallo beloved readers, jangan lupa untuk selalu mendukung Author untuk terus semangat menulis novel ini dengan cara : Like, Coment dan Vote! Di tunggu ya π€***
**Love y'Allπ**
__ADS_1