Wanita Malam Itu,Milikku!

Wanita Malam Itu,Milikku!
Episode 161


__ADS_3

" Akhirnya selesai juga! " Gumam Nielsen


" The food is ready, darling " Teriak Nielsen dari ruang makan


Karena tak kunjung mendengar jawaban dari Anne, Nielsen menjadi khawatir dan berjalan menuju ruang keluarga


Disana ia terkejut mendapati istrinya yang tengah tertidur pulas


Dengan perlahan ia mendekatkan dirinya lalu duduk sambil menatapi wajah istrinya yang sedang terlelap


" Kamu pasti capek ya istriku, apalagi sekarang kamu sedang mengandung anakku, kamu pasti akan bertambah capek! " Gumam Nielsen sambil mengusap lembut wajah Anne


" Kata siapa? Aku hanya mengantuk, bukan kelelahan karena mengandung! " Ucap Anne yang rupanya sejak tadi telah mendengar ucapan Nielsen


" Baiklah istriku, makanannya sudah siap, ayo makan sebelum keburu dingin " Ajak Nielsen


Nielsen pun membantu Anne untuk berdiri dan menuju ruang makan


" Hhhhmmmm ini sangat enak suamiku, besok-besok buatkan yang seperti ini lagi ya " Ucap Anne tersenyum sambil terus mengunyah


" Apapun itu istriku, akan ku lakukan demi dirimu dan si buah hati " Ucap Nielsen


" Sepertinya itu lirik lagu deh sayang " Balas Anne tertawa


" Mana ada lirik lagu seromantis kata-kata ku ini " Lanjut Nielsen


" Ahhh kau ini selalu saja menggodaku " Gerutu Anne sambil terus mengunyah


Setelah selesai menikmati makan malam, keduanya kembali ke ruang tv untuk menonton beberapa film


" Hmmm sayang " Gumam Anne


" Ada apa sayangku? Apa ada yang sakit? " Tanya Nielsen panik


" Tidak ada, tapi aku lapar huhuhu dan aku juga ingin es krim tapi yang gelato " Bisik Anne


Nielsen tertawa terbahak-bahak, melihat tingkah istrinya yang sudah hampir serupa dengan anak kecil


Nielsen melirik jam di tangannya, beruntung baginya karena di jam segitu, akan masih ada supermaket dan juga Gelato yang buka


" Baiklah kamu tunggu disini ya, aku akan segera kembali " Ucap Nielsen


Saat akan berdiri, Anne menarik tangannya


" Aku ikut " Gumam Anne


" Baiklah, ayo! " Lanjut Nielsen dengan mengengam erat tangan Anne


Keduanya pun melajukan mobil menuju gelato sesuai dengan keinginan Anne


" Ini sangat enak " Ucap Anne dengan mengelus-elus perutnya


" Anak papa ini pasti akan memiliki hobby makan, liat saja belum apa-apa mamanya sudah melar " Gumam Nielsen dengan mengelus perut Anne


Setelah Anne menikmati keinginannya, mereka kembali masuk ke mobil untuk pulang


" Suamiku, katamu tadi aku tambah melar. Apakah kau tidak menyukainya? " Tanya Anne dengan nada sedih

__ADS_1


" Apa katamu, aku tidak menyukainya? " Tanya Nielsen kembali kepada Anne


" HHHMMM " Sahut Anne dengan menundukkan kepalanya


" Istriku, apakah kau melar karena keinginanmu? Atau kau hamil karena dirimu seorang, apakah kau memgandung tanpa adanya campur tangan dariku? " Ucap Nielsen


Anne hanya terdiam dengan terus menundukkan kepalanya


" Dengar istriku, sekalipun kau melar, itu tidak masalah bagiku, kau melar karena mengandung anakku, buah dari cinta kita. Hingga kau tak perlu untuk berpikir begitu, aku senang jika kau makan banyak kan tandanya kau sayang padaku dan juga anak kita " Lanjut Nielsen


Anne hanya terus terdiam dan tanpa sadar ia meneteskan air mata


" Aky hanya takut kau tak lagi menyukaiku dan akan memandang wanita lain lebih baik dariku " Gumam Anne


" Sayangku, jika mereka yang terbaik! Aku takkan duduk disisimu saat ini, jadi berhentilah berpikir yang aneh-aneh dan mari kita fokus untuk menjadi orangtua yang baik, OK! " Balas Nielsen


" Mmmm " Jawab Anne dengan menganguk


Akhirnya keduanya pun tiba di parkiran rumah Anne


Saat sedang turun dari mobil, Ibu-ibu yang sedang berkumpul di depan rumah mereka pun, berbalik dan memandangi Anne dari ujung rambutnya hingga ujung kakinya


" Rupanya wanita malam itu masih hidup ya, ku pikir dia akan terlantar, eh sekarang dia sedang mengandung. Pasti anak itulah yang dijadikan umpan untuk memangsa suaminya yang sekarang " Ucap seorang wanita tua kepada yang lainnya


