Wanita Malam Itu,Milikku!

Wanita Malam Itu,Milikku!
Episode 046


__ADS_3

》 Apa iya Anne cemburu karena melihat wanita lain bersama Tuan CEO, ahhh gak mungkinlah wong Anne kek gitu, ga mungkin dia menyukai CEO yg berhati iblis itu, Gumam Sarah


- Anne yg berjalan kembali ke kamarnya langsung merebahkan tubuhnya ke atas ranjangnya.


" Hhmm siapa wanita itu ya, apa dia kekasih Tuan CEO, idihhh ngapain juga gue kepoin mereka, Bodoh ah mending gue tidur, Gumam Anne


- Disisi lain Max sedang duduk meratapi tuannya dan wanita yg duduk disampingnya.


) Tuan kau bangunlah, Wanita yg kau tolong tadi datang dan memasakkanmu bubur ayam, Bathin Max


^ Hey lo, ngapain lo benggong, bawain gue minum dong, Ucap Zee


) Hhhmm, Sahut Max lalu berjalan menuju lemari pendingin untuk mengambil minum untuk wanita itu.


^ Makasih, Ucap Zee


- Max tak membalasnya dan kembali duduk di sofa. Max membalikkan tubuhnya dan melihat jam dinding sudah menunjukkan jam 12 siang. Tak lama kemudian Nielsen mengerakkan jaringa.


^ Kau sudah sadar sayang? Ucap Zee


) Tuan sudah sadar, Aku akan panggilkan dokter, Ucap Max lalu berjalan menuju ruang dokter


- Tak lama kemudian Max kembali bersama dokter yg merawat Nielsen


¤ Permisi Tuan, saya periksa dulu ya, Ucap Dokter kepada Nielsen


- Dokter pun memeriksa tensi dan denyut Nielsen.


¤ Semuanya baik, Tuan! Tuan belum bisa pulang sekarang 2 atau 3 hari lagi baru tuan diijinkan pulang, Ucap Dokter


) Baiklah dokter, terimakasih, Ucap Max


¤ Baiklah, saya tinggal dulu tuan, istirahatlah! Balas Dokter itu lalu berjalan keluar

__ADS_1


) Tuan, akhirnya kau sadar juga, Ucap Max sembari tersenyum tipis


• Terimakasih ya! Sahut Nielsen


- Max yg mendengar ucapan Nielsen pun menjadi terbalak, selama bertahun-tahun Max mengabdi padanya baru kali itu Max mendengarkan secara langsung ucapan terimakasih yg keluar dari mulut tuannya.


) Sudah tugasku mengurusmu Tuan, Balas Max


• Hhmmm Max, Wanita itu ngapain dia disini? Tanya Nielsen karena melihat Zee


) Aku pun tak tahu tuan, siapa yg memberitahunya untuk kemari tuan, Jawab Max kebinggungan


• Suruh dia pulang, malas aku lihat wajahnya, Ucap Nielsen


) Baik tuan, Jawab Max lalu berjalan mendekati Zee


- Max pun berjalan mendekati Zee dan memegang lengannya untuk menariknya ke luar ruangan.


^ Eh ngapain lo, gue ini kekasihnya ngapain lo nyeret gue ini? Tanya Zee


^ Kau, kau berani sekali kau, aku akan membalasmu,Ucap Zee lalu membanting pintu ruangan Nielsen


• Dasar wanita gila, masih berani juga dia mendekatiku, Gumam Nielsen


) mmm tuan, tolong anda jangan banyak gerak, Sahut Max


• Max, dimana wanita itu? Tanya Nielsen


) Wanita yg mana tuan? Tanya Max lagi


• Wanita yg membuatku seperti ini, Jawab Nielsen


) Maksud tuan, Nona Anne, Balas Max

__ADS_1


• Ya itu dia, dimana dia, aku tak melihatnya sejak tadi, dasar tak tahu berterimakasih, aku meregang nyawa untuknya namun dia bahkan tak menjengukku, Ucap Nielsen


) Tuan, tuan sudah salah, tadi pagi nona Anne sudah datang untuk menemuimu, namun kekasihmu sedang duduk disampingmu sembari memegang tanganmu, jadi Anne pun tidak jadi menemuimu, Balas Max


• Benarkah, Tanya Nielsen


) Iya Tuan, Nona juga mengatakan bahwa dia akan kembali bekerja di Perusahaan dan juga dia menitipkan bubur yg dimasakkannya untukmu Tuan, Jelas Max


• Wah benarkah, mana buburnya, pass sekali aku sedang lapar, Ucap Nielsen


- Max pun membuka bubur yg diberikan Anne lalu memberikannya kepada Nielsen, tak sampe 5 menit bubur itu pun ludes dimakan Nielsen


• Astaga bubur ini rasanya sangat enak, lebih enak dari bubur yg ku makan kemarin, Sahut Nielsen


) Benarkah tuan? Jika seperti itu maka aku akan menyuruhnya untuk memasakkannya untukmu selama kau berada di rumah sakit, Ucap Max


• Itu ide ug bagus, Lakukanlah Balas Nielsen sambil tersenyum tipis ke arah Max


- Max hanya terdiam melihat tingkah bossnya itu.


) Sepertinya bossku ini telah menaruh hatinya pada nona Anne, Baguslah jika seperti itu, akupun memiliki kesempatan untuk mendapatkan pujaan hatiku, Sarah! Bathin Max


• Max apa yg kau pikirkan cepat hubungi dia, mintakan dia untuk membawakanku bubur ayam lagi, rasanya aku masih lapar,Ucap Nielsen


) Baik Tuan, Jawab Max


- Tanpa menunggu lama, Max menelpon Sarah untuk meminta nomor Anne, lalu menghubungi Anne. Terlihat senyuman puas di bibir Nielsen.


* GUYS, JANGAN LUPA LIKE DAN VOTENYA *


COMENT, YANG MEMBANGUN SANGATLAH DITERIMA,


UNTUK PERBAIKAN ISI NOVEL DAN MEMUASKAN HATI READERS 🥰

__ADS_1


'K HOU VAN JULLIE 🧡


__ADS_2