
Anne hanya terus memandangi dan mwngelus wajah putra mereka dan mengigat kejadian dimana Nielsen berteriak ke arahnya
" Hhhmmm, apa mama terlalu egois nak? Karena yang mama inginkan adalah semua kasih sayang mama dan semua yang terbaik harus mama berikan padamu " Gumam Anne
" Iya nak, kamu egois " Ucap Erik yang rupanya sudah berada disana sejak pagi dan memperhatikan tingkah kedua anaknya tanpa Anne sadari
" Papa " Seru Anne
" Ya, ini papa! Papa hanya ingin memberikan saran padamu nak, jangan terlalu menghabiskan waktu bersama anakmu, hingga kau melupakan tanggung jawabmu sebagai isti " Ucap Erik
" Aku tak pernah melupakan tanggung jawabku, menjaga dan membesarkan anak kami pun itu jawab seorang istri " Balas Anne
" Berhentilah membantah dan dengarkan ucapan papa " Lanjut Erik
" Ingat nak, anak-anak kita suatu saat mereka pasti akan meninggalkan kita, untuk pendidikan dan untuk membangun keluarga mereka sendiri, tetapi suami yang kau lalaikan itu, dialah yang akan menemanimu di masa tuamu, jadi jangan bertingkah egois kepada putraku! " Ucap Erik dengan nada tegas
DEG
DEG
DEG
" Bahkan papa pun memarahiku " Bathin Anne
" Tapi pa " Seru Anne
" Dalam berhubungan tak ada tapi-tapian, putraku sampai berani mengucapkan kata-kata seperti itu, tandanya kau berlebihan, papa benar-benar kecewa dengammu Anne " Ucap Erik lalu ia pun berjalan keluar meninggalkan rumah mereka
Anne pun tersungkur dan tangannya menahan perih didadanya
" Cobaan apa ini " Gumam Anne
Hari semakin sore dan hampir menjelang malam, namun Nielsen belum juga kembali dari kerjanya
" Dimana dia, kenapa belum pulang " Gumam Anne dengan gelisah
__ADS_1
Sementara di perusahaan Nielsen hanya duduk diruangannya dengan terus memperhatikan langit-langit ruang kerjanya
" Apa aku terlalu kasar padanya " Gumam Nielsen
" Tapi aku juga menginginkan perhatiannya dan kasih sayangnya " Ucap Nielsen
" Baiklah, apapun yang terjadi aku harus pulang. Aku tak boleh membuatnya menunggu dengan cemas di rumah " Ujar Nielsen dan dengan segera ia bangkit dari kursi kerjanya untuk pulang
Sedangkan di rumah, Anne telah menidurkan putra mereka, Anne pun berinisiatif untuk memasak makanan kesukaan Nielsen
" Selesai " Ucap Anne dan mulai menatanya di meja makan
" Semoga kau menyukainya " Gumam Anne
Setelah selesai memasak, terdengat suara mobil Nielsen telah memasuki parkiran mereka
" Aku pulang " Seru Nielsen dengan nada suara tak bersemangat
" Wangi sekali, aroma makanan ini sepertinya Anne memasak makanan kesukaanku " Bathin Nielsen
" Aku harus bagaimana lagi Tuhan? " Bathin Anne
Anne benar-benar pusing dibuat Nielsen, fokusnya menjadi buyar, karena beberapa hari telah berlalu namun kedinginan antara mereka tak kunjung menghangat
Putra mereka pun menjadi semakin cengeng, tak ada satu pun malam yang dilewati tanpa suara tangisannya
Kantong mata milik Anne, semakin terlihat jelas. Kecantikannya tak terawat, berat badannya menjadi tidak sestabil dulu
Hubungan keduanya menjadi sangat renggang, karena tak ada seorang pun diantara mereka yang berani untuk meminta maaf
Nielsen sekali pun ia tak pernah menegur Anne, namun dirinya tak pernah menduakan istrinya
" Ya Tuhan, 1 bulan telah berlalu dan Nielsen belum pernah menyapaku, rumah ini sudah bukan lagi surga bagiku, tetapi neraka bagiku " Gumam Anne yang terus berjuang menidurkan Miracle
Hingga suatu malam putra mereka terus menangis tanpa henti, terpaksa Anne yang baru saia tidur pun harus bangun kembali untuk segera membujuknya
__ADS_1
Saat ingin menidurkan Miracle, Anne merasa seluruh tubuhnya begitu panas dan Nielsen sedang dinas ke luar kota
" Bagaimana ini " Ucap Anne dengan sangat panik
Dengan segera Anne menghubungi rumah sakit terdekat untuk meminta bantuan
Tanpa menunggu lama Ambulance pun datang membawa keduanya ke rumah sakit
" Nyonya, tumggulah disini. Kami akan memeriksa puta anda " Ucap seorang perawat yang bertugas kepada Anne
" Maafkan mama nak, karena keegoisan mama akhirnya kau yang menanggung semua rasa sakit itu " Gumam Anne
" Dimana putraku " Seru Nielsen dengan nafas tak teratur karena turun dari Jet mereka, ia langsung berlarian menuju ruang gawat darurat
" Di... " Ucapan Anne terpotong
" Dia baik-baik saja Tuan " Jawab Perawat
" Benarkah? " Tanya Anne
" Benar, kalian boleh menjenguknya " Jawab perawat
Anne dan Nielsen pun berjalan memasuki ruangan gawat darurat itu bersamaan
DEG
DEG
DEG
" Perasaan apa ini, mengapa jantungku berdebar begitu kencang " Bathin Nielsen
" Miracle, maafkan mama nak! Mama terlalu egois " Seru Anne dengan buliran air mata yang terus menetes
Jangan Lupa : Like, Coment dan Vote 💜
__ADS_1