
" Papa tenang dulu pa " Ucap Nielsen berusaha menenangkan Erik
" Bagaimana bisa tenang, lihatlah siapa yang tergeletak dihadapanmu? " Balas Erik
" Aku tahu pa, tapi papa harus tenang kita sedang di rumah sakit papa " lanjut Nielsen
" Tidak bisa Nielsen, papa tidak bisa tenang. Lihatlah putramu, ia terus-terusan menangis sejak beberapa hari yang lalu, kau pun tak memberitahu papa soal ini " Ucap Erik dengan nada emosi
" Maafkan aku papa, Nielsen pikir akan menyelesaikan sendiri, jadi Nielsen tak memberitahu papa " Balas Nielsen
" Hentikan keegoisanmu ini Niels, dia bukan hanya istrimu tetapi ibu dari seorang anak, bagaimana Miracle bisa menerima kenyataan ini, jika suatu hari ia mengetahui ia kehilangan ibu yang sangat mencintainya karena keegoisan ayahnya? Apa kau akan memiliki jawaban untuk semua pertanyaannya nanti? " Bentak Erik
Nielsen hanya tertergun diam, tak tahu harus menjawab apa kepada ayahnya
" Kau tak bisa menjawab? Nielsen buka matamu! Manusia berumah tangga untuk memiliki keturunan dan seorang suami harus siap, jika istrinya tak lagi terus-terusan memperhatikan dan memanjakannya " Ucap Erik kembali
" Papa tenanglah, atau tensi papa akan naik " Balas Nielsen berusaha menenangkan ayahnya lagi
__ADS_1
" Tidak bisa Nielsen, kau sudah sungguh keterlaluan. Kau tahu apa yang Anne katakan pada papa malam itu kala ia menyerahkan pada papa " Lanjut Erik
Nielsen hanya memandangi mata Erik, seolah-olah mencari jawabannya
" Ya, dia mengatakan bahwa kematian pun ia lawan demi memperjuangkan cinta kalian, tetapi bukan begini caranya, kau harus selalu mengorbannya nyawanya untuk mengetahui berapa besar cintanya padamu Nielsen " Ucap Erik geram
" Kau tahu anakmu itu, dia masih sangat membutuhkan ibunya, Nielsen mengapa tak sedikit pun kau pikirkan tentang itu, kenapa Nielsen " Lanjut Erik
Erik pun akhirnya terdiam tak tahu harus berkata apa lagi, ia sungguh-sungguh telah kehilangan akalnya
" Menangislah sepuasmu dan rasakan akibatnya dari keegoisan dan kekerasan kepalamu, kau bertingkah layaknya istrimu adalah seorang pria yang akan menyerah dan minta maaf kepadamu terdahulu, tapi kau lupa bahwa seorang wanita hanya bisa dimenangkan hatinya dengan kelembutan, kau benar-benar keterlaluan Nielsen " Ucap Erik lagi
" Apa yang kini harapkan dari Anne, kau berharap ia akan kembali kepadamu seperti sebelumnya, kau pikir kehidupan ini seperti mengisi ulang baterai di ponselmu, yang jika sudah habis baterainya kau cash lagi dan akan terisi penuh? Kau salah besar jika berpikir seperti itu nak, hidup ini ada di tangan pencipta berapa kali kesempatan ia telah berikan padamu, tapi kau selalu mempermainkannya, maka sekarang teruslah berharap " Lanjut Erik
Dokter dan perawat yang mendengar keributan itu pun, masuk dan mendapati keduanya sedang berada disana
" Tuan, jangan terlalu emosi takutnya tensi tuan akan naik, itu juga akan berakibat buruk pada kesehatan anda tuan " Ucap dokter yang bersama-sama dengan mereka
__ADS_1
" Biarkan saja, toh anakku juga tak berpikir sampai disana " Balas Erik
" Bukan begitu pa, aku memang bersalah dan aku memang pantas disalahkan, tapi kesehatan papa juga penting " Ucap Nielsen
" Jangan khawatirkan aku, aku akan baik-baik saja. Tapi istrimu apa dia akan baik-baik saja? " Tanya Erik kepada Nielsen
Nielsen hanya terdiam perasaannya semakin hancur lantaran semua ini terjadi karena ulahnya
**Sudah dulu ya, Author udah stuck udah ga tahu gimana lagi harus nulis alurnya, kalau ada ide atau saran dari readers yang tercinta, monggo ditulis di kolom komentar atau kalau mau chat pribadi juga boleh, OK**!
**Jangan Lupa untuk : Like, Coment dan Vote 💜**
__ADS_1