
Anne yg sedang bertugas pun merasa tak tenang setelah menghina Nielsen di depan banyak orang tadi.
" Cih biarkan saja, juga ngerasain gimana rasanya dihina oleh seseorang, dipikirnya selama ini gue di katain ga sakit apa hatiku" Gumam Anne
Waktu pun berlalu dan kini waktunya bagi untuk pulang, Anne pun berjalan keluar dan menunggu taxi online pesanannya.
Taxinya pun datang dan Anne pun segera menaikinya, tak lama kemudian, Anne pun tiba di rumahnya. Lalu berjalan masuk masuk dan merebahkan tubuhnya disana, sedangkan sarah sedang menonton tv sambil menunggu kembali Anne
" Sudah pulang An" Tanya Sarah
" Iya ni, gila gue capek banget sar" Jawab Anne
" Ya udah mandi sana lo,badan lo bau " Ucap Sarah
" Duhh iya iya, bawel lo! " Balas Anne sembari menaiki tangga untuk pergi mandi
" Makanannya mau gue panasin An " sahut Sarah
" Boleh sar, makasih" Jawab Anne
Sarah pun berdiri dari sofa dan memanaskan makanan bagi Anne, tak lama kemudian Anne pun berjalan turun dengan mengenakan piyama tidurnya.
" Dah lo panasin sar?" Tanya Anne
" Iya ni, kamu makan gi, ntar keburu dingin ga enak " Jawab Sarah
" Ah siyap, Makasih sar " Ucap Anne sembari memeluk tubuh Sarah
Anne pun duduk dan mulai memakan makanannya hingga perutnya terasa benar² kenyang.
" An, beneran ni gada yg mau lo ceritain ama gua" Tanya Sarah
" Ribet sar, mending lu ga usah terlibat sar, hubungan gue dengan lo dan hubungan lo sama Max lebih penting dibandingin masalah gue sar" Jawab Anne
" Loh kok gitu sih An" Tanya Sarah
" Sarah, gini gue udah mutusin untuk ga bakal kembali lagi perusahaan itu, apapun yg terjadi gue bakal kerja di Club aja " Jawab Anne
" Ne, tapi kan lo tahu bagaimana kejadian yg menimpa lo ketika lo kerja di Club kan" Balas Sarah
" Udah ah gapapa sar, gue gapapa kok, yg penting kamu tetap kerja disana, jaga hubunganmu dengan Max, karena gue pengen jadi bridesmaid tahu" Ucap Anne sambil tersenyum
" Ih gila, lo kok bisa ngemeng kek gitu sih An" Ucap sarah
" Gada sih, gue lagi pengen aja ngomong kek gitu, lagian apa gunanya sih pacaran lama² gitu, minta Max halalin dong Sar, biar Jesse juga datang" Balas Anne sembari memeluk Sarah
__ADS_1
" Iaiaia ntar kalau dilamar langsumg gue terima, biar lu dan jesse yg dampingin gue" Ucap Sarah
" Yes, gitu dong Sar, eh btw lo tidur gih, besok pagi lo harus kerja, besok gue yg buatin sarapan ya" Ucap Anne sembari membawa piring bekas makannya ke dapur
" Eh btw, kapan lo gajian sar, kita harus ngeluarin mobil lu dari bengkel " Ucap Sarah
" Ah iya sar, hampir gue lupa! Bulan depanlah sar" Ucap Sar sambil menepuk dahinya
" Ya udah, aku tidur duluan ni An, Balas Sarah dengan berjalan naik tangga ke kamar
" Yoi" Sahut Anne
Anne pun membersihkan piringnya dan kemudian berjalan naik ke kamar dan merebahkan tubuhnya ke atas ranjang
" Sungguh melelahkan sekali hari ini" gumam Anne
" Eh gimana kalau besok dia datang datang lagi, kaga bakal gue ladenin" Gerutu Anne
Beragam pertanyaan pun muncul di dalam otaknya hingga, Anne pun lelah dan terlelap
******
" Sar, sarapannya udah ya, gue bakal tidur lagi masih ngantuk gue" Ucap Anne yg baru saja selesai menyiapkan sarapan bagi Sarah lalu berbalik kembali ke kamarnya
Setelah memakan sarapannya pun, Sarah berjalan ke depan rumah sembari menantikan Alex
" Slamat pagi sayang" Ucap Max sembari mengecup kening Sarah
Terlihat di lingkungan tersebut, ada beberapa buibu yg sedang berkumpul
" Ih mendingan gadis itu, lakinya jelas! ga kayak wanita malam itu, dipakai hingga dan dipulangkan dengan hanya mengenakan selimut" Ucap seorang ibu
" Siapa yg mereka bicara sar" Tanya Max
" Anne " Jawab Sarah lalu berjalan memasuki mobilnya Max
" Sayang, coba jelasin Sar, kok bisa gitu Sar" Tanya Max seolah-olah tak mengetahui jika itu adalah perbuatan Nielsen
HIKS
HIKS
HIKS
" Loh sar, kamu kenapa?" Tanya Max yg melihat sarah menangis
__ADS_1
" Kenapa kamu harus berpura-pura tidak mengetahui, kalian adalah sahabat pria itu, kalian pasti mengetahuinya, lihatlah siapa yg melakukan siapa yg menanggung, lo tahu kan Max, sanksi sosial itu berat! " Ucap Sarah dengan terisak
" Baiklah Maafkan aku " Sahut Max
" Lo lihat betapa tak punya hati CEO itu, Anne harus menanggung malu kemana saja dia pergi" Ucap Sarah
" Ya sudah, diamlah! Bolehkah kita pergi Nona Sarah" Ucap Max
" Hhhmmm" Sahut Sarah
Max pun melajukan mobilnya menuju perusahaan Middelman, Max dan Sarah pun keluar dari mobil lalu berjalan ke ruang kerja masing² mereka
Tok tok, Max pun mengetuk ruangan Nielsen, sedangkan biasanya Max masuk ruangannya tanpa mengetuk.
" Masuk" sahut Nielsen
" Permisi Tuan, hari ini tuan ada pertemuan dengan klien jam 10 di meeting room" Ucap Max
" Baiklah, kau persiapkanlah segalanya" Balas Nielsen
: Baik Tuan, Permisi" Ucap Max sembari ingin keluar dari ruangan Nielsen
" Max apa ini,mengapa kau bersikap seperti itu padaku" Tanya Nielsen
" Maaf tuan, ini jam kerja! Permisi" Ucap Max
" Max aku bilang berhenti" Bentak Nielsen
" Kenapa, apa kau seberkuasa itu? " Tanya Max
" Ada apa denganmu Max" Tanya Nielsen
" Kau pikir siapa kau Nielsen, mengubah pandangan org lain menjadi buruk terhadap seseorang, Pikirkan itu" Ucap Max lalu berjalan keluar dari ruangan Nielsen
"Ada apa dengan orang² ini, kenapa semuanya jadi begini" gumam Nielsen
* **Guys, Jangan Lupa untuk Like & Votenya
Coment, yang membangun monggo!
Untuk perbaikan isi Novel dan juga memuaskan hati readers 🥰
Jangan Lupa Like dan Vote yang buanyakkkk.....
'K HOU VAN JULLIE 🧡***
__ADS_1