
Anne pun mengemasi barang milik Nielsen dan Erik yang mengantarkan keduanya untuk kembali ke kediaman mereka
******
Setelah menurunkan keduanya di tempat tujuan, Erik pun kembali melajukan mobil menuju kediamanannya
“ Apakah kau kuat untuk melangkah sendiri atau perlu untuk kupapah? “ Tanya Anne yang kondisi suaminya sangat lemah
“ Lihatlah kondisiku dan tentukanlah, apa aku pantas mendapatkan bantuanmu atau tidak “ Jawab Nielsen
Dengan mendengar jawaban seperti itu, Anne pun memapah tubuh Nielsen masuk ke dalam rumah. Saat memasuki rumah, mata Anne terpaku pada jam dinding yang telah menunjukkan pukul 19.30 namun keduanya belum belum sempat membeli makan malam
“ Niels, mau menunggu di kamar atau ruang tv? Aku harus memasak, jika tidak kita akan kelaparan hingga pagi! “ Ucap Anne
“ Ruang Tv sajalah! Jika kau kecapekkan kita pesan online saja Ann “ Balas Nielsen
“ Baiklah jika seperti itu, pesanlah dan kita tunggu saja disini “ Lanjut Anne
Setelah memesan dan sambil menunggu pesanan diantarkan, Anne pergi menuju dapur untuk mengompres wajahya, saat sedang asik membersihkan luka pada wajahnya terdengar suara seperti orang terjatuh yang membuat Anne panik dan berlarian menuju ruang Tv
__ADS_1
“ Apa yang mau kau lakukan, tenanglah jangan terlalu banyak gerak “ Gerutu Anne, yang kesal karena Nielsen yang berusaha untuk berdiri dan terjatuh ke lantai
“ Rasanya aku sangat tak berguna Ann “ Gumam Nielsen
“ Hentikanlah omongkosongmu dan berjuanglah agar kau berguna seperti semula lagi Niels “ Balas Anne
Setelah menunggu begitu lama, akhirnya pesanan mereka pun tiba. Dengan segera Anne mengambilnya dan keduanya pun makan dengan lahapnya. Setelah selesai menikmati makan malam mereka, Anne memapah tubuh besar Nielsen menuju kamar mereka
Anne meletakkan Nielsen di tempat tidur dan dengan telaten Anne menyiapkan air hangat disebuah baskom dan menggunakannya untuk menge-lap dan membersihkan tubuh Nielsen
Anne yang biasanya malu-malu kali ini harus memberanikan dirinya, meskipun wajahnya masih saja memerah karena merasa malu dan Nielsen hanya memandangnya dengan tersenyum bahagia.
Setelah membersihkan tubuh Nielsen, Anne pun dengan segera mandi untuk merilekskan tubuhnya, dan kembali ke tempat tidur lalu keduanya pun berpelukan dan tidur
ternyaman dan teraman bagiku “ Bathin Anne
“ Takkan pernah aku lepaskan dirimu dari pelukanku “ Bathin Nielsen
****
__ADS_1
Pagi pun telah tiba, saat Nielsen terbangun dan melihat sekitarnya. Ia tak mendapati keberadaan Anne dengan terpaksa Nielsen berusaha untuk mengerahkan seluruh tenaganya untuk ke toilet namun keinginannya tak tecapai
Saat usahanya tak meghasilkan apapun, Anne yang dicari-carinya berdiri tepat dhadapannya dengan membawa sebuah nampang yang berisikan sarapan bagi keduanya
“ Selamat pagi “ Sapa Anne, ia pun terus berjalan dan meletakan sarapan yang dibawanya ke atas meja
Lalu dengan segera dirinya memapah tubuh Nielsen menuju toilet, setelah kembali dari toilet keduanya pun menikmati sarapan mereka
“ Wow ini sungguh lezat Ann “ Tutur Nielsen
“ Tentu saja, ini aku buat spesial karena hari ini adalah hari pertama aku membuat sarapan dengan menyandang predikat sebagai istrimu “ Balas
Ucapan yang dlontarkan Anne, bagaikan sengatan listrik yang mengenai tubuh nielsen hingga membuatnya merinding
“ Maafkan Ann, bukannya memuaskanmu aku malah menyusahkanmu “ Ucap Nielsen tertunduk
“ Apakah pernikahan kita ini adalah pernikahan kontrak,hingga semuanya harus dilakukan sesuai dengan waktu yang yang ditentukan, sebelum masa kontraknya habis? “ Tanya Anne
“ Tidak, aku menikahi berdasarkan kemauanku dan karena aku mencintaimu, bukam karena kontrak! “ Jawab Nielsen tegas
__ADS_1
“ Oleh sebab itu, kau tak perlu merasa terbebani Niels, semuanya ada waktu! “ Lanjut Anne
Hello Readers, jangan lupa untuk meninggalkan jejak dengan cara Like, Coment dan Vote Sekecil apapun kontribusi kalian bagi author, itu sangat bermanfaat agar cerita makin Up dan author pun juga bahagia ❤