Wanita Malam Itu,Milikku!

Wanita Malam Itu,Milikku!
Episode 117


__ADS_3

“ Baiklah tuan putri, bagaimana pun juga kau harus segera membersihkan dirimu, kita baru saja kembali dari rumah sakit kan “ Ucap Nielsen


“ Ah iya benar “ Balas Anne sambil menepuk dahinya.


Nielsen lalu melepaskan pelukannya dari tubuh Anne, agar Anne dapat beranjak pergi untuk membersihkan dirinya.


“ Kau pergilah mandi, aku akan berbelanja aku ingin kau memasak untukku, sudah lama tak memakan makanan buatanmu “ Seru Nielsen lalu ia pun berjalan keluar dan melajukan mobilnya menuju supermaket.


Anne pun dengan segera berlari menaiki tangga menuju kamarnya, saat berada di dalam kamarnya dengan segera ia mengeluarkan ponsel miliknya lalu menghubungi kedua sahabatnya, mereka pun bercengkrama seperti biasa.


Setelah berbicara dengan kedua sahabatnya itu, Anne pun segera mengakhiri panggilannya dan segera membersihkan tubuhnya.


Sementara itu di sisi lain, Nielsen sedang berjalan di dalam supermaket untuk mencari bahan-bahan makanan.


Saat akan melajukan mobilnya, Nielsen dikagetkan oleh seorang wanita yang membuka pintu mobilnya untuk masuk ke dalam dan duduk disebelahnya.


Rupanya wanita tersebut adalah Zee, yang sejak tadi sudah memoerhatikan Nielsen.


“ Apa yang kau lakukan di mobilku, cepat keluar sebelum ku panggilkan petugas keamanan “ Bentak Nielsen


“ Cih, sampai kapan pun aku adalah kekasihmu dan aku takkan pernah membiarkanmu dimiliki oleh orang lain, bahkan Anne sekali pun “ Teriak Zee ke dalam muka Nielsen


Setelah berkata demikian Zee pun turun dari mobil milik Nielsen dan melaju pergi menggunakan mobilnya.


“ Dasar wanita kepa**t itu selalu menggaguku “ Gerutu Nielsen membanting tangannya pada mobil miliknya.


Nielsen pun melajukan mobilnya ke rumah nne dengan perasaan yang sangat kacau.


Tak lama kemudian Nielsen pun memarkirkan mobilnya di parkiran rumah dan masuk kedalam rumah Anne.


Saat memasuki dapur Nielsen melihat Anne yang sedang membuat kopi dengan rambut masih terurai basah, ,membuatnya terpesona dengan kecantikan milik Anne.


Namun seketika paras wajahnya berubah setelah mengigat kembali ucapan Zee.

__ADS_1


“ Kopi Tuan “ Sahut Anne yang melihat Nielsen hanya melamun sejak tadi.


“ Ya tolong berikan segelas kopi, ini semuanya telah aku beli tinggal dimasak saja “ Ucap Nielsen lalu mengambil kopinya dan berjalan menuju ruang tamu dengan perasaan tak tenang.


“ Ada apa dengannya, perasaan tadi semuanya baik saja, kenapa semenjak kembali dari berbelanja wajahnya jadi berubah? “ Gumam Anne


Dengan keberanian yang sangat minim Anne pun berjalan mendekati Nielsen yang hanya terdiam sambil memegang kopinya.


“ Hhhhmmm “ Seru Anne


“ An, sejak kapan kau disana “ Tanya Nilelsen terkaget.


“ Baru saja Niels, apa aku membuat kesalahan padamu? Apa yang terjadi padamu? Apa aku boleh mengetahuinya? Jika aku bersalah, aku akan berusaha memperbaikinya! “ Ucap Anne dengan nada sedih.


“ Tidak ada yang salah denganmu An, ini semua adalah salahku “ Balas Nielsen gugup


“ Salahmu? Apa kau bisa berbuat salah? “ Tanya Anne dengan sangat polos


“ Apa kau masih ingat dengan wanita yang bernama Zee? “ Tanya Niesen


“ Iya aku masih ingat dia, ada apa dengannya “ Tanya Anne kepo


Nielsen pun menceritakan kejadian saat dirinya berada di parkiran supermaket kepada Anne.


“ Benarkah, haishhh mengapa sesama wanita suka menyakiti hati wanita lainnya “ Gumam Anne


“ Bukankah dia kekasihmu “ Tanya Anne


“ Kekasih, dia saja yang teralu banyak berharap dariku! “ Jawab Nielsen


“ Niels, apa kau pernah menjalin hubungan dengannya, jika ya maka selesaikan dulu segalanya sebelum kita melangkah lebih jauh. Aku tak ingin sesuatu yang buruk terjadi kepada kita di masa depan “ Balas Anne


“ Ya aku pernah bersamanya, tapi semuanya itu hanya pelarian semata, selama itu pun yang aku pikirkan hanyalah dirimu, bagaimana caranya agar aku bis mendapatkanmu seutuhnya. Segalanya membuatku tak bisa berpikir dengan jernih oleh sebab itu dia bisa hadir dalam hidupku “ Ucap Nielsen

__ADS_1


“ Baiklah, Aku percaya padamu Niels “ Seru Anne sambil mengelus punngung tangan milik Nielsen dan lalu beranjak menuju dapur untuk mulai memasak.


Anne pun mulai memasak dan sama sekali tak memikirkan perkataan Nielsen barusan.


“ Apa dia marah padaku “ Gumam Nielsen yang sudah mulai tak tenang karena tingkah Anne tadi padanya.


Tak lama kemudian Anne punselesai berkutak dengan masakannya di dapur dan mulai menyajikannya pada meja makan.


“ Niels, ayo makan “ Seru Anne dari meja makan


Tanpa menunggu lama, Nielsen pun berjjalan menuju meja makan dan dari kejauhan ia telah melihat senyuman manis Anne menyambutnya di meja makan


Deg...Deg...Deg...Deg...


“ Astaga bahkan jantungku pun berdebar saat melihat senyuman manis di wajahnya “ Gumam Nielsen sambil menarik kursinya.


Anne pun mulai mengisi tempat milik Nielsen dengan makanan, keduanya lalu makan dengan makan dengan sangat lahap.


“ Anne “ Sahut Nielsen


“ Ya Niels “ Jawab Anne sambil terus mengunyah makanannya.


“ Apa kau marah padaku “ Tanya Nielsen dengan menahan napasnya.


“ Maksudnya “ Tanya Anne dengan nada jutek


“ Apa kau marah padaku soal yang tadi? “ Tanya Nielsen


Anne yang sejak tadi ingin mengerjai Nielsen pun tertawa terbahak-bahak, tak dapat menahan tawanya melihat tingkah konyol Nielsen


“ Apa kau tak marah “ Tanya Nielsen menghela napas legah


“ Untuk apa marah, sudah ku katakan aku percaya padamu. Sudah itu saja apa gunanya jika aku marah, tak ada untungnya kan, jadi selesaikanlah masalah ini dengan gentleman tetapi ingatlah satu hal, aku benci kebohongan dan aku mencintai kejujuran “ Jawab Anne lalu ia pun melanjutkan aktivitas makannya.

__ADS_1


“ Astaga bahkan pria sehebat aku puntak tahu harus membalas apa padanya, mati kutu juga aku dibuatnya " Bathin Nielsen    


" Jangan lupa Votenya "


__ADS_2