Wanita Malam Itu,Milikku!

Wanita Malam Itu,Milikku!
Episode 126


__ADS_3

****


Hari-hari pun telah berlalu, seperti biasa dilewati oleh Anne dan sahabatnya dengan melakukan ritual sehari-hari mereka.


Tetapi pagi ini begitu berbeda dengan hari-hari sebelumnya, karena hari ini merupakan hari dimana kisah cinta Nielsen dan Anne dipersatukan di dalam ikatan pernikahan kudus.


Sebuah pagi yang dipenuhi dengan kebahagiaan dan juga perasaan emosional bagi Anne.


Di dalam ruang rias, Anne ditemani oleh Jesse dan Sarah, sembari MUA melakukan tugasnya untuk mempercantik mempelai wanitanya.


Jesse yang melihat sahabatnya yang sudah terlihat cantik dalam balutan gaun pengantin putihnya dan dalam


hitungan menit akan menjadi milik orang lain pun, menitihkan air matanya.


“ Sahabatku kau terlihat sangat cantik “ Ucap Jesse sembari memeluk Anne dari belakang


“ Iya non, kau terlihat sangat cantik, bahkan tanpa polesan pun kau sangat cantik, betapa beruntungnya Tuan Middelman “ Sahut seorang MUA


“ Iya nih, kamu kok cantiknya nambah ya “ Lanjut Sarah


“ Jesse, Sarah! “ Seru Anne


“ Ya Ann “ Jawab Jesse dan Sarah bersamaan.


“ Aku ingin mengucapkan banyak terimakasih kepada kalian berdua,  jika selama ini aku sendirian saja, aku tak yakin jika aku akan sampai di hari ini, dengan terlihat seperti ini.


“ Ann, apapun yang terjadi padamu hari ini atau esok, semua itu karenamu. Kami hanya melakukan apa yang


sepantasnya kami lakukan sebagai seorang sahabat dan saudari, selebihnya itu adalah kerja kerasmu, kesabaranmu, harapanmu dan doamu, namun hanya satu yang ingin ku katakan Ann, tolong jangan lupakan persahabatan kita, apapun yang akan terjadi dimasa depan kita harus memastikan bahwa, kita adalah sahabat semati “ Ucap Jesse dengan menitihkan air matanya.

__ADS_1


“ Ann, makasih ya berkat lo juga sampai detik ini gue masih ada disini “ Ucap Sarah dengan memeluk tubuh Anne.


“ Terimakasih Tuhan atas segala nikmat, anugerah persaudaraan yang telah kau berikan dalam kehidupan anakmu ini, tetapi Tuhan hari ini adalah awal bagiku untuk mekanjutkan kehidupanku kedepannya, berikanlah kepadaku kekuatan dan juga hikmat yang hanya berasal dari padamu, Amin  “ Bathin Anne


Ketiganya pun saling berpelukan dan tanpa sadar mereka menitihkan air mata.


Nielsen yang telah tiba dan berada disana pun hanya menggelengkan kepalanya, melihat tingkah ketiga sahabat itu.


“ Tuan, silahkan nyonya telah siap “ Seru seorang MUA, membuat ketiganya pun menyadari kehadiran Nielsen.


Saat Anne membalikkan wajahnya dan memandangi Nielsen, air matanya tak henti-hentinya berderai.


Nielsen pun berjalan mendekatinya dan merangkul Anne. Jesse, Sarah dan semua orang yang berada disana pun keluar dan hanya memberikan ruang bagi keduanya.


“ Ann, ada apa katakan padaku, apa ada sesuatu yang menggangumu? “ Tanya Nielsen dengan penuh kesabaran.


“ Aku tidakpapa, aku hanya ingin menangis “ Jawab Anne


Nielsen


Tanpa berkata panjang lebar, terdengar suara tangisan yang begitu besar.


Jesse, Sarah dan orang-orang yang berada disana kebingungan dan saling menatap kemudian mereka tatap lagi ke arah pintu ruangan Nielsen dan Anne, namun tak seorang pun yang berani untuk membukanya.


Tetapi di dalam sana, keduanya sedang melepaskan semua beban pikiran mereka.


“ Ann, Aku mencintaimu “ ucap Nielsen


Anne hanya tersenyum simpul dan mengusap air matanya lalu melakukan sedikit touch up pada wajahnya lalu

__ADS_1


Anne pun menggandengan tangannya pada lengan milik Nielsen dan mereka pun berjalan keluar dari ruangan tersebut.


