
* Berhenti ngomel lo, tadi udah cukup bacotnya! Sahut Jesse
》 An, sakit banget ya? Tanya sarah
* No lo liat memar cuy, Jawab Jesse sambil menerangkan wajah Anne dengan cahaya handphone
》 Jahat banget si boss, keknya aku juga mau resign deh, gaada rasa kemanusiaannya bagaimana bisa dia memiliki seseorang yang akan menyayanginya, Ucap Sarah
* Hhhmmm bgtlah coy, Balas Jesse
" Ayo cepetan lajuin mobilnya Jess, Ucap Anne
----- Di Parkiran Club
▪︎ Nielsen, apa.kau sunggu telah kehilangan hatimu, baiklah jika bukan hatimu? Akalmu? Kok lo tega amat sih? Ucap Raphael
• Kenapa lo suka ama Wanita Malam itu, sana ambil dia dan makanlah, Jawab Nielsen dengan ketus
- Raphael hanya mengeleng2kan kepalanya, tak percaya dengan kelakuan sahabatnya ini.
) Tuan, kita pulang? Tanya Max
• Kalian pulanglah, Jawab Nielsen ketus dan berjalan masuk kembali ke Club W
- Nielsen sungguh telah kehabisan akalnya tak percaya dengan apa yang telah dia perbuat pada gadis.
__ADS_1
• Apakah gadis itu, Arghhhh aku akan kehilangan akal dibuatnya, Gumam Nielsen
- Nielsen pun memesan wine baru mengantikan yang telah diminum Anne
• Hufttt Gadis itu memang, dia sangat kuat aku akui itu, Ucap Nielsen
- Disisi lain, Anne dkk pun telah kembali ke rumah, dengan segera Sarah berlari ke dapur dan mengambil es batu untuk mengompres luka memar pada wajah Anne.
》 Ne, besok lo kerja kan? Tanya Sarah
" Ga deh, masa iya gue udah bangga² lo buat resign tanpa dipecat kok, Gue akan tulis suratnya dan loe bantu anterin ke Max ya agar dia memberikannya kepada boss biada* itu Sar, Ungkap Anne
》 Ih iya juga sih, beneran lo An, Jawab Sarah
* An ikut gue aja yuk, Ajak Jesse
* Keras banget kepala loe cuy, ya udah deh serah loe, intinya kalau sampe terjadi apa² dengan loe, gue akan bunuh CEO lucknut itu, Balas Jesse
》 Jes lu jahat amat, Ucap Sarah sambil tertawa
- Mereka pun tertawa karena mendengar ucapan Jesse
* Ya udin, gue harus beberes, besok udah cus balik kanan, Sar gue titip Anne, awas lo papain dia, bilang Max no hajar otak belakangnya CEO buta huruf itu, Sahut Jesse
》 Ya Tuhan, iaiaiaia Jes! Gue bakal jagain Anne kok, Jawab Sarah
__ADS_1
- Setelah bercengkrama bersama di ruang keluarga, mereka pun bubar ďan menuju kamar masing* untuk beristirahat.
" Hishhh pipiku sungguh sakit, mengapa dia menamparku, jika segalanya adalah kebenaran? Dasar pria gila, Gumam Anne
* Apalagi sih An, lo benci banget ya ama tu pria? Tanya Jesse
" Emangnya menurut lo, gue terlihat bahagia ya? Ucap Anne
* Lu tu terlihat seperti pen memakannya hidup², Jawab Jesse sambil tertawa
" Beneran loe Jes, ga tau kok rasanya tu gue pen banget bunuh dia Jes, Sahut Anne
* Eh ne, gimana kalau lo ajak Sarah tinggal disini aja, kan bagus ada yg nemenin lu kan rumah orgtua lu ini besar, Ucap Jesse
" Hhhmm iya juga sih, coba lu bilangin lah Jes ama dia, gue mah, selama orgnya baik ya guenya baek² aja, Ucap Anne
* Lu kan yang terbaek sahabat semata wayang gue, eh btw kalau liburan lo kunjungin gue lah jir, sombong amat lu, masa gue mulu yang ngunjungin lu? Ucap Jesse
" Iya jes, ntar gue lihat* deh, Balas Anne sambil memeluk Jesse sahabatnya.
* Udah deh tidur lu, dasar pipi memar, Ucap Jesse sambil berjalan keluar dari kamar Anne menuju kamarnya.
- Mereka pun tertidur hingga keesokan harinya Anne pun bangun, lalu duduk di meja kerjanya untuk menuliskan surat pengunduran dirinya dari Perusahaan Middelman milik Nielsen
》 An, apa lo yakin? Tanya Sarah
__ADS_1
" Yakin gak yakin harus yakin sarah, Jawab Anne
》 Baiklah jika itu maumu, Balas Anne