
Anne hanya tersenyum simpul saat mendengar ucapan konyol Nielsen, yang semakin menggila
" Niels, aku tidak sedang menggarap cerita! Begitulah kenyataannya! " Balas Anne
Nielsen hanya menatap Anne, dan menarik kedua tangan milik Anne dan mengalungkannya pada leher miliknya
" Istriku " Seru Nielsen
Karena malu hati, Anne tak kunjung menjawab seruan Nielsen tersebut
" Apa yang kau pikirkan, istriku! " Tanya Nielsen, sembari mengangkat dagu munggil milik Anne
" Tak ada, aku baik-baik saja kok " Jawab Anne dengan wajah yang tersipu malu
" Astaga benar kah? Tapi kenapa wajahmu bagaikan udang rebus, istriku? " Tanya Nielsen kembali membuat Anne semakin salah tingkah
Saat Nielsen ingin melanjutkan ucapannya, sebuah ciuman dilayangkan Anne dan mendarat di bibir milik Nielsen
Nielsen pun menjadi sangat terkejut dan hanya membalakkan kedua matanya
Saat Anne akan melepaskan ciumannya, Nielsen pun menarik tubuh mungilnya ke dalam pelukannya
Keduanya seperti terbakar api cinta, hingga dari ciuman itu Nielsen dan Anne pun melajutkan ke bagian intensnya
Desahan Anne menghiasi indera pendengaran Nielsen dan bibirnya yang merona membuat Nielsen semakin menggila
" Istriku " Seru Nielsen berbisik kepada Anne
" Keep doing that, Faster and Harder, Please! " Sahut Anne sambil menahan punggung milik Nielsen yang berkeringat
Mendengar ucapan Anne, Nielsen menjadi semakin liar dibuatnya
__ADS_1
" Kau bahkan sangat liar dari sebelumnya suamiku " Bathin Anne memuji suaminya
" Istriku, kau sangat luarbiasa " Ucap Nielsen
" Hentikan omongkosongmu, bilang saja kau lelah dan ingin istirahat " Gumam Anne, yang emosi karena Nielsen menghentikan permainan dikala dirinya sangat menikmatinya
" Apa kau masih menginginkannya? " Tanya Nielsen yang bermandikan ketingat dan terlihat sangat lelah
" Dasar konyol, bahkan urusan ranjang seperti ini pun masih sempatnya kau tanyakan, dasar payah! " Bathin Anne
" Istriku, apa kau mendengarku " Panggil Nielsen membuyarkan lamunan Anne
" Aku ingin pulang, ayo kita pulang " Sahut Anne dan dirinya bergegas bangun dari pelukan Nielsen
" Ada apa dengannya, kenapa dia begitu berbeda " Bathin Nielsen, yang kebingungan melihat tingkah Anne
Karena kebingungan Nielsen pun bangun dan menyalakan lampu kamar itu, didapatnya Anne sudah berdiri rapi di hadapannya
" Bagaimana bisa kau rapi secepat ini? " Tanya Nielsen
" Baiklah, Jika seperti itu! Aku juga akan bersiap-siap " Lanjut Nielsen, lalu ia pun menuju walk in closet miliknya untuk berpakain
" Astaga suamiku, belajarlah untuk menyenangkan hati istrimulah " Bathin Anne gusar
Setelah bersiap Nielsen pun membuka pintu kamar, lalu keduanya pun berjalan keluar, memasuki mobil dan melaju pergi
Saat mobil milik Nielsen kembali memasuki halaman parkiran rumah mereka, terlihat disana para ibu-ibu yang sangat membenci Anne
" Lihatlah wanita itu, beberapa hari ini ia terlihat terus bersama pria itu, apakah itu pasangannya? " Seru seorang wanita paruh baya dkepada yang lain
" Entahlah! Dia pun jarang terlihat disekitar sini, mana mungkin itu pasangannya atau jangan bilang itu sugar daddy wanita itu ya! " Sahut wanita lainnya menerka-nerka
__ADS_1
Anne dan Nielsen yang baru saja turun dari mobil itu tetkejut, bagai tersambar petir di siang hari ketika mendengar ucapan-ucapan tersebut
Nielsen yang telah berusaha untuk meredahkan emosinya pun terluapkan, karena tak sanggup dirinya mendengar bahea istri yang dicintainya dihina-hina seperti itu
" Nyonya-nyonya yang terhormat, apa kalian belum puas menghina kami? Apa yang kalian dapatkan setelah merendahkan kami? Apa kalian pikir kami ini manusia yang tak memiliki perasaan, sehingga seenak pinaknya kalian berkata seperti itu? " Tanya Nielsen kepada wanita-wanita paruh bayah yang berada disana
" Sudahlah, tak usah banyak cakap kau anak muda, akuilah bahwa kalian memang hanya kumpul kebo " Seru seorang wanita paruh baya, diikuti suara tertawa yang lainnya
" Aku hanya peringatkan Nyonya, jika sampai aku mendengar lagi perkataan yang menyakiti hati istriku dari mulut-mulut kotor milik kalian, maka akan ku pastikan kalian akan mendapatkan imbalan yang setimpal dengan itu " Lanjut Nielsen dengan tatapan mata tajamn, bagaikan seekor singa yang siap untuk menerkam mangsanya
" Sudahlah, jangan dipikirkan lagi, ayo kita masuk! " Ucap Anne sambil menarik-narik lengan baju milik Nielsen
Nielsen yang kala itu tengah dikuasao oleh rasa emosi, pun menjadi luluh, saat melihat tingkah Anne yang sudah menyerupai anak kecil saja
" Baiklah, kali ini kalian aku maafkan karena istriku, ingat itu hanya karena istriku! Jika bukan karenanya, akan ku buat perhitungan dengan kalian semua " Lanjut Nielsen kepada wanita-wanita itu
Lalu Nielsen pun menarik lengan milik Anne dan keduanya pun berjalan masuk meninggalkan para tetangga yang hanya melototi kepergian keduanya tanpa bersuara sedikit pun
" Kau sangat keren suamiku " Gumam Anne sembari mengencangkan lengannya pada Nielsen
" Setidaknya dengan begitu, aku dapat mengurangi rasa gantung dan ingin tambah, yang kuberikan padamu tadi " Balas Nielsen
Anne yang mendengar ucapan Nielsen, pun memahami maksud dan tujuan Nielsen, hingga dirinya hanya tersipu malu tanpa membalasnya
Jangan Lupa untuk : Like, Coment dan Vote
Agar Author semakin bersemangat dalam menulis
Love You Guys ❤
__ADS_1