Wanita Malam Itu,Milikku!

Wanita Malam Itu,Milikku!
Episode 163


__ADS_3

Ketika bangun pagi Anne mulai merasakan kram di bagian perutnya, ia pun mulai memanggil-manggil Nielsen


" Sakit sekali perutku " Gumam Anne dengan berusaha bangkit dari ranjangnya


" Dimana Nielsen, kemana dia pergi? " Gerutu Anne lagi


" Tolong, tolong " Ucap Anne dengan nada tak bertenaga hingga akhirnya dirinya pun pingsan


Yang terngiang dia kepalanya hanyalah suara sirene ambulance


# Flashback ON


Nielsen yang baru saja kembali mengambil dokumen di mobil, dikejutkan dengan tubuh Anne yang sudah terkapar di atas lantai


Dengan segera Nielsen menghubungi rumah sakit untuk mengirimkan ambulance dan menjemputnya menuju rumah sakit


#Flashback OFF


Ambulance pun tiba di rumah sakit, dengan segera perawat yang bertugas menurunkan tubuh Anne dan meletakkannya di atas ranjang dan mendorongnya menuju ruang gawat darurat


" Bertahanlah sayang, kau pasti akan bisa melewati semua ini " Gumam Nielsen


Lampu tanda gawat darurat dinyalakan, perawat yang bertugas bergatian keluar untuk memasuki ruangan tersebut


" Permisi tuan " Seru dokter yang bertugas pagi itu

__ADS_1


" Bagaimana dok " Tanya Nielsen gugup


" Begini tuan, kami harus segera melakukan pembedahan atau operasi caesar terhadap istri anda, jika tidak " Ucapan dokter pun terhenti


" Jika tidak, apa dokter! Katakan! " Bantak Nielsen


" Jika tidak, kita bisa saja kehilangan bayinya dan juga ibunya " Jawab Dokter


Nielsen terdiam dan bulir air matanya pun mulai menetes membasahi wajahnya


" Semoga ini adalah keputusan yang benar " Guman Nielsen setelah menanda tangani semua kertas yang diberikan oleh dokter


" Aku tak ingin kehilangan anakku, namun aku juga tak bisa hidup tanpa istriku. Jika boleh meminta, bolehkan aku mendapatkan keduanya Tuhan? " Bathin Nielsen


" Nak, kamu harus kuat demi bayi dan juga istrimu " Ucap Erik yang sejak tadi sudah berada disamping Nielsen, tetapi tak disadari olehnya


" Kamu harus tabah nak " Balas Erik


" Papa ingat, dulu Nielsen hampir kehilangan Anne. Tetapi Tuhan mengembalikannya kepada Nielsen, apakah kali ini Tuhan akan melakukannya juga? " Tanya Nielsen kepada Erik


" Pertanyaanmu ini sangat berat nak, tapi menurut papa, lakukanlah yang benar menurut kata hatimu " Jawab Erik


" Nielsen tidak sanggup pa, menghadapi kenyataan ini pa " Ucap Nielsen dengan air mata yang semakin deras di pipinya


" Jagalah wibawamu sebagai seorang ayah dan juga suami nak " Ucap Erik mencoba untuk menguatkan Nielsen

__ADS_1


" Ini berat bagiku pa, apa gunanya wibawa tanpa orang-orang yang kita cinta dan mencintai kita oa, katakan papa katakan padaku " Bentak Nielsen kepada Erik


Erik pun tak membalas ucapan putranya yang sedang dipenuhi dengan kesedihan dan juga amarah


" Bagaimana mungkin aku bisa hidup tanpanya pa " Ucap Nielsen dan kembali memeluk Kevin


Sementara di dalam ruang operasi, jantung Anne mulai melemah dan tak lagi menunjukkan detakan jantungnya


" Oek Oek " Suara tangisan bayi Nielsen dan Anne


Ketika mendengar suara tangisan sang bayi, air mata Nielsen kembali berderai


" Tangisan ini, apa kau sudah meninggalkanku istriku? " Guman Nielsen


Nielsen tak kuasa menahan air mata dan juga emosi di dalam hatinya


Tembok rumah sakit pun menjadi korban kekejaman Nielsen, berkali-kali Nielsen memukul tembok teesebut tanpa henti, hingga kepalan tangannya berlumuran darah


" Hentikan itu nak, itu hanya akan menyakitimu nak " Ucap Erik


" Papa, apa papa pernah merasakan apa yang Nielsen rasakan saat ini? Harus merelakan istrinya demi seorang anak? Apa saran papa untuk Nielsen " Tanya Nielsen dengan terus mencucurkan air mata


Erik tak dapat menjawab pertanyaan yang berikan putranya, ia hanya terdiam dan terduduk kembali di kursi ruang tunggu


" Jangan kira papa tidak sedih, wanita yang kau anggap istrimu itu, sudah papa anggap seperti putri papa sendiri, jangan pikir hanya kau yang terluka Niels, dukamu adalah dukaku nak " Ucap Erik yang sedari tadi berjuang menahan tangisannya

__ADS_1


Author ikutan mewek nulis ceritanya 😭


__ADS_2