
Nielsen tak dapat melepaskan padangannya terhadap Anne, yang terlihat sangat khawatir
" Kenapa dia begitu merasa terbebani, padahal Miracle hanya demam biasa " Bathin Nielsen
Pikiran Nielsen melayanh-layang memikirkan tingkah Anne, lalu dengan segera Nielsen pun berjalan pergi untuk menghubungi Erik
" Mau kemana dia " Gumam Anne
Anne hanya memandangi punggung Nielsen hingga ia tak terlihat lagi olehnya
Buliran air matanya pu semakin deras, ia berpikir bahwa semua ini adalah salahnya, hingga Nielsen pun sudah tak mempedulikan mereka lagi
Sementara disisi lain Nielsen sedang bercakap-cakap dengan ayahnya Erik
Setelah menghubungi Erik, Nielsen memilih untuk berdiam di dalam mobilnya dan kembali mengigat ucapan Erik
#Flashback ON
📞 " Halo Pa " Sahut Nielsen
📞 " Ya Nak, apakabarmu? " Tanya Erik dari balik ponsel
📞 " kkdkkeoeolwllszmzms " Ucap Nielsen menjelaskan keadaan yang sedang terjadi
__ADS_1
" 📞 Nak mamamu pun dulu melakukan hal yang sama, ketika kau jatuh sakit, ia merasa bahwa ia belum menjaga dengan baik, meskipun seluruh kebahagiaan di dunia ini telah ia berikan padamu " Balas Erik
📞 " Pa, apa menurutmu aku bersalah pada Anne? " Tanya Nielsen
📞 " Tak ada yang salah, kalian hanya terlalu egois memikirkan kepentingan kalian, cobalah untuk berbicara dengannya dan membahasnya agar hubungan kalian bisa kembali lagi seperti semula nak " Jawab Erik
📞 " Begitukah? " Tanya Nielsen kembali
📞 " Papa juga sebenarnya merasa sangat bersalah kepada Anne, papa hanya berpikir dari sisi seorang ayahmu dan tak memikirkannya sebagai ibu dari seorang anak " Jawab Erik
📞 " Baiklah jika seperti itu pa, aku akan menelponmu lagi " Ucap Nielsen mengakhiri panggilannya
#Flashback OFF
" Sekarang apa yang harus ku perbuat " Gumam Nielsen
Nielsen yang sejak tadi berdiri di luar kaca dan hanya memandangi mereka, memutuskan untuk masuk dan menutupi tubuh Anne dengan selimut
" Jika waktunya sudah tepat, kita akan bicara istriku " Gumam Nielsen
Anne mendengarkan ucapannya namun ia memilih untuk tetap berpura-pura tidur, hingga Nielsen kembali melangkahkan kakinya keluar
" Tapi kapan, kau akan berbicara padaku " Ucap Anne yang memandangi ruangan kosong itu
__ADS_1
Keesokan harinya dokter yang merawat Miracle pun menginfokan bahwa Miracle sudah boleh keluar dari rumah sakit
Semua prosedur pun sudah ditangani oleh Nielsen, Anne pun memesan taxi untuk mengantarkan mereka kembali ke rumah
Sesampainya mereka di rumah, Anne tak mendapati Nielsen disana
" Sepertinya kau tidak ingin menemui kami, baiklah jika itu maumu, aku akan menunggu hingga hari itu tiba, dimana kita akan berbicara " Gumam Anne
Tiba-tiba pintu rumah terbuka, wajah yang terlihat disana adalah Erik
" Eh kalian sudah pulang? " Tanya Erik
" Iya pa, kami baru saja tiba pa " Jawab Anne
" Baiklah, Nielsen juga sedang melakukan perjalanan bisnis dan ia memintaku untuk menemani kalian untuk beberapa hari " Ucap Erik
" Baiklah jika seperti itu pa, aku akan mengantarkan Miracle ke kamarnya dulu pa " Balas Anne
" Setelah itu temui papa ya, ada yang ingin papa bicarakan " Lanjut Erik dan pergi menuju dapur
" Baiklah pa " Balas Anne dan pergi menuju kamar Miracle
" Papa tahu apa yang sedang kau pikirkan nak, itulah sebabnya papa ada disini " Gumam Erik dengan terus mengaduk kopi miliknya
__ADS_1
Hello, maafkeun Author beberapa hari terakhir ini tidak Up, author benar-benar sibuk 😥
Terimakasih sudah menunggu, Love ya'll 💜