
" Dasar suami mesum " Gumam Anne dengan berjalan pergi meninggalkan Nielsen
" Sayang tunggu aku " Seru Nielsen dengan suara manja
" Apa lagi suamiku? " Tanya Anne
" Tanggung Jawab " Jawab Nielsen dengan wajah cemberut
" Heh... tanggung jawab? Tanggung Jawab untuk apa? " Tanya Anne yang kebingungan melihat tingkah aneh sang suami
" Ini " Seru Nielsen dengan menunjuk ke arah juniornya yang sudah sejak tadi berdiri tegak
" Astaga, pekerjaan apa lagi ini? " Gerutu Anne dengan tertawa terbahak-bahak
" Istriku, ayolah! Aku sungguh sudah tidak tahan lagi " Gumam Nielsen dengan mengayung-ngayungkan tangan Anne
" Hhhmmmmm " Sahut Anne
Tanpa berkata-kata, Nielsen langsung menggendong Anne menuju kamar mereka
Nielsen langsung melemparkan tubuh sexy milik istrinya, ke atas tempat tidur
Dengan lihai jemari Nielsen, mulai melepaskan satu persatu benang, yang membalut tubuh sexy milik Anne
Kecupan demi kecupan dilayangkan Nielsen kepada Anne.
Tubuh Anne pun menggeliat karena tingkah Nielsen
Nielsen mulai memainkan jemarinya pada area sensitif Anne, juga meninggalkan tanda kepemilikan pada tubuh Anne
" Hummmmm " Seru Anne
Mendengar suara desahan Anne membuat Nielsen semakin bergairah, jarinya pun ia turunkan ke bagian intimnya
Mencium Anne pada bagian intimnya, hingga membuat Anne bak cacing kepanasan
" Ahhhhhh Nielsen " Seru Anne
" Langsung saja pada intinya, jangan kau membuatku gila seperti ini " Seru Anne kembali
" Apa katamu? " Bisik Nielsen
Mendengar suara desahan nafas Nielsen yang tak beraturan, membuat Anne semakin menggila
Anne pun mendorong tubuh Nielsen dan duduk diatasnya
" Apa yang kau lakukan sayang? " Tanya Nielsen kebingungan
" Ingin memainkan peranmu " Jawab Anne
Jari jemari lentik Anne mulai menyentuh bagian dada Nielsen, hingga turun tepat diantara kedua ************ Nielsen
" Huhhhhh, liar sekali istriku " Seru Nielsen
Anne mulai memasukkan junior Nielsen, dan mulai menggulumnya hingga Nielsen hanya bisa menutup kedua matanya
Dan menikmati setiap sentuhan yang dilakukan oleh istrinya
" Apakah kau menyukainya suamiku? " Tanya Anne dengan terus menggulumnya, namun matanya tertuju kepada Nielsen
" Kau memang gila istriku, aku hampir saja kehilangan nyawaku " Jawab Nielsen
Anne hanya menahawan tawanya dan terus menggulum junior milik suaminya, hingga akhirnya Nielsen melalukan pelepasan didalam mulut istrinya itu
" Apakah kau menelannya istriku? " Tanya Nielsen kaget melihat tingkah istrinya yang menelan cairan miliknya itu
" Iya, aku menelannya memangnya ada apa suamiku? " Tanya Anne kembali kepada Nielsen
" Tidak ada, sini kau " Jawab Nielsen dan dengan cepat menarik tubuh Anne
Posisi mereka pun kini telah berubah, Nielsen pun langsung memasukkan juniornya kedalam gua kenikmatan milik istrinya
Aktifitas maju mundur pun dimulainya dengan ritme dan tempo sangat cepat, hingga membuat Anne kewalahan menangani kebrutalan sang suami
__ADS_1
Satu jam sudah berakhir, kedua pasangan suami istri baru selesai dengan aktifitas ranjang mereka
" Jam berapa ini? " Tanya Anne
" Jam 5 ya kalau tidak salah " Jawab Nielsen
" Jam berapa reservasi yang kau buat sayang? " Tanya Anne, mengingat kembali rencana makan malam bersama mereka
" Jam 7 malam istriku " Jawab Nielsen
" Ohhhh shoot, sekarang ambil handuk ini dan segeralah mandi, aku akan cek Miracle dan menyiapkannya setelah itu, kau jaga dia dan aku akan berisiap-siap, bisa suamiku? " Tanya Anne
" Bisa sayang " Jawab Nielsen
Dengan segera Nielsen mengambil handuk yang diberikan Anne, lalu pergi untuk membersihkan dirinya
Sementara Anne, hanya membersihkan tubuhnya dan langsung mengenakan pakaiannya, lalu Anne pun turun ke tempat Miracle ditidurkan, untuk memeriksa keadaan putra mereka itu
" Miracle, wake up darling! " Seru Anne yang mencoba untuk membangunkan Miracle
" Mom " Sahut Miracle dengan mengosok-gosok kedua matanya
" I'm here, darling! " Sahut Anne kembali
" Where's daddy? " Tanya Miracle kepada Anne, dimana Nielsen berada
" Daddy is in the bathroom, we're about to leaving for a dinner reservation darling " Jawab Anne
Anne dan Nielsen sudah sepakat untuk membiasakan Miracle berbicara menggunakan bahasa inggris, sehingga apapun pertanyaan yang dilontarkan Miracle selalu berbahasa inggris
Anne pun langsung memandikan Miracle lalu mengganti pakaiannya, Miracle pun telah siap dan menunggu kedatangan Nielsen untuk bergantian menjaganya
" My Boy " Seru Nielsen dari tangga
