Wanita Malam Itu,Milikku!

Wanita Malam Itu,Milikku!
Episode 114


__ADS_3

Anne yang mendengar pertanyaan dari sarah, tak menjawab dan hanya menundukkan kepalanya.


“ Benar kata mama, kembalilah nak kepada mereka, papa dan mama sudah bahagia bisa bertemu denganmu dan kami akan selalu berada disisimu, tetapi mereka jauh lebih membutuhkanmu terutama calon suami dan mertuamu, papa tak ingin kau membuat sahabat papa bersedih “ Ucap Jhon


“ Tapi aku masih ingin bersama kalian, aku masih rindu, aku mohon jangan usir aku ya “ Ucap Anne sambil tersenyum lebar kepada kedua orangtuanya.


“ Baiklah, tetapi berjanjilah untuk kembali dan berjanjilah untuk selalu bahagia apapun kondisi yang menimpamu nak dan tolong sampaikan salam kami kepada mertuamu “ Ucap Jhon


#Flashback Off


Nielsen terus menangis dan menggoyang-goyangkan tubuh Anne, perawat yang bertugas untuk memandikan jenazah pun masuk ruangan untuk mendorong ranjang Anne keluar menuju kamar jenazah.


“ Permisi tuan-tuan dan Nyonya-nyonya, kami ditugaskan untuk membawa jenazah nona Anne keluar “ Ucap seorang perawat kepada mereka


“ Tidak, aku takkan membiarkanmu melakukannya “ Balas Nielsen dan menahan ranjangnya.


“ Nak, sudah lepaskanlah biar mereka membawanya, kita akan bersalah jika melakukan ini nak “ Ucap Erik


“ Tidak akan pernah pa, aku takkan pernah membiarkan hal itu terjadi “ Balas Nielsen


Erik tak dapat melanjutkan ucapannya dan hanya menghela napas melihat tingkah putranya itu.

__ADS_1


“ Anne bangun Anne, aku bahkan belum menyentuhmu dan kau membiarkan mereka untuk menyentuhmu, Cih cinta macam apa ini “ Teriak Nielsen dengan suaranya yang sudah mulai terdengar parau karena menangis.


Raphael dan lainnya terbalak mendengar ucapan Nielsen yang sangat terbilang konyol itu, tetapi Nielsen pun tak  memperdulikan mereka.


Perawat hanya kebinggungan dan tak berani melawan Nielsen, karena pria tersebut sangat berpengaruh di kota itu.


Jesse dan Sarah tak dapat melakukan apapun, mereka hanya dapat berharap kepada sebuah harapan bahwa Anne akan kembali.


Nielsen pun mendekatkan tangannya dan membelai lembut wajah Anne yang sudah tak cantik lagi, kulit bahkan terlihat seperti luka lebam.


“ Kau bahkan masih terlihat cantik dengan kulitmu yang menakutkan ini “ Ucap Nielsen dengan terkekeh


Erik dan semua yang berada dalam ruangan menjadi panik, mereka takut jika Nielsen menjadi gangguan jiwa karena tak ingin kehilangan Anne.


pucuk kepala Anne


Saat akan menarik tangannya dari pinggir ranjang Anne untuk berjalan pergi, Nielsen merasa tangannya seperti ditahan oleh sesuatu yang dingin.


Perasaanya bercampur aduk antara takut dan binggung, Tapi Nielsen tak berani berharap jika itu adalah pertanda Anne akan kembali.


“ Kau tak perlu bertingkah berlebihan seperti ini sayangku, aku takkan meninggalkanmu! Aku akan mengurus segalanya hingga pemakamanmu “ Seru Nielsen dengan tatapan kosong.

__ADS_1


Semua orang pun tahu bahwa Nielsen hanya berusaha tegar di hadapan mereka, bahwa sebenarnya jauh di dalam lubuk hatinya sedang hancur berkeping-keping karena kehilangan seorang yang sangat ia cintai.


“ Bolehkah kau menemaniku, aku tak ingin sendiri “ Sahut Anne dari belakangnya.


“ Tentu saja, sesuai janjiku aku akan menemanimu sayangku “ Balas Nielsen


Perawat yang melihat kejadian itu hanya terbalak, sedangkan Erik dan yang lainnya kebinggungan karena Nielsen tak kunjung menyadari jika ia sedang berbicara dengan Anne


Anne pun menarik lengan Nielsen dan membangunkan tubuhnya dengan begitu cepat dari ranjangnya sehingga membuat semua orang berlarian keluar ruangan karena takut.


Sedangkan Nielsen hanya terduduk di atas lantai sambil menangis. Erik berusaha menarik tubuhnya tetapi tak bisa sehingga Erik dan lainnya pun pergi keluar meninggalkannya.


Anne pun turun dari ranjangnya dan berjalan mendekati Nielsen yang sedang menangis, Nielsen merasa Anne belum bisa beristirahat dengan tenang karena perbuatan Niesen kepadanya tempo dulu.


“ Mengapa kau tak lari, apa kau takut seperti yang lainnya “ Tanya Anne yang sudah berdiri di hadapan Nielsen


Karena tubuhnya yang terlihat sangat lebam membuatnya terlihat seperti mayat hidup, membuat tubuh Nielsen gementar namun Nielsen tetp memberanikan dirinya untuk menjawabnya.


“ Aku mohon, tolong maafkan semua salahku padamu, yang aku lakukan dulu adalah kesalahanku tetapi sungguh aku sangat mencintaimu, baik saat kau hidup maupun kau tiada “ Jawab Nielsen


Erik dan yang lainnya sangat ketakutan hingga tak berani untuk masuk kembali ke ruangan untuk menemuinya.

__ADS_1


- Author ketiknya sambil ngakak parah wkwkwkwkwk


               " Jangan Lupa Votenya Kaka -kaka "


__ADS_2