
" Apaan sih Max, lo gak bisa lihat gue bahagia ya " Sahut Nielsen
" Gue senang banget kok lihat lo bahagia Nielsen, btw laporannya yg kalian buat gimana " tanya Max kepada Nielsen, agar Nielsen memiliki alasan untuk dapat bertemu kembali dengan Anne.
" perhatikan jalan depan lo, ga usah banyak bacot lo! " Balas Nielsen kecut
" hhhmm benar juga kata Max, besok pagi gue bakal kesana, ga sabar buat lihat tingkah konyolnya si Anne " Bathin Nielsen
Tak lama kemudian mobil Max pun memasuki parkiran rumah Nielsen.
" Nielsen, gue balik dulu ke apartemen gue " Sahut Max
" Kok tumben, biasanya juga nginap " tanya Nielsen
" Kan kemarin ada oom, makanya gue nginap " Jawab Max
lalu menaiki mobilnya kembali lalu melaju pergi
" Dasar bodoh kau Nielsen, kalau gue nginap lo ga kan bisa ke rumahnya Anne tahu " Bathin Max
*********
Keesokan harinya, seperti biasa Sarah telah bersiap untuk bekerja dan menunggu Max
Ting tong, bunyi suara bel rumah Anne, Sarah pun berlari dan membuka pintu terlihat Max berdiri di depan pintu dengan setangkai bunga mawar putih.
" Hhmmmm, ya ampun Tuan Max dan Sarah! Kalian sangat romantis tapi ini masih terlalu pagi jadi kalian pergilah kerja sana " Ucap Anne sambil mendorong tubuh Sarah keluar dan menutup pintu
__ADS_1
Ting tong, Anne kembali membuka pintu.
" Apalagi Sar " tanya Anne
" Tas gue tau, oh iya skalian titip bunga ini di tempatin di Vas bunga " Ucap Sarah sembari menarik pintu dari luar
Ting tong, bel pintu kembali berbunyi.
" Apalagi sar ? " Sahut Anne kecut
" Jangan lupa di kasi air bungannya " Balas Sarah
Anne yg baru saja menutup pintu hendak berjalan menuju sofa pun dihentikan langkahnya dengan bunyi belnya lagi.
" Adohhhhhh sar apalagi sih, jangan bikin gue emosi pagi² " Ucap Anne dengan nada emosi dengan membuka pintu.
" Mampus gue, masih pagi dan pemandangannya indah gini, astaga ! " Bathin Anne yg memandangi ketampananan Nielsen
" Ahhh...ahhhh maaf pak, saya tidak ada maksud apa² " Ucap Anne terbata-bata, karena gugup telah meneriaki Nielsen, karena mengira bahwa itu adalah Sarah.
Nielsen pun tak banyak bicara dan langsung menarik lengan tangan Anne, lalu berjalan menuju sofa dan menduduknya disana.
" Gini ya An, terserah lu! Lo mau marah sama gue atau apaan, gue ga peduli, intinya sekarang tolong aku selesain laporan itu " Ucap Nielsen dengan mata yg menatap dalam mata milik Anne.
" Hhhmm tapi Pak " Ucap Anne, Anne mengira Nielsen akan memarahinya.
" Please An! Jangan ada tapi²an ya! " Mohon Nilesen
__ADS_1
" Baiklah Tuan " Jawab Anne sembari tersenyum tipis membuat lesung pipinya terlihat.
Nielsen yg melihat senyum manis di wajah Anne pagi hari, membuatnya seperti seekor kucing dan hanya menahan dadanya karena terpesona dengan lesung pipi milik Anne.
" Andaikan gue bisa melihat senyum ini setiap pagi, betapa bahagianya diriku pasti! Sabar Niels, ikuti alurnya dan yakinkan dirinya bahwa dia lahir hanya untukmu seorang " Bathin Nielsen sembari menahan dadanya.
" Pak, Pak, Pak Nielsen " Panggil Anne sembari menepuk kedua tangannya
" Jadi bagaimana, kita bisa mulai mengerjakannya sekarang? " Tanya Nielsen
" Mmmmm " Jawab Anne dengan meangguk kepalanya dan berjalan menaiki tangga menuju kamar untuk mengambil laptopnya.
Sedangkan Nielsen, hanya bisa memandanginya hingga punggungnya tak terlihat.
" Haishhhh haaaaaa, hampir saja aku sesak napas karena pesonanya pagi ini " Gumam Nielsen
" Dia memang cantik, sangat cantik! aku pasti akan memilikimu seutuhnya, hishhhhh kayaknya lama kali yaaa " Gumam Nielsen
" Siapa pak, siapa yg sangat cantik? " Tanya Anne yg telah kembali dan sempat mendengar ucapan Nielsen
" I...i..i..it..itu, maksudku mamaku " Jawab Nielsen terburu-buru
" Bodoh, kenapa persulit dirimu! Kenapa tak kau katakan saja bahwa dia yg sangat cantik! " Bathin Nielsen.
" Ada apa dengan mamamu pak " Tanya Anne panik
Reader kesayangannya Author, maaf ya dua hari ini Author tidak Up. Bukannya lupa atau malas, Author hanya lagi ada sedikit kesibukan yg tdk bisa author tinggalkan! Bakal rajin Up lagi kok 🧡
__ADS_1