
》 Apa iya Anne cemburu karena melihat wanita lain bersama Tuan CEO, ahhh gak mungkinlah wong Anne kek gitu, ga mungkin dia menyukai CEO yg berhati iblis itu, Gumam Sarah
- Anne yg berjalan kembali ke kamarnya langsung merebahkan tubuhnya ke atas ranjangnya.
" Hhmm siapa wanita itu ya, apa dia kekasih Tuan CEO, idihhh ngapain juga gue kepoin mereka, Bodoh ah mending gue tidur, Gumam Anne
- Disisi lain Max sedang duduk meratapi tuannya dan wanita yg duduk disampingnya.
) Tuan kau bangunlah, Wanita yg kau tolong tadi datang dan memasakkanmu bubur ayam, Bathin Max
^ Hey lo, ngapain lo benggong, bawain gue minum dong, Ucap Zee
) Hhhmm, Sahut Max lalu berjalan menuju lemari pendingin untuk mengambil minum untuk wanita itu.
^ Makasih, Ucap Zee
- Max tak membalasnya dan kembali duduk di sofa. Max membalikkan tubuhnya dan melihat jam dinding sudah menunjukkan jam 12 siang. Tak lama kemudian Nielsen mengerakkan jaringa.
^ Kau sudah sadar sayang? Ucap Zee
) Tuan sudah sadar, Aku akan panggilkan dokter, Ucap Max lalu berjalan menuju ruang dokter
- Tak lama kemudian Max kembali bersama dokter yg merawat Nielsen
¤ Permisi Tuan, saya periksa dulu ya, Ucap Dokter kepada Nielsen
- Dokter pun memeriksa tensi dan denyut Nielsen.
¤ Semuanya baik, Tuan! Tuan belum bisa pulang sekarang 2 atau 3 hari lagi baru tuan diijinkan pulang, Ucap Dokter
) Baiklah dokter, terimakasih, Ucap Max
¤ Baiklah, saya tinggal dulu tuan, istirahatlah! Balas Dokter itu lalu berjalan keluar
__ADS_1
) Tuan, akhirnya kau sadar juga, Ucap Max sembari tersenyum tipis
• Terimakasih ya! Sahut Nielsen
- Max yg mendengar ucapan Nielsen pun menjadi terbalak, selama bertahun-tahun Max mengabdi padanya baru kali itu Max mendengarkan secara langsung ucapan terimakasih yg keluar dari mulut tuannya.
) Sudah tugasku mengurusmu Tuan, Balas Max
• Hhmmm Max, Wanita itu ngapain dia disini? Tanya Nielsen karena melihat Zee
) Aku pun tak tahu tuan, siapa yg memberitahunya untuk kemari tuan, Jawab Max kebinggungan
• Suruh dia pulang, malas aku lihat wajahnya, Ucap Nielsen
) Baik tuan, Jawab Max lalu berjalan mendekati Zee
- Max pun berjalan mendekati Zee dan memegang lengannya untuk menariknya ke luar ruangan.
^ Eh ngapain lo, gue ini kekasihnya ngapain lo nyeret gue ini? Tanya Zee
^ Kau, kau berani sekali kau, aku akan membalasmu,Ucap Zee lalu membanting pintu ruangan Nielsen
• Dasar wanita gila, masih berani juga dia mendekatiku, Gumam Nielsen
) mmm tuan, tolong anda jangan banyak gerak, Sahut Max
• Max, dimana wanita itu? Tanya Nielsen
) Wanita yg mana tuan? Tanya Max lagi
• Wanita yg membuatku seperti ini, Jawab Nielsen
) Maksud tuan, Nona Anne, Balas Max
__ADS_1
• Ya itu dia, dimana dia, aku tak melihatnya sejak tadi, dasar tak tahu berterimakasih, aku meregang nyawa untuknya namun dia bahkan tak menjengukku, Ucap Nielsen
) Tuan, tuan sudah salah, tadi pagi nona Anne sudah datang untuk menemuimu, namun kekasihmu sedang duduk disampingmu sembari memegang tanganmu, jadi Anne pun tidak jadi menemuimu, Balas Max
• Benarkah, Tanya Nielsen
) Iya Tuan, Nona juga mengatakan bahwa dia akan kembali bekerja di Perusahaan dan juga dia menitipkan bubur yg dimasakkannya untukmu Tuan, Jelas Max
• Wah benarkah, mana buburnya, pass sekali aku sedang lapar, Ucap Nielsen
- Max pun membuka bubur yg diberikan Anne lalu memberikannya kepada Nielsen, tak sampe 5 menit bubur itu pun ludes dimakan Nielsen
• Astaga bubur ini rasanya sangat enak, lebih enak dari bubur yg ku makan kemarin, Sahut Nielsen
) Benarkah tuan? Jika seperti itu maka aku akan menyuruhnya untuk memasakkannya untukmu selama kau berada di rumah sakit, Ucap Max
• Itu ide ug bagus, Lakukanlah Balas Nielsen sambil tersenyum tipis ke arah Max
- Max hanya terdiam melihat tingkah bossnya itu.
) Sepertinya bossku ini telah menaruh hatinya pada nona Anne, Baguslah jika seperti itu, akupun memiliki kesempatan untuk mendapatkan pujaan hatiku, Sarah! Bathin Max
• Max apa yg kau pikirkan cepat hubungi dia, mintakan dia untuk membawakanku bubur ayam lagi, rasanya aku masih lapar,Ucap Nielsen
) Baik Tuan, Jawab Max
- Tanpa menunggu lama, Max menelpon Sarah untuk meminta nomor Anne, lalu menghubungi Anne. Terlihat senyuman puas di bibir Nielsen.
* GUYS, JANGAN LUPA LIKE DAN VOTENYA *
COMENT, YANG MEMBANGUN SANGATLAH DITERIMA,
UNTUK PERBAIKAN ISI NOVEL DAN MEMUASKAN HATI READERS 🥰
__ADS_1
'K HOU VAN JULLIE 🧡