Wanita Malam Itu,Milikku!

Wanita Malam Itu,Milikku!
Episode 084


__ADS_3

" Ahahhaha, siapa kau hingga beraninya kau mengancam kami " Gumam seorang wanita.


Anne hanya terdiam tak dapat mengatakan sepata kata dan hanya menitihkan airmatanya sembari menarik-narik lengan kemeja Nielsen


" Aku bukan siapa², tapi aku tak suka kalian memperlakukannya seperti itu " Jawab Nielsen dengan nada yang pelan² saja.


" Hahhhhhh, bukan siapa² ? Kau adalah pria penikmat wanita malam itu " Balas Seorang wanita.


Seisi restaurant hanya terdiam menyaksikan tontonan gratis tanpa buffering, sedangkan pelayan restaurant tak berani menghentikan pertunjukkan seni membicarakan orang di muka umum ini.


" Cihhhh Nyonya², aku katakan sekali lagi ya, " Wanita Malam Itu, Adalah Milikku " Ucap Nielsen lalu mulai mengerakkan badannya untuk berjalan mendekati meja wanita² itu dan langkah terhenti


DEG


DEG


DEG


DEG


Langkah Nielsen pun terhentikan, karena merasa dua buah tangan yang melingkar di perutnya.


" Astaga jantungku, dia memelukku! Oh Tuhan tolong kuatkan aku agar tak pingsan disini " Bathin Nielsen.


" Apa ini An, kenapa menghentikanku, aku akan memberikan mereka sebuah memori yang takkan pernah terlupakan " Ucap Nielsen sembari berpura-pura ingin melepaskan pelukan Anne.


" Jangan pak, sudah cukup pak! Lagipula mereka adalah wanita, tak pantas bagimu untukmu menindas seorang wanita " Jawab Anne dengan menangis terisak-isak


" Haisss aku bahkan ingin membencimu, kau membiarkan mereka untuk mengumpatmu seenaknya dan memintaku untuk tidak memberikan mereka pelajaran " Tanya Nielsen emosi

__ADS_1


" Ya Pak, biarkanlah mereka pak " Jawab Anne dengan posisi tangannya masih memeluk tubuh Nielsen


" Hey Nyonya², kalian pasti tak buta dan tuli kan? Lihatlah dengarlah! Bahkan Wanita Malamku yang cantik, Sexy serta nikmat ini tak menginjinkanku untuk menyakiti kalian, Jika boleh menentukan, Aku rasa kalianlah pantas menjadi Wanita Malam " Ucap Nielsen lalu berbalik dan memeluk Anne dari pinggulnya dan berjalan kembali ke meja mereka.


Wanita² tersebut tak dapat membalas ucapan Nielsen dan hanya terdiam. Sedangkan Anne matanya menjadi sangat sembab dan bola matanya memerah karena menangis mendengar ucapan wanita² tersebut.


" Sudahlah, berhentilah menangisi mereka, apa mereka pernah menangisimu " Sahut Nielsen kepada Anne dengan memberikan sapu tangannya untuk mengusap air mata Anne.


" Pak, aku mohon maafkan aku dan Terimakasih banyak telah membelaku " Ucap Anne dengan menundukkan wajahnya.


" Hhhmmm sudahlah lupakan, aku juga terimakasih ya, Jika kau tak melakukannya! Mungkin tadi aku bisa saja membuat salah satu dari mereka bermandian darah " Balas Nielsen


" Haaaaaaaaa, Astaga apa katamu pak " tanya Anne dengan tidak percaya dengan perkataan Nielsen barusan.


" Aku bilang terimakasih telah memelukku, jika tidak aku bisa saja membunuh tadi " Jawab Nielsen tersenyum ke arah Anne


Wajah Anne pun menjadi merah bagai udang rebus, mengingat tindakannya tadi yang tiba² memeluk Nielsen membuatnya tertunduk malu.


Setelah menunggu lama, akhirnya pesanan mereka pun tiba juga.


Dengan segera Anne dan Nielsen memakannya hingga tak tersisa, karena kondisi mereka yang kelaparan dan tenaga yang terbuang-buang akibat emosi tadi.


Setelah memakan makan siang mereka, Nielsen dan Anne kembali berjalan menuju mobil dan melaju kembali ke rumah Anne.


Saat dalam perjalanan Anne melihat ada kedai es krim.


" Wah pasti enak ya es krim disana " Gumam Anne


Nielsen yang mendengar gumaman Anne pun mengentikan mobilnya dan menarik Anne keluar menuju kedai es krim itu.

__ADS_1


" Aishhhh His such a Materilialistic Man, So dam Cool *MELER* " Bathin Anne


" Apakah ini sangat enak " Tanya Nielsen kepada Anne yang terlihat sedang menjilati es krim miliknya.


" Jauhkan pikiran ngeres ini Tuhan, Astaga caranya menjilati es krim, duh gak nahan " Bathin Nielsen


Nielsen pun memutuskan kembali ke dalam mobil duluan agar dapat menenangkan dirinya yang sedikit lagi akan semakin tinggi tegangan listrik yang ada dalam dirinya.


Anne yang telah menghabisi es krim miliknya tak menyadari bahwa, Nielsen telah kembali ke mobilnya pun mencarinya ke mobil.


" Astaga pak, ku pikir aku t'lah kehilanganmu " Gumam Anne


" Kau takkan pernah kehilanganku " Ucap Nielsen lalu mengambil tissue dan membersihkan sisa es krim yang menempel di bibir milik Anne.


Nielsen yang membersihkan sisa es krim di bibir Anne pun, hanya menatap bibir milik Anne. Begitu juga dengan Anne yang hanya menatap kedua mata milik Nielsen.


Seakan Anne tenggelam di dalam matanya dan bersiap untuk hanyut di dalam.


CUP..


Sebuah ciuman mendarat di bibir munggil Anne, namun Anne tak menyadarinya karena terpesona dengan ketampanan Nielsen


Brakkkk, Anne mendorong tubuh Nielsen dari hadapannya.


" Maafkan aku, bibirmu sangat manis, eh maksudnya aku lepas kontrol " Ucap Nielsen dengan nada gugup


" Hhhhmmm " Sahut Anne sembari menundukkan wajahnya karena merasa sangat malu


" Minta Votenya Kaka "

__ADS_1



🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡


__ADS_2