
- Max pun berjalan berdampingan dengan Nielsen menuju Cafe Perusahaan, terlihat Anne dan Sarah yang sedang menikmati lunch mereka dengan senyuman mereka.
) Rasanya tak tega jika melihat wajah manis mereka diganti dengan ketengangan, Bathin Max
- Max dan Nielsen pun memesan makanan bagi mereka, namun berhubung jam makan siang jadi seluruh meja Cafe terisi penuh.
• Kau kesanalah tanyakan pada mereka, apakah kita boleh bergabung? Perintah Nielsen
) Baik Tuan, Jawab Max
- Tanpa pikir panjang Nielsen dan Max pun berjalan mendekati meja yang di duduki sarah dan Anne
) Permisi kalian, Sahut Max
- Anne dan Max pun memalingkan wajah mereka dan melihat Max
" Bagaimana pak, Tanya Anne
) Jika boleh aku dan Tuan ingin bergabung di meja kalian, Jawab Max
- Wajah Anne pun seketika menghentikan aktifitas makanya dan berdiri dari meja.
" Aku sudah selesai makan,.silahkan bergabunglah dengan sarah, Aku permisi, Ucap Anne lalu berjalan keluar menaiki mobilnya.
Prank
Prink
Prunk
- Suara piring dan gelas Cafe yang dihancurkan Nielsen. Max pun berlari menghampirinya
) Tuan, sabar tuan, Ucap Max
• Kau makanlah, aku tak lapar! Balas Nielsen lalu berjalan kembali ke ruangannya.
__ADS_1
- Semnatar itu Anne yang sedang mengemudi, sangat kesal mengigat wajah Nielsen, Anne dikagetkan dengan panggilan masuk sarah
" Hallo sar, kenapa? Tanya Anne
》 Gila sih An, pass lu keluar tadi, boss ngamuk² Gaje gitu, makanannya di lempar gitu aja An Ucap Sarah
" Ya udah, emang gue pikirin, tu pria memang bermasalah dengan jiwanya Sar, gue saranin lu hati² aja disana hahaha, Balas Anne sembari tertawa di balik telponnya
》 Hishhh jahat lu An, kok jadi ngeri ya, Udah deh gue padam dulu, eh eh ntar lo kerja kan ke Club, ntar gue singgah deh, Ucap Sarah
" Yo, see you there sar, Sahut Anne sembari mengakhiri panggilan Sarah
" Dasar pria itu memang sudah tidak waras, selalu saja berlaku kejam pada sekelilingnya, Gumam Anne
- Anne pun pulang dan memarkirkan mobilnya dan dengan segera masuk ke dalam rumahnya dan menuju kamarnya.
" Ahh rasanya aku butuh berendam, Gumam Anne
- Anne pun berjalan masuk ke dalam kamar mandi dan mengisi air ke dalam bath-up miliknya, lalu berendam disana. Tiba-tiba Anne mengigat kejadian dimana kesuciannya pertama kali direbut.
- Dengan segera Anne berdiri dan membersihkan tubuhnya di shower dan Keluar dari kamar mandinya. Kemudian Anne bersiao-siap dan melajukan mobilnya menuju Club W
" pak manager, Sahut Anne
° Hey An, selamat datang kembali ke Club W, ku kira kejadian benerapa hari lalu membuatmu takkan kembali lagi An, Ucap Manager
" Selama aku tak bersalah apa yg harus ku takutkan pak, Jawab sarah ketus
° Baiklah selamat bekerja, hmmm iya bayi besarmu sudah disana, Ucap Manager
- Mendengar ucapan Manager, Anne pun membalikkan badanya dan melihat dari kejauhan Nielsen sedang duduk dan dikelilingi oleh beberapa wanita.
" Haishhh dasar lelaki biadap itu lagi, sampe kapan aku harus begini, Bathin Anne
- Nielsen yang melihat Anne pun tersenyum sinis.
__ADS_1
• oh jadi gadis itu meminta resign dari perusahaanku dan memilih bekerja disini, Wah dasar Wanita Malam, Bathin Nielsen
• Pelayan, Pelayan panggil Nielsen
- Namun emosinya menjadi-jadi ketika yang mendatanginya bukan Anne.
• Aku tak ingin dilayani oleh kalian, Pergi sana, Aku mau pekerja baru itu, Ucap Anne
- Pelayan² itu pun menemui Manager Club W dan menceritakan segalanya. Manager pun hanya menarik nafasnya dalam² karena mengetahui bahwa Nielsen hanya mau dilayani oleh Anne.
° Anne, maafkan aku tetapi kami tak berdaya menghadapinya, Ucap Manager
" Baiklah pak, aku akan kesana, Jawab Anne
- Anne pun berjalan mendekati meja Nielsen.
" Apa lagi yang kau harapkan dariku Tuan, Aku telah menyerah dari pekerjaanku dan sekarang apakah kau menginginkanku untuk dipecat dari Club ini lagi, Ucap Anne
• Kau duduklah, Sahut Nielsen
" TIDAK, AKU TAKKAN DUDUK SEMEJA DENGAN MANUSIA BERWATAK BINATANG SEPERTIMU, Bentak Anne
• Benarkah, Ucap Nielsen lalu berdiri dan memegang lengan Anne untuk menariknya duduk
PLAK
PLAK
PLAK
PLAK
- Tamparan yang sama dirasakan mendarat di pipi Nielsen
" Bagaimana Tuan, rasanya menarik bukan, merasakan kembali tamparan yang pernah kau berikan di pipiku, Cihhh jangan pernah mencoba untuk memperdayai aku.
__ADS_1
Aku tidak selemah itu, Ucap Anne lalu berjalan pergi