Semua mata pun memandang ke arah mereka, pangling dan juga tercengang melihat kecantikan dan ketampanan kedua mempelai.


Hingga akhirnya kedua sahabat Anne dan suami mereka menuntun Anne dan Nielsen menuju mobil pengantin mereka.


Saat memasuki area pemberkatan, alunan musik klasik pun mengiringi langkah mereka dengan didampingi oleh Jesse dan Sarah, Erik pun menyerahkan Anne kepada Nielsen.


“Anakku, kalian berhak memilih siapapun yang menurut kalian terbaik sebelum kalian menikah dengan tetap


membuka mata lebar-lebar, namun, tutuplah rapat-rapat mata kalian setelah menikah dengan hanya melihat satu sama lain. Anakku, aku akan segera melepasmu laksana penjaga pantai melepas sebuah pelayaran ke lautan lepas. Bahtera yang telah kalian persiapkan akan segera berlayar dalam aneka gelombang persoalan. Dimulai berdua, kalian nantinya akan membangun keluarga kecil seperti aku dan ibumu dulu. Untuk itu, tetaplah saling menjaga dan bertanggung jawab satu sama lainnya. Kalian adalah harta tak ternilai untuk masing-masing. Anakku, memang benar cinta bukanlah segalanya. Tetapi tanpa cinta, segalanya pun tak akan ada. Tetaplah saling mencintai selama-lamanya. Percayalah bahwa kalian adalah dua makhluk yang memang ditakdirkan untuk bersama selamanya “ Ucap Erik sembari ia menyerahkan Anne kepada putranya Nielsen.


Ucapan seorang ayah memang sangat bermakna, hingga keduanya tak dapat membendung lagi air mata mereka. Setiap orang yang mendengarkan ucapan Erik pun tanpa sadar menitihkan air mata.


Nielsen dan Anne pun dipersilahkan untuk menumpangkan tangan mereka diatas kitab suci dengan berhadapan dengan pendeta untu menerima sakramen mereka. Setelah menyelesaikan percakapan dengan Pendeta, kedua mempelai pun mulai mengucapkan janji setia satu sama lain di hadapan Tuhan dan juga para tamu undangan.


“ Di hadapan Tuhan, Imam, para orang tua, para saksi,  saya Nielsen Middelman, dengan niat yang suci dan


ikhlas hati memilihmu Anne Rachell Smith menjadi istri saya. Saya berjanji untuk setia kepadamu dalam untung dan malang, dalam suka dan duka, di waktu sehat dan sakit, dengan segala kekurangan dan kelebihanmu. Saya akan selalu mencintai dan menghormatimu sepanjang hidupku. Saya bersedia menjadi orangtua yang baik bagi anak-anak  yang akan dipercayakan Tuhan kepada kita dan mendidik mereka dengan penuh kasih sayang. Demikian janji saya, semoga Tuhan menolong saya ” Ucap Nielsen dengan suara yang terdengar sangat lantang.


“ Di hadapan Tuhan, Imam, para orang tua, para saksi,  saya Anne Rachell Smith, dengan niat yang suci dan


ikhlas hati memilihmu Nielsen Middelman menjadi suami saya. Saya berjanji untuk setia kepadamu dalam untung dan malang, dalam suka dan duka, di waktu sehat dan sakit, dengan segala kekurangan dan kelebihanmu. Saya akan selalu mencintai dan menghormatimu sepanjang hidupku. Saya bersedia menjadi orangtua yang baik bagi


anak-anak  yang akan dipercayakan Tuhan kepada kita dan mendidik mereka dengan penuh kasih sayang. Demikian janji saya, semoga Tuhan menolong saya ” Ucap Anne dengan penuh keyakinan.


" Dengan terucapnya, janji suci di hadapan Tuhan dan juga tamu undangan maka dengan ini saya nyatakan kalian sebagai suami dan istri yang sah di mata dunia dan juga di mata Allah, mempelai pria boleh mencium pasangan wanitanya " Ucap pendeta.


Tanpa menunggu panjang Nielsen pun menarik tubuh Anne dan menciumnya, Tamu undangan pun menepuk tangan bagi keduanya.

__ADS_1


Jesse dan Sarah yang menyaksikan segalanya pun terbawa suasana dan menangis sehancur-hancurnya, Raphael dan Max hanya terdiam melihat tingkah keduanya namun disisi lain, mereka pun bangga atas tindakan gentleman yang dilakukan oleh Nielsen sahabat karib mereka.


__ADS_2