" Oh mom, look there's daddy " Seru Miracle menunjuk ke arah Nielsen
" Are you ready for our dinner date? " Tanya Nielsen kepada Miracle
" I am daddy " Jawab Miracle
" That was amazing baby, i love you! " Bisik Nielsen kepada Anne
Dag
Dig
Dug
Deg
Dog
Anne pun berlarian menaiki anak tangga dengan mengelus-elus dadanya
" Astaga, bahkan kami sudah melakukannya berulang kali. Tapi tetap saja dada ini selalu berdegup kencang ketika nendengar ucapannya tadi " Gumam Anne
Dengan gugup Anne langsung membersihkan dirinya fan berdandan alakadarnya
Dengan mengunakan dress berwarna peach dan lipstick nude, dengan rambut yang terurai membuatnya terlihat lebih muda, bahkan tak terlihat seperti seorang ibu beranak satu
" Shall we go? i'm ready guys! " Seru Anne
Glekkk
Nielsen terkejut dan hanya terdiam memandangi Anne
" Suamiku.... " Seru Anne
" Ehhhh iya iya.. ayo kita jalan " Ucap Nielsen dengan menggendong Miracle berjalan pergi dan diikuti Anne
" Ehhhh ternyata mereka masih bersama ya jeng " Ucap seorang ibu kompleks kepada yang lainnya
" Ho'oh kemarin itu tak kirain udah mati tu wanita malam, emang dasar ya, orang kalau hidupnya gak benar hidupnya lama yok, tapi kalau orang yang selalu berbuat baik itu paling cepat dipanggil sama yang maha kuasa " Balas seorang wanita paruh baya kepada yang lainnya
__ADS_1
Nielsen yang mendengar ucapan, para tetangga mereka itu pun menjadi geram
Dengan segera ia mendudukkan Miracle di kursinya, dan memerintahkan Anne untuk masuk ke dalam mobil lalu Nielsen pun berjalan menuju ke arah wanita-wanita paruh baya, yang terus menceritakan keburukan tentang Anne
" Ibu-ibu apakah kalian sudah selesai membahas istri saya? " Tanya Nielsen kepada
" Siapa juga yang membahas istri anda " Jawab seorang wanita dengan nada tak peduli
" Kalian pikir kami tuli, sudah berapa kali saya ucapkan bahwa dia wanita yang kalian hina derajatnya itu adalah ibu dari anak saya, wanita yang kalian sebut dengan sebutan wanita malam itu, akan saya ucapkan kembali sebagai pengingat bahwa " Wanita Malam itu, Milikku! " Ucap Nielsen dengan nada bentakkan
" Tolong ingat, aku harus pergi istri dan anakku sudah menunggu " Ucap Nielsen lalu membalikkan badannya, berjalan kembali menuju mobil mereka
Brakkkkkk
Nielsen menutup pintu mobilnya dengan suara yang sangat keras
" Suamiku ada Miracle disini " Seru Anne, mengingatkan bahwa putra mereka masih terlalu kecil untuk keributan seperti itu
" Apa yang mereka katakan padamu, mengapa kau begitu marah? Apa mereka masih menyebutku wanita malam? " Ucap Anne dengan menundukkan wajahnya
" Hey...hey istriku, apapun yang terjadi kepadamu itu adalah tanggung jawabku, aku tidak akan membiarkan mulut-mulut mereka itu berbicara, apalagi sampai membuatmu meneteskan air mata " Balas Nielsen
" Terimakasih suamiku " Lanjut Anne
Nielsen pun tak ingin memperburuk suasana diantara mereka, ia pun menginjak gas mobilnya dan melajukan mobilnya menuju restoran kesukaan Anne
Selama perjalanan padangan Anne terlihat begitu kosong.
" Apa yang sedang kau pikirkan istriku? " Tanya Nielsen menghancurkan kesunyian diantara mereka
" Aku hanya berpikir, betapa aku sangat beruntung mempersuamimu " Jawab Anne
" Benarkah? " Tanya Nielsen dengan senyuman diwajahnya
" Tentu saja, kau adalah suamiku yang terbaik! Bahkan dikehidupan mendatang, aku hanya ingin kau yang menjadi suamiku " Jawab Anne dengan tersenyum
" Baiklah, kita sudah sampai! Jika saja kau berbicara denganku sejak tadi, mungkin kita sampainya akan lebih cepat " Ucap Nielsen menggoda Anne
" Kau ini " Gerutu Anne, dengan turun dari kursinya dan menggendong keluar Miracle
Mereka pun berjalan bersamaan, memasuki restoran tempat makan kesukaan Anne
" Selamat datang Tuan, Nyonya dan Tuan Muda " Seru pelayan di restoran itu
" Bukankah itu CEO Muda dari perusahaan Middelman, apakah itu istri dan anaknya? " Bisik pengunjung lainnya
Nielsen, Anne juga Miracle diantar ke tempat duduk yang sudah mereka pesan
" Silahkan Tuan, jika ada yang diperlukan. Silahkan panggil kami saja " Ucap seorang pelayan, sebelum meninggalkan meja mereka
" Kau sangat mengetahui semua makanan kesukaanku " Gumam Anne, dengan memulai makannya dan juga menyuapi putra mereka
" Tentu saja, aku adalah suamimu " Balas Nielsen dengan mulai sibuk menyantap makan malam mereka
***Hai-hai readers***!
***Apakabarnya***?
***Author balik lagi nih***.
***Jangan bosan-bosan ya dengan Nielsen dan Anne***
__ADS_1
***Salam dari Miracle 💞***