Abnormal Assasin

Abnormal Assasin
Part 97 Colosseum


__ADS_3

Aku dan Tiara duduk berhadapan didalam restauant. Tidak ada satupun dari kita yang bicara.


Setelah diperhatikan sepertinya gear miliknya sudah berubah. Pedang yang digunakan sebagai senjata telah hilang digantikan Halberd.


Halbert adalah senjata jenis tombak yang memiliki mata kapak. Senjata ini termasuk jenis senjata yang sulit dipakai karena teknik yang beragam tergantung kondisi.


Perisai besar yang dia pakai juga berubah jadi Round shield. Ukurannya jauh lebih kecil juga memerlukan teknik khusus untuk menahan serangan.


Baik senjata maupun perisainya butuh teknik yang rumit. Jika tidak didukung Class yang tepat sangat sulit untuk berkembang.


Seharusnya Tiara juga mendapat Class khusus jika tidak pasti, tidak akan mengambil taruhan seperti ini.


"Jadi apa yang mau kamu bicarakan?"


Tiara menghela nafas "Maaf, aku tidak tahu. Tidak bukan begitu. Aku yang benar-benar tidak perduli padamu"(Freyas)


"Itu saja. Kalau begitu lupakan saja hal itu"


"Juga aku minta maaf soal Mely, aku memintanya mencari tahu tentangmu"(Freyas)


"Kalau begitu semua ini sudah selesai"


"Tapi-"(Freyas) "Kalau ingin membicarakan soal itu lebih baik secara langsung saja. Kalau didalam game lebih baik bicara soal game saja. Kalau tidak ada aku permisi"


"Apa kamu benar-benar tidak tahu siapa 'Pluto' atau pura-pura tidak tahu"(Freyas)


"Tidak aku tidak tahu. Ini pertemuan pertama kami"


"Dia Azam. Pasti kamu kenal dengan nama ini"(Freyas) "Azam? Jadi dia anak paman Burhan"


Paman Burhan dia adalah saudara ayah yang mengambil alih perusahaan dan menjualnya. Aku tidak begitu paham tentang itu karena masih terlalu muda.


Yang jelas ayah membantu dia dan dia malah mengkhianatinya. Semua utang perusahaan dan mungkin juga yang merencanakan kecelakaan pada ayah juga.


"Dia juga yang membuat ayah bangkrut. Aku sendiri tidak tahu dengan cara apa. Setelah ayah berusaha membantu untuk hak waris kamu beragam kerugian datang tanpa henti hingga memaksa ayah menghentikan usaha karena banyaknya utang. Untung saja ayah berhasil menghindari disitanya rumah dan mobil kami"(Freyas)


"Jadi kamu ingin balas dendam begitu?" "Kamu sendiri apa tidak dendam?"(Freyas)


"Tidak, lagipula itu sudah berlalu. Meski aku bisa membalas dendam tidak ada yang berubah hanya luka baru dan masalah baru"


"Aku juga tidak, hanya saja aku tidak akan membiarkan dia mengakar di game ini"(Freyas)


"Bukanya sudah terlambat untuk itu. Sudah ya aku pamit. Masih banyak tempat yang aku belum lihat"


Aku dan Tiara bediri dan membayar makanan yang kita makan, meski cuma sedikit yang kumakan.


"Sebenarnya kamu kemana saja sih? Dan tahu-tahu sudah di ibukota aja"(Freyas)

__ADS_1


"Banyak yang terjadi juga kulalui"


"Ya benar. Masalah itu jadi viral sampai sekarang. Gara-gara kamu Guild Wild wolf bubar"(Freyas) "Bukan aku yang mulai kok Yasudah aku pergi dulu"


Aku berjalan meninggalkan Tiara "Nanti aku mampir kerumahmu. Jangan usir aku ya"(Freyas)


Aku hanya melambaikan tangan saja, tanpa melihat kebelakang.


Aku sudah puas berjalan-jalan kesekitar, Aku juga sudah mampir ke berbagai toko. Tapi ada satu yang menarik perhatianku.


Colosseum. Tempat Farming terbaik bagi para Ranker jika tidak dibatasi aku yakin sampai level 40 atau 50 pasti akan tetap berada disana.


Aku sampai dibangunan raksasa yang besar. Colosseum. Bentuknya sama seperti yang di romawi kuno.


