Wanita Malam Itu,Milikku!

Wanita Malam Itu,Milikku!
Episode 190


__ADS_3

Sinar mentari merekah, kicauan burung pun bernyanyi merdu di pagi, menyambut hari yang baru


Anne yang teringat akan Miracle pun terbangun dari tidurnya, dengan merasakan pegal disekujur tubuhnya


" Sakit sekali badanku " Gumam Anne, dengan berusaha bangun dari ranjang


Nielsen masih terlihat pulas dan nyenyak hingga Anne tak ingin menganggu tidurnya, hingga dengan langsung ia pergi ke kamar Miracle


" Good Morning My Baby " Sapa Anne kepada Miracle


" Hari ini di hari baru ini, keluarga kita telah dipersatukan kembali, setelah beberapa waktu yang lama dan mama sangat bahagia " Ucap Anne dengan mengelus-elus wajah Miracle


" Ayo bangun, kita akan ke bawah untuk agar mama bisa menyiapkan sarapan untukmu dan juga untuk papamu " Ucap Anne kembali kepada Miracle


Anne langsunh menggendong Miracle ke dalam dekapannya dan berjalan menuruni tangga, rupanya dibawah sana telah ada seseorang yang menunggu mereka


" Selamat pagi cucuku " Sapa Erik, yang telah mengunjungi mereka


" Papa, papa kapan tiba? " Tanya Anne terkejut


" Baru saja nak, papa ingin sarapan bersama kalian itulah sebabnya papa ada disini " Jawab Erik kepada Anne


" Baiklah kalau begitu dengan senang hati, pa bolehkah aku menitip Miracle? " Tanya Anne

__ADS_1


" Tentu saja, dia adalah cucuku! Sini berikan padaku dan kau pergilah ke dapur " Jawab Erik


" Terimakasih pa " Balas Anne, lalu dengan segera ia menuju dapur


Dengan cekatan Anne mulai menyiapkan sarapan dan meletakkannya di ruang makan keluarga


" Papa, ayo sarapan pa " Seru Anne dari ruang makan


Anne pun mengambil Miracle dari dekapan Erik, dan mulai menyuapinya dan memberinya susu


" Anne, apa tidak sebaiknya kau membayar seseorang untuk menjadi assiten rumah tanggamu untuk membantumu disini? " Tanya Erik


" Aku juga ingin pa, tapi aku tidak tahu siapa yang layak untuk membantuku, aku pun juga mengkhawatirkan keselamatan dan keamanan putra kami, lagipula siapa yang dapat dipercaya pa selain kita sendiri " Jawab Anne


" Memangnya boleh pa? Beliau sekarang berumur berapa? " Tanya Anne


" Dia seumuran dengan papa pastinya " Jawab Erik


" Maaf pa, apa ibunya tidak kecapekan? " Tanya Anne kembali kepada Erik


" Nak, kita membutuhkan bantuannya untuk menjaga dan membantumu di rumah ini, bukan di perusahaan nak " Jawab Erik


" Hehehe papa bisa aja! Baiklah aku akan mendiskusikannya bersama dengan Nielsen terlebih dahulu, dan akan aku pastikan untuk langsung memberitahukan hasil diskusi kami kepada papa " Balas Anne

__ADS_1


" Baiklah! Ngomong-ngomong hubungan kalian telah baik-baik saja, kau terlihat pucat nak apa obatmu habis? " Tanya Erik dengan nada terdengar khawatir


" Papa, Anne tidakpapa! Hanya saja mungkin kecapekkan setelah perjalanan kilat kemarin pa " Jawab Anne


" Jangan lupa untuk menjaga kesehatanmu selalu nak " Lanjut Erik


" Papa ga tahu aja, aku dibuat kewalahan dan pucat oleh putra bapa sendiri " Bathin Anne


" Kenapa sejak tadi papa belum melihat batang hidung Nielsen? " Tanya Erik


" Nielsen ya pa? Dia masih tidur! Dia kelelahan sepertinya pa, kurang istirahat yang cukup semenjak Anne masuk rumah sakit dan kelihatannya ia sangat nyenyak dengan tidurnya, jadi Anne tidak ingin menggangunya pa " Jawab Anne


" Baiklah, memang itu dia butuhkan nak " Balas Erik




***Jangan lupa untuk semangatnya kepada author dengan cara : Like, Coment dan Vote 💐***



**Love y'All 💜🤗**

__ADS_1


__ADS_2