Wanita Malam Itu,Milikku!

Wanita Malam Itu,Milikku!
Episode 087


__ADS_3

" Wah restaurant apa ini, tempatnya bahkan lebih bagus dari gaunku ini " Gumam Anne sembari turun dari mobil Nielsen


Sarah dan Nielsen pun ikut turun dari mobil, Sarah pun sama terkejutnya melihat restaurant tersebut.


" Silahkan nona² kita masuk, hentikan kebiasaan udik kalian ini " Sahut Nielsen dan berjalan meninggalkan Anne dan Sarah


Dengan segera Anne dan Sarah mengikutinya dari Belakang.


Terlihat sejumlah pelayan telah berdiri untuk menyambut keadaan mereka.


" Selamat datang Tuan dan nona2 " Sahut pelayan² Restaurat dengan tubuh membungkuk


" Hhmmm dia memang boss besar " Gumam Anne lalu berjalan meninggalkan Nielsen dan sarah yang mengatur derap langkah mereka.


" WAH, astaga ada apa hari ini hari Valentine " gumam Anne karena melihat restaurant tersebut dipenuhi dengan bunga rose merah dan tak ada seorang pengunjung kecuali mereka.


Anne pun berjalan mendekati Nielsen.


" Pak, pak, apa kita salah masuk restaurant? sepertinya tempat ini akan digunakan untuk resepsi pernikahan pak " Sahut Anne kepada Nielsen


" Kamu duduklah, kita tdk salah masuk kok " Ucap Nielsen sembari memegang pundak Anne dan mendudukkannya.


" Astaga pak, apa menurutmu, Pak Max akan melamarnya Sarah secara umum " Ucap Anne setelah mengigat perkataan Sarah sore tadi.


" Hhhmm apa kau juga menginginkannya " Tanya Nielsen dengan nada menggoda kepada Anne


" Hishhhh dasar CEO mesum " Balas Anne lalu berdiri dan berjalan mendekati balkon restaurant.


Sarah yang terduduk hanya terdiam karena melihat rose berwarna merah dimana-mana


" ini adalah bunga kesukaanku " Gumam Sarah


Tak lama kemudian, Max berjalan masuk dengan setangkai rose merah di tangannya, persis sewaktu Max akan mengatakan cintanya pada Sarah tempo dulu.

__ADS_1


Deg, Sarah terkejut melihat kedatangan Max dan seorang pendeta yang mendampinginya dan juga petugas dari DIPENDUKCAPIL untuk mendaftarkan pernikahan mereka.


" Sar " Ucap Max sambil berlutut di hadapan Sarah dengan memegang rose merah


Anne dan Nielsen hanya membalakkan mata melihat pemandangan itu.


" Sarah Jhonson, WILL YOU PLEASE MARRY ME " Ucap Max membuat Sarah terbalak.


" Yes I Will, Marry Me Max " Jawab Sarah tanpa berpikir panjang.


Dengan segera Max berdiri dan menggandeng Sarah lalu berjalan menemui petugas DISPENDULCAPIL untuk mendaftarkan pernikahan mereka.


Lalu Max dan Sarah berjalan menemui Pendeta untuk pemberkatan Nikah mereka.


" Max Yo dan Sarah Jhonson, Apa kalian sudah siap untuk mengucapkan janji di hadapan Tuhan" Sahut Pendeta


" Ya kami siap " Jawab Sarah dan Max serentak


" Baiklah, hadirin yang berbahagia kita akan mulai dengan pengucapan janji pernikahan " Sahut pendeta


" Max Yo, Apakah anda bersedia untuk mencintai dan akan selalu bersama dengan wanita yang telah kau pilih untuk mendampingimu dalam senang maupun duka dan takkan pernah menggantikannya dengan wanita lain hingga maut yang memisahkan kalian" Ucap Pendeta


" Ya Saya bersedia, untuk mencintai dan menyayangi Sarah seumur hidupku " Jawab Max


" Sarah Jhonson , Apakah anda bersedia untuk mencintai dan akan selalu bersama dengan pria yang telah kau pilih untuk mendampingimu dalam senang maupun duka dan takkan pernah menggantikan posisinya dengan pria lain " Ucap Pendeta


" Ya saya bersedia untuk berbakti dan menghabiskan seluruh hidupku bersama Pria yang telah diberikan Tuhan padaku dan biarlah maut yang akan memisahkan kami " Jawab Sarah


" Untuk itu Tuhan sebagai saksi dan semua kami yang berada disini menyatakan kalian adalah suami istri sah " Balas Pendeta


Max pun memakaikan sebuah cincin kepada Jari manis milik Sarah dan Begitu pula dengan Sarah dan di tandai dengan kecupan Max di pucuk kepala Sarah.


" Selamat Sarah " Teriak Anne lalu berlari mendekati Sarah dan memeluknya.

__ADS_1


" Aku tak menyangka, kau telah menjadi istri orang tapi tolong jangan lupakan sahabatmu ini ya " Gumam Anne


" Apa yang kau katakan, semua ini berkat dirimu An, Aku akan menunggu waktu dimana kau dinikahi oleh seorang pria yang benar² mencintaimu tanpa melihat masa lalumu " Balas sarah sembari semakin memeluk erat tubuh Anne


Nielsen dan Max yang sedang berdiri di samping mereka pun hanya terdiam, Max hanya tersenyum simpul memberi kode kepada Nielsen karena mendengar ucapan sarah.


" Apa kau tak ingin menikahinya " Tanya Max kepada Nielsen


" Diam kau jangan sibuk denganku, pergilah temui istrimu sana " Jawab Nielsen kecut


Max pun berjalan meninggalkan Nielsen dan menemui Sarah.


Sarah pun juga meninggalkan Anne dan pergi bersama Max.


" Apa kau merasa kesepian selarang " Gumam Nielsen yang menarik kursi dari samping Anne.


" Apa kau merasa seperti itu juga pak " Tanya Anne kepada Nielsen


" Ya aku pikir begitu, apalagi Max akan pindah ke Negara J " Jawab Nielsen


" Benarkah, lalu mengapa kau mengirimnya kesana jika kau akan merindukannya " Tanya Anne kepo banget


" Hhhmmm kadang untuk mengetahui, seorang berarti dalam hidupmu atau tidak, kau harus berada jauh darinya " Jawab Nielsen


" Benarkah, berarti selama ini dua berarti bagiku hhhmmm " Gumam Anne


" Siapa " Tanya Nielsen


" Ada dong rahasia, ayo pak kita makan aku sudah lapar " Gumam Anne dan menarik tangan Nielsen lalu berjalan menuju meja makan


Max dan Sarah yang menyaksikan tingkah Anne dan Nielsen, hanya tersenyum-senyum.


" Minta Votenya Kaka "

__ADS_1


❤❤❤❤❤


__ADS_2