Hanya saja berwarna hitam legam. Beragam kristal bercahaya tertempel disetiap tempat dibangunan itu.


Sehingga meski malam akan tetap terang. Tempat ini juga dipenuhi orang baik NPC juga pemain.


Selain itu pedagang, blaksmith, healer, serta alchemist membuka stan sendiri disini. Dan penuh serta harus antri.


Aku memasuki Colosseum itu. Ternyata hanya luar saja yang memiliki cat hitam dalamnya tetap saja putih.


Aku duduk diatas kursi kayu tempat disini banyak player yang mengobrol dan berbincang.


Aku membuka Guide disini.


Keduanya perlu membayar sebesar 20 silver.


Untuk bertarung ada 2 mode yang disediakan melawan AI atau Player.


Kalau Player merupakan sistem PVP biasa dan memiliki rank tersendiri untuk mengumpulkan Gladiator point.


Semakin tinggi rank semakin banyak Gladiator point yang didapat.


Untuk pertarungan AI. Kita bisa memilih bertarung dengan monster atau NPC.


Setiap pertarungan yang kita menangkan akan mengakumulasikan EXP serta Point.


Maksimal 10 pertarungan berturut-turut.


Dan setiap pertarungan akan semakin sulit, karena level musuh akan meningkat.


Jika memilih pertarungan AI ada kesulitan yang bisa dipilih.


Normal memiliki perbedaan 2 level dari pemain.


Hard memiliki perbedaan 5 level dari pemain.

__ADS_1


Insane memiliki perbedaan 7 level dari pemain.


Hell memiliki perbedaan 10 level dari pemain.


Setiap pertarungan selesai juga akan memberikan hadiah yang berbeda.


Normal akan memberikan 20% EXP secara instan dan 100 Gladiator point.


Hard 40%EXP, 1000 Gladiator point serta copper box


Insane 60% EXP, 10.000 Gladiator point serta silver box


Hell 80% EXP, 100.000 Gladiator point serta gold box.


Meski begitu sangat sulit memenangkan pertarungan ini. Rank tertinggi hanya dengan kesulitan Insane dan menang 3 pertarungan.


Sayangnya juga ada pembatasan disini. Setelah bertarung di Colosseum tidak boleh bertarung lagi selama 1 bulan.


Aku memilih monster saja. Mungkin kesulitannya Insane saja, aku sebenarnya ingin mengambil yang Hell hanya saja ada firasat buruk yang kurasakan.


Setelah memilih aku berpindah ke suatu ruangan. Disini tidak ada siapapun juga jalan keluar lain, kecuali pintu jeruji didepanku.


Jeruhi itu terbuka keatas membiarkan cahaya matahari masuk kedalam. Sepertinya sudah saatnya aku keluar.


Aku sekarang berada di tanah lapang yang kosong dan gersang. Suara riuh dari sekitarku terdengar.


Ternyata penontonnya banyak. Diseberangku ada jeruji besi yang juga perlahan-lahan naik keatas.


Aku mengeluarkan senjataku sambil menunggu. Suara geraman terdengar dan bayangan besar keluar dengan cepat dan menerkam kearahku.


Aku langsung menghindar kesamping untuk menghindari hal itu. Ledakan asap terjadi menutupi seluruh pandanganku.


Setelah asap hilang yang muncul dihadapnku Manticore raksasa. Ukurannya mencapai 3 meter.


Manticore monster memiliki tubuh singa, sayap kelelawar dan ekor kalajengking. Paling tidak itulah monster dihadapanku.


Dilehernya ada fire mana crystal berukuran sejari telunjuk. Monster itu membuka mulutnya dan menyemburkan api.


Aku mundur sambil menunggu semburan api itu tiba, dengan cepat aku menggunakan Vanish dan menerobos api kebagian samping yang tidak terlalu banyak api.


Setelah itu aku langsung menggunakan Stealth. Level milikku 27 berarti level Manticore didepanku 34.


Ini bukan hal yang bagus, manticore merupakan monster yang sulit karena kemampuan miliknya.


Selain menyemburkan api, dia bisa terbang, dan ekornya memiliki racun. Biasanya untuk mengalahkannya harus memfokuskan diri menyudutkannya. Itu juga sulit karena perlu skill serta jumlah yang banyak.


Aku jadi mengerti kenapa ini sangat sulit

__ADS_1


**TO BE COUNTINUE...***


__ADS_2