
" Bagus jika kau sudah memahaminya " Ucap Nielsen kepada Anne
Anne hanya terdiam sembari menatapi Nielsen, yang terlihat sangat berbeda saat itu
" Apakah kau juga menyadari kesalahanmu Niels? " Tanya Anne
" Kesalahan yang mana? " Tanya Nielsen kembali kepada Anne
" Lihatlah dirimu, kau terlalu sibuk memperhatikan kesalahanku, sampai kesalahanmu sendiri tak kau perhatikan " Ucap Anne kepada Nielsen
" Apa maksudmu Anne? " Tanya Nielsen kebinggungan
" Nielsen, lihatlah keadaannya! Kau memperhadapkanku dengan situasi dimana aku tak bisa membela diriku sendiri, seolah-olah segalanya terjadi karena kesalahanku " Jawab Anne
" Tapi kenyataannya kau bersalah Anne, kau tak bisa menguasai diri dan terlalu emosional dalam menghadapi segalanya " Balas Nielsen
" Iya, Kau memang benar! Aku adalah orang yang seperti itu dan kau tahu betapa bodohnya diriku, karena aku berpikir bahwa pria yang menikahiku tak akan membiarkanku untuk melakukannya, tetapi yang aku dapatkan justru sebaliknya, aku bahkan mengalami koma, apakah kau tak mengerti dan memahami arti dari sebuah keluarga Nielsen? " Ucap Anne dengan dahinya sudah dipenuhi urat-uratnya
" Lah, kenapa jadi aku yang bersalah Anne? Semua yang terjadi karena ulahmu Anne " Ucap Nielsen
" Tolong maafkan aku, kamu memang tak pantas untuk disalahkan, akulah yang bersalah akulah yang terlalu berharap bahwa suamiku akan menyayangiku apapun yang terjadi didalam kehidupan keluarga kami, bahkan aku terlalu berharap untuk apapun yang terjadi dia takkan meninggalkan aku seorang diri bersama putra kami disini " Jawab Anne
" Baiklah, berhentilah berbicara Anne, berikan aku waktu untuk memikirkan segalanya " Ucap Nielsen
" Apa katamu, waktu untuk berpikir? Nielsen aku mengalami koma untuk waktu yang sangat lama, kau bahkan memiliki banyak waktu untuk memikirkan segalanya, tapi kini kau memintaku untuk memberikanmu waktu untuk berpikir? Baiklah ambillah waktumu dan gunakanlah waktumu dengan bijak " Ucap Anne dengan langsung mendorong kursi rodanya menuju ruang keluarga, meninggalkan Nielsen yang berada disana
" Semua ini tak semudah yang dipikirkan " Gumam Nielsen dengan meneguk kopinya
Pagi ini tak seindah dan tak secerah pagi-pagi sebelumnya, Anne hanya hanya terduduk di depan jendela rumahnya dengan memangku tubuh mungil putranya.
Tak selang beberapa waktu kemudian, datanglah Erik dengan supir pribadinya.
" Selamat pagi putri dan cucuku " Seru Erik yang berjalan mendekati keduanya
__ADS_1
" Papa " Sahut Anne, kepada Erik
Erik pun mendekati Anne, dengan sabar ia mendengarkan segala curahan hati menantunya itu, Anne menceritakan segala kegundahan hatinya kepada Erik
Anne juga meminta ijin untuk pergi bersama Miracle untuk beberapa waktu, untuk menenangkan hatinya juga memberikan waktu kepada Nielsen untuk berpikir
" Tapi papa harus berjanji untuk, tidak memberitahu Nielsen ya pap, biarkanlah dia memiliki waktu untuk memikirkan segalanya " Ucap Anne
" Baiklah nak, papa janji tak akan memberitahunya dengan syarat kau harus menjaga cucu penerus keluarga ini dengan baik " Balas Erik
" Tentu saja papa, Anne janji " Jawab Anne
" Dimana perlengkapan kalian? " Tanya Erik
" Di ruang keluarga pa, aku sudah menyiapkannya sejak, Nielsen pergi ke perusahaan " Jawab Anne
" Baiklah, papa akan meminta sopir papa untuk mengantarkan kalian kesana " Ucap Erik
Dengan segera Anne melipat kursi rodanya, diikuti Erik yang mendekap Miracle di dalam pelukannya untuk melepaskan kepergian kedua anggota keluarganya itu.
Setelah satu jam perjalanan, akhirnya mereka pun tiba di bandara disana telah parkir pesawat pribadi milik Perusahaan Middelman.
Anne dan Miracle didampingi supir pribadi Erik naik menuju pesawat itu.
" Nyonya, saya titip tuan muda. Tolong pastikan tuan muda akan baik-baik saja, saya pamit Nyonya " Ucap Supir pribadi Erik, lalu ia pun turun meninggalkan mereka dan pesawat pun melepas landas meninggalkan Negara A menuju Negara B
Di Negara B Jesicca sahabat Anne dan Raphael suaminya, telah menunggu di bandara, dengan sudah tak sabar untuk menyambut kedatangan Anne dan Miracle, dengan exicted
" Jess " Seru Anne dari jauh
" Anne " Seru Jessica dengan berlarian menghamburkan pelukan kepada Anne
" Oh astaga, aku sampai lupa bahwa aku memiliki ponakan yang ikut bersamamu " Ucap Jessica menggoda Anne
__ADS_1
" Selamat datang Nyonya Anne dan Tuan Muda Middelman " Ucap Raphael
" Eh Raph sembarangan sekali kau, Miracle masih terlalu kecil untuk menanggung beban berat itu " Balas Anne dengan tertawa terbahak-bahak
" Baiklah, ayo kita ke Villa keluarga Middelman yang berada disini " Ajak Raphael dengan membantu mengurus barang bawaan mereka, sedangkan Jessica Anne dan Miracle sudah berada di dalam mobil
" Ann, apa menurutmu ini keputusan yang baik? menjauh darinya untuk sementara? " Tanya Jessica
" Entahlah, tapi aku butuh waktu " Jawab Anne
" Oh iya, maafkan aku yang tak berada disisimu ketika kau sekarat di rumah sakit Anneku " Goda Jessica
" Tidak ada masalah, Jess semuanya baik-baik saia buktinya kini aku ada bersamamu disini " Balas Anne
" Semuanya siap? " Tanya Raphael
" Tentu saja " Jawab Anne dan Jessica bersamaan
Dengan segera Raphael menancap gas, melaju pergi
*Jangan Lupa Untuk* :
***Like, Coment dan Vote*** 💜
**Author belum pernah merasakan, mendapat ranking untuk vote terbanyak 😪💔☹**
__ADS_1