Langkah Anne pun terhenti lalu berbalik ke hadapan wanita-wanita tua, dihadapannya


" Permisi, aku hanya ingin mengigatkan hukum karma itu nyata dan aku bukanlah satu-satunya wanita di dunia ini yang pernah terjerumus dan bekerja di dunia malam, ingatlah bahwa pasti diantara kalian juga memiliki seorang anak perempuan yang jauh dari sisi kalian dan kalian juga belum tentu tahu apa yang dia lakukan untuk memenuhi kehidupannya sehari-hari, camkan itu! " Ucap Anne lalu ia kembali berjalan menuju rumahnya


" Istriku memang sangat berani " Seru Nielsen dengan memijat-mijat pundak Anne


" Ayo kita tidur suamiku, besok kau harus bekerja! Terlalu banyak libur sekali kau ini " Ucap Anne


Pagi-pagi benar Anne sudah bangun, menyiapkan pakaian bagi Nielsen dan juga sarapan


" Good morning wifey " Sahut Nielsen dengan mengecup kening Anne


" Wah masih pagi tapi kau sudah terlihat begitu cantik dan sarapannya juga terlihat lezat " Ucap Nielsen


" Makanlah suamiku, oh iya bolehkan aku mengantarkan makan siang untukmu? " Tanya Anne


" Tentu saja, aku akan menunggumu dengan senang hati " Jawab Nielsen


Setelah sarapan Anne membereskan segalanya, lalu mengantar Nielsen ke mobil


Di kantor Nielsen berjalan masuk dan disambut dengan bungkukkan selamat datang oleh karyawannya


Tok


Tok


Tok


Tok


" Selamat siang tuan " Sapa Sekertaris Nielsen dari balik pintu


" Iya silahkan masuk, ada yang bisa saya bantu? " Tanya Nielsen

__ADS_1


" Saya hanya ingin memberikan data-data keuangan yang dititipkan Tuan Max dari Perusahaan Cabang kita yang berada di Negara C " Jawab Sekertaris Nielsen


" Baiklah, kamu boleh keluar " Sahut Nielsen


" Max dan Sarah apakabar? Pasti anaknya sudah besar, Raphael dan Jesse juga hilang kabar, apa sebaiknya aku dan Anne pergi mengunjungi mereka " Gumam Nielsen


Sementara Anne baru saja memarkirkan mobilnya dan berjalan masuk ke perusahaan untuk menuju ke ruangan Nielsen


Semua pandangan hanya tertuju pada Anne


" Permisi nona, apakah tuan Nielsen ada di ruangannya? " Tanya Anne kepada resepsionis


" Silahkan Nyonya, Tuan ada di ruangannya! " Jawab resepsionis


" Astaga, semenjak hamil aura istri CEO kita bikin pangling ya, memang aura cantiknya sangat alami " Gumam Salah satu karyawan kepada karyawan yang lain


Anne hanya tersenyum mendengar ucapan konyol mereka


Tok tok tok


" Siapa? " Tanya Nielsen dari dalam ruangan


" Saya pak " Jawab seseorang dari balik pintu


" Masuklah " Lanjut Nielsen


Pintu pun terbuka dan terlihat seorang wanita hamil masuk dengan kotak makanan di tangannya


" Istriku sayang " Seru Nielsen lalu bangkit dari kursinya untuk menyambut Anne


" Makanlah ini " Ucap Anne dengan membuka kotak makanannya dan meletakkannya di atas meja


Dengan segera Nielsen melahapnya, hingga tak ada sisa


" Istriku kalau boleh, sering-sering ya kau antarkan makanan bagiku " Bisik Nielsen terkekeh


" Tentu saja, dengan senang hati suamiku " Balas Anne


" Oh iya Ann, apa kamu masih sering kontakan dengan Jesse dan sarah? " Tanya Nielsen


" Tentu saja, anak mereka setahun di tahun depan " Jawab Anne


" Apa kau tak merindukan mereka, jujur aku merindukan Max dan Raphael kedua sahabatku yang konyol-konyol itu " Lanjut Nielsen


" Tentu saja, aku juga sangat merindukan mereka suamiku " Balas Anne


" Apa kau ingin menemui mereka " Tanya Nielsen


" Tidak! " Jawab Anne singkat


" Kenapa? " Tanya Nielsen sambil mengencangkan pelukannya


" Keselamatan anakku lebih penting, aku tidak ingin berpergian dan menganggu kesehatanku, jika memang kau ingin bertemu dengan mereka, boyong saja mereka kesini " Jawab Anne


" Ucapanmu masuk akal, dirimu dan anakku adalah prioritas, baiklah jika itu maumu tapi bukan sekarang dan esok ya tapi nanti " Lanjut Nielsen


**Extra~~~

__ADS_1


Hargailah usaha Author, berhentilah mengkritik dengan kata negatif dan mulailah memberikan saran dengan makna positif**


Love Y'all 💜


__ADS_2