
" Aku lagi bahagia, jangan membuatku down " Ucap Nielsen
" Sadar pak, anda andalah seorang ayah " Balas Anne menggoda Nielsen
" Tapi sudah lama rasanya diriku ini, tak merasakan sentuhan kasih sayang dari seorang insan, yang selalu aku dambakan " Lanjut Nielsen
" Apa-paan sih Niels, sentuhan-sentuhan bagaimana? memelukmu pun itu bagian dari sentuhan " Ucap Anne
" Apa kau terlalu lama di rumah sakit, sampai kau lupa caranya menyentuh suamimu? " Tanya Nielsen dengan nada menggoda
" Astaga kenapa otak kotormu, jadi kumat seperti ini? Miracle tolong selamatkan mama " Lanjut Anne
" Jangan kencangkan suaramu, anak kita sedang tidur " Ucap Nielsen
" Oh begitu? " Tanya Anne berpura-pura
" Baguslah kalau begitu, aku bisa dengan leluasa melampiaskan rasa rinduku ini " Ucap Nielsen dengan membalikkan tubuhnya dan mendapati Anne
Nielsen pun mengendong Anne dan membawanya kembali ke kamar tamu
" Kau bilang bahwa kau akan tidur disini kan malam ini? " Ucap Nielsen
" Iya memangnya kenapa? " Tanya Anne
" Tidak masalah, tapi aku akan menemani dan membujukmu tidur di malam ini " Jawab Nielsen dengan senyuman nakalnya
" Dasar, bilang saja bahwa kau akan meniduriku " Bathin Anne
" Apa yang sedang kau pikirkan istriku? " Tanya Nielsen
" Tak ada " Jawab Anne
__ADS_1
Tanpa intro yang panjang, Nielsen pun memulai aksinya
Dengan perlahan-lahan ia meletakkan tubuh Anne ke atas ranjang dan mulai melepas helaian benang, yang menutupi tubuh indahnya
" Mmmmm " Desahan Anne terdengar, yang mengartikan bahwa dirinya telah pasrah
" Ini akan terasa sakit sayang, karena ini pertama kalinya bagi kita setelah kerenggangan yang terjadi di antara kita " Bisik Nielsen di telinga Anne, membuat seluruh bulu kuduknya berdiri tegang
" Aku tahu " Jawab Anne
Nielsen pun kembali memulai aksinya, dengan perlahan ia memasukkan jarinya dan mulai meraih bagian inti milik Anne, desahan tipis kembali terdengar dari bibir sexy milik Anne
Sedangkan jarinya yang lain, mulai meraih bukit kembar milik Nielsen, meremasnya bagaikan sedang meremas sari kelapa dari dari parutan kelapa
Desahan demi desahan terus dikeluarkan dari bibir Anne, membuat hasrat Nielsen semakin membara, namun ia belum ingin menuju pada inti dari malam ini, ia masih ingin menjelajahi inci demi inci di tubuh Anne
" Apakah kau akan menggantungku selama itu? " Tanya Anne, yang sudah tak tahan dibuat gila oleh suaminya
Nielsen terus mengucak benda dibawah sana, sehingga membuat Anne mengerang kenikmatan, dengan cepat Anne bangkit dan membalikkan tubuh Nielsen dibawahnya
" Apa yang akan kau lakukan? " Tanya Nielsen kebinggungan dengan tingkah Anne
" Diam saja dan ikuti alurnya " Jawab Anne
Anne pun memulai dengan menciumi seluruh inci demi inci tubuh Nielsen, lalu turun pada pangkalnya dan mulai mengulum buah rambutan dan ketimun yang dimiliki Nielsen dengan lincahnya, sehingga membuat Nielsen mengerang kenikmatan dan berkali-kali menumpahkan kuah bakso pada wajah cantik milik Anne
" Arghhhhh, akhirnya ada aku melepaskannya setelah selama ini " Seru Nielsen dengan suaranya yanh terdengar berat
Namun tak cukup sampai disitu, keduanya memutuskan untuk memberi kepuasan kepada masing-masing mereka dengan berganti posisi, hal itu membuat degupan jantung kedua insan itu berdebar begitu kencang
Hingga hampir tiga jam telah berlalu mereka melakukan pemanasa dan peregangan otot yang begitu menguras tenaga, sampai akhirnya Nielsen memutuskan untuk memberikan masukkan kepada Anne
__ADS_1
Masukkan itu diterima Anne dengan rasa sakit, namun penuh dengan kenikmatan hingga membuatnya tak berhenti, mendesah juga mengerang kenikmatan dan ity memuaskan bagi Nielsen
" Aku akan keluar " Teriak Nielsen
" Jangan tunggu dulu, ini baru mantap " Ucap Anne
" Kenapa, apa kamu belum lelah? " Tanya Nielsen
" Sedikit lagi " Jawab Anne
" Arghhhh Aku ingin keluar " Teriak Nielsen
" Ssssttttt jangan kencang-kencang, apa kau lupa kalau kita sudah memiliki anak " Ucap Anne
" Ah iya astaga, maaf aku terbawa suasana " Balas Nielsen
" Ini sedikit lagi aku keluar " Ucap Anne
" Aku juga, ayo keluar bersamaan " Lanjut Nielsen
" Arghhhhhhgggghhhhhhhhjkmmmmmmmm " Teriak Nielsen dan Anne bersamaan, setelah adanya pelepasan dari penjara yang menahan mereka selama ini
Permainan pun berhenti dan akhirnya tubuh Nielsen tumbang lemah ke atas tubuh Anne, keduanya pun tertidur pulas setelah semalam suntuk melakukan olahraga kebugaran tubuh, yang benar-benar telah menghabiskan seluruh tenaga mereka
***Buah ketimun dan buah rambutan kalau dibuat manisan kayaknya enak ya bund, Jangan lupa untuk mendukung author dengan cara : Like, Coment dan Vote! Agar Author semakin bersemangat untuk menulis novel 🤗***
__ADS_1
**Love y'All 💜**