Wanita Malam Itu,Milikku!

Wanita Malam Itu,Milikku!
Episode 159


__ADS_3

" Aku tidak boleh gegabah, istriku akan baik-baik saja " Guman Nielsen


Nielsen pun segera mendekati Anne, sembari mengelus-elus perutnya


" Suamiku!tolong jangan dihentikan, perutku terasa sangat nyaman " Seru Anne


" Huffttt syukurlah kalau begitu " Bathin Nielsen


Setelah menunggu begitu lama, akhirnya kapal pesiar tersebut sandar kembali di dermaga Kota B


Erik dan juga keduanya pun turun dari kapal dan lalu diantarnya mereka, menuju jet pribadi milik perusahaan Middelman kembali ke Kota A.


Di dalam perjalan pulang, Anne menghubungi dokter yang menanganinya untuk berkonsultasi terkait dengan apa yang sedang dialaminya


" Niels, nanti tolong kau antarkan aku ke dokter ya, sudah ku buat janji dengannya " Ucap Anne


" Baiklah sayang " Balas Nielsen


Sementara jet pribadi itu,baru saja akan landing. Nielsen telah menghubungi supir perusahaannya untuk menjemput mereka


Setelah mendarat Anne dan Nielsen pun langsung turun dari jet, diikuti oleh beberapa pengawal perusahaan menuju mobil


" Sayang, apa perutmu masih sakit? " Tanya Nielsen yang masih merasakan kepanikan di dalam dirinya

__ADS_1


" Tidakpapa, aku tak apa! Aku hanya ingin memastikan penyebab perutku sangat sakit " Jawab Anne


Tak lama kemudian, Nielsen menghentikan mobilnya, tepat di depan sebuah klinik kandungan, tempat Anne akan menemui dokternya


" Sayang, aku akan masuk! Kau tunggulah disini atau pergilah untuk membelikanku jus " Ucap Anne kepada Nielsen


Anne berusaha menjauhkan Nielsen, agar ia tak mendengar tentang penyakitnya yang menyebabkan tingkahnya menjadi aneh saat di kapal pesiar


" Permisi dokter " Sapa Anne, memasuki ruangan dokter


" Nyonya Anne, silahkan duduk! Lama tak berjumpa " Ucap dokternya


" Tanpa basah basih, jadi gini dok (Anne menjelaskan segala yang telah terjadi padanya) " Jelas Anne kepada sang dokter


" Berbaringlah di atas tempat tidur, perawat akan membantumu. Kita akan memeriksa apa penyebabnnya " Lanjut Dokter


" Anda boleh kembali duduk, Nyonya " Ucap dokter dengan senyuman tipis di bibirnya


" Dok, apakah anda sedang tersenyum? Apa yang terjadi dengan saya? " Tanya Anne panik


" Ini bisa dibilang sebagai keajaiban, karena ada sedang mengandung nyonya " Jawab Dokter dengan nada bahagia


" Jangan bermain-main denganku dok, aku bisa saja membuat klinikmu ini bangkrut dalam hitungan detik " Ancam Anne

__ADS_1


" Tidak Nyonya, aku tak membohongimu, hasil pemeriksaan memang menyatakan bahwa anda sedang hamil nyonya " Lanjut dokter berusaha meyakinkan Anne soal kehamilannya


" Benarkah? " Ucap Anne dengan suara bergetar


Anne tak kuasa membendung kesedihan maupun kebahagiaannya.


Dengan wajah tersenyum, segera Anne berjalan keluar menuju parkiran untuk menemui suaminya Nielsen, untuk memberitahukannya tentang kabar bahagia itu


" Ini jusmu sayang, oh ia bagaimana hasil pemeriksaannya, apa kamu baik-baik saja istriku? " Tanya Nielsen kepada Anne


Anne terus memasang wajah yang terlihat sedih, Anne ingin memberi Nielsen kejutan


" Nyalakan mesinnya, aku akan menceritakannya di rumah saja Niels " Jawab Anne dengan nada sangat pelan


Mendengar ucapan Anne itu, membuat pikiran Nielsen tak tenang dan jiwanya menjadi gusar


" Apa yang akan Anne beritahu kepadaku ya? " Bathin Nielsen


" Suamiku, apa yang kau pikirkan? Tak biasanya kau mendiamiku seperti begini " Tanya Anne membuyarkan lamunan Nielsen


" Tidak ada istriku, aku hanya berpikir tentang hasil pemeriksaanmu " Jawab Nielsen


" Apa kau benar-benar peduli padaku, hingga hasil pemeriksaanku pun kau pikirkan " Tanya Anne terkekeh

__ADS_1


" Tentu saja, aku adalah suamimu " Jawab Nielsen, singkat padat dan jelas membuat Anne tertegun


Nielsen pun menginjak rem dan melajukan mobilnya, agar mereka dapat sampai di rumah lalu dirinya pun dapat mengetahui hasil pemeriksaan Anne


__ADS_2