
Erik hanya tertegun dengan jawaban yang diberikan oleh Nielsen
" Anne! Aku sungguh merasa kesepian saat ini, kembalilah padaku dan kita akan memperbaiki segalanya " Ucap Nielsen
Tangisan Miracle terus saja menggema diseisi ruangan itu, dokter dan perawat pun kebingungan entah bahasa apalagi yang harus mereka gunakan untuk menjelaskan segalanya kepada Nielsen
" Setelah bertahun-tahun kami bersama, lalu aku harus kehilangan dirimu, aku tak tahu bagaimana nasibku dan anak kita " Ucap Nielsen
Alat-alat yang digunakan pada tubuh Anne pun telah dilepaskan, kini hanya keajaiban yang diharapkan oleh Nielsen itu juga yang diharapkan oleh semua orang
" Dok, apa menurutmu beliau akan kembalinya? " Tanya seorang perawat
" Menurut ilmu medis yang kita pelajarinya, tentunya dia tidak akan kembali, namun kita melihat kepada kejadian bertahun-tahun lalu, kisah cinta mereka menyatukan keduanya, sungguh naif jika tidak percaya mujizat Tuhan itu tak ada " Jawab dokter itu dengan tersenyum
Perawat itu pun hanya terdiam dan tak melajutkan perkataannya
" Dok, dok lihat ini " Seru seorang perawat yang sejak tadi melepaskan alat-alat yang berada di tubuh Anne
Karena penasaran dokter itu berjalan mendekati perawat itu, untuk mengetahui penyebabnya
" Dok, lihatlah ini " Ucap perawat itu menunjuk ke arah luka-luka pada tubuh Anne
__ADS_1
Dokter itu pun ikut terkejut karena melihat luka-luka itu mengering, bahkan ada juga bekas luka yang mulai menghilang dari tubuh Anne
" Pasangkan kembali alat-alatnya sus " Ucap dokter itu
Mereka pun memasangkan kembali alat-alat itu ke tubuh Anne
" Kami akan memeriksanya kembali, karena bekas lukanya pun memudar dan bahkan yang terlihat buruk pun mulai membaik, bukankah ini pertanda baik " Ucap dokter
Nielsen pun langsung bangkit dari duduknya dan mulai memeriksa tubuh Anne, untuk memastikan ucapan sang dokter
" Pa, lihatlah dia tak akan setega itu padaku, apalagi kepada anak kami, Anneku telah kembali " Ucap Nielsen dengan tersenyum lebar
Erik hanya kebingungan, rasanya takdir sedang bermain-main dengan keluarganya
Semua perawat yang berada di dalam ruangan itu yang sejak tadi raut wajah mereka bersedih pun kini ikut tersenyum dengan apa yang mereka lihat barusan
" Mujizat itu memang nyata " Ucap seorang kepada yang lainnya
" Jangan lupa bahwa kekuatan cinta itu memang nyata " Balas seorang perawat
" Eitsss tapi jangan lupa, kasih seorang ibu itu lebih nyata, aku yakin nyonya memutuskan kembali demi putranya " Lanjut seorang perawat
__ADS_1
" Eh jangan sembarangan, apa kalian buta bahwa Cinta tuan pun ikut andil dalam hal ini? " Interupsi perawat lainnya
" Sudahlah kalian berhentilah berbicara yang aneh-aneh, sekarang uruslah nyonya pindahkan beliau ke ruang rawat " Seru dokter menghentikan pembicaraan mereka
Denga tersenyum perawat-perawat itu melaksanakan perintah yang diberikan kepada mereka, Erik hanya tersenyum sejak tadi
Nielsen terus berdiri di samping ranjang Anne, seolah tak ingin menjauh darinya, putranya pun sudah berhenti dari tangisannya
" Lihatlah nak, mamamu takkan meninggalkanmu dan papa, kita sangat beruntung memiliki mamamu " Bisik Nielsen kepada Miracle yang sudag terlelap di dalam pelukannya
" Bahkan seorang anak kecil pun tahu, bahwa orang yang ia cintai telah kembali, bahkan ia sudah tak menangis lagi tuan " Seru ajudan pribadi Erik
" Kamu sangat benar, sepertinya ia juga sudah mengetahui bahwa badai yang menerpa mereka telah berlalu " Balas Erik
**Author ga ngerti lagi sama readers yang komen bilang alurnya kaku, untuk menciptakan sebuah bacaan author harus mikir dulu, namanya novel itu tidak terlepas dari bahasa atau cerita yang kaku, itu namanya novel, masa maunya bagus terus 🤒**
__ADS_1
**Buat readers tersayang, yang ingin memberi saran untuk alurnya, boleh di kolom komentar atau pun PC yaaaaaa 💜💜💜💜💜**💜💜