
Kami bersama masuk kedalam gua. Sunyi dan dingin itulah menurutku tentang gua ini.
Meski sunyi karena aku tuli dan dingin karena tempat ini dipenuhi es
-Aku membaca dari komunitas gua ini jadi buff untuk Banshee (Wendy)
-Karena gema? (Yusong)
-Begitulah. Aku harap kita tidak terpengaruh (Wendy)
-Entahlah, soalnya Maidein Banshee bisa memberikan Debuff meski aku tuli
-Aku tidak mengalami hal itu (Hanz)
-Aku sempat mengalaminya. Untungnya aku fokus pada Counter, kupikir debuffnya itu tidak bisa dilawan (Avriz)
-Absolut Debuff? Itu menyebalkan (Lesta)
Absolut Debuff adalah istilah yang digunakan untuk Debuff yang tidak bisa dihalangi.
Seperti racun itu bisa kita tahan jika memiliki poison resisten yang tinggi.
Tapi racun tipe Absolut debuff tidak bisa ditahan bahkan diberikan penawar meski sama-sama racun. Seperti itu
-Debuffnya apa? Stun? (Viesta)
-Bukan stun. Mirip Paralysis hanya saja HP terus menurun
-Apa menutup mulutnya akan menghentikan dia menggunakan debuff? (Rachel)
-Entahlah. Mulutnya saja seperti Kuchisake onna bagaimana cara menutup mulutnya?(Haruka)
-Masalahnya. Maiden saja sudah seperti itu, bagaimana dengan Frost queen(Viesta)
-Kamu jangan membuat kita pesimis dong (Yusong)
Akhirnya kami menemukan beberapa Banshee yang tidak butuh waktu lama untuk dibunuh
Dan kami sampai. Diujung sana ada Frost queen yang menangis tanpa suara, selain itu ada 5 Maiden Banshee dan 20 lebih Lady Banshee sisanya hanya maiden biasa
Frost queen memakai gaun biru es yang indah kulitnya membiru dan memiliki rambut panjang.
Anehnya aku merasa dari balik rambutnya ada mata yang menatapku juga
-Bergerak cepat. Kalau bisa sebelum mereka berisik
-Baik. Aku duluan (Wendy)
Wendy berlari kedepan dan mengeluarkan pisau melemparnya kearah dinding gua dan memantul kesegala arah sampai kembali ketangannya.
Bisa begitu? Wendy menarik pisau itu dan tangannya menarik benang disana
__ADS_1
-Inilah jurus terkuat milikku Hell string (Wendy)
Seluruh aula keluar benang yang mengikat semua Banshee biasa. Maiden Banshee mulai melihat kesini.
Hanz dan Haruka maju. Haruka memegang tangan Hanz, dan puluhan Hanz dan Haruka muncul mereka berpisah dan membunuh semua Banshee biasa
Hasan melempar botol kearahku
-Itu racun Silence(Hasan)
-Kenapa kamu tidak bilang daritadi sih
-Efektif jika dibakar soalnya(Hasan)
-Kalau begitu kugabungkan dengan racun milikku tidak masalah kan?
Aku melempar gemini Venom dan hancur saat mengenai dinding gua. Asap hijau memenuhi tempat ini
Aku melempar racun yang diberikan Hasan dan melempar pisau api yang langsung meledak.
Suara ledakan terdengar nyaring asap dari ledakan membuat semua HP dari Banshee berkurang.
Frost queen juga terpengaruh dan dia menatap kearahku. Dia membuka mulutnya yang bisa terbuka sampai kedadanya.
Mengerikan. Bersama dengan teriakan tanpa suaranya membuat seluruh gua bergoyang dan kabut es keluar menyerbu kearah kami
Aku melempar 4 pisau api dan membuat dinding api.
-Hahaha... Aku membeku.. Tolong(Hanz)
-Rasain tuh(Haruka)
Begitu diperhatikan Haruka memang sudah dibelakangku. Selain Haruka, Rachel, Yusong dan Hasan yang lainnya tidak ada.
Dinding api langsung hancur dan aku terpental. Meriam angin lagi? Atau meriam suara? Tubuhku jadi tidak bisa bergerak
-Mumpung bossnya tertarik padaku. Urus semua Maidennya!!
Bos muncul dan menancapkan cakarnya ketanganku. Debuff Frostbite dan Numb muncul bersamaan.
Disusul Frost ini menyebalkan. Tanganku tidak bisa digerakan. Belum puas dia berteriak.. Sepertinya. Meski tidak terdengar darahku terus berkurang dan wajahku terasa membeku.
Spirit keluar dan mendorong wajah Frost queen. Puluhan spirit keluar dari kalungku dan menyerang Frost queen.
Satu spirit membawaku yang tadinya tidak bisa bergerak. Wajahku membeku, aku tidak bisa membuat ekspresi dan bicara.
Meski sekarang tidak begitu penting sih. Frost queen melesat kearahku dari atas. Aku melempar pisau kearahnya, dia bisa dengan mudah menghindarinya.
Hanya saja dia tetap terkena rantai api dariku.
Rantai api mengikat tubuhnya, spirit juga mengikat rantai-rantai lain ketubuhnya.
__ADS_1
Bahkan mulut yang terbuka miliknya berusaha disumpal dengan rantai juga. Saking besarnya tuh mulut, sampai 4 rantai baru bisa menutup mulutnya
Magic cannon. Formasiku bersinar mengumpulkan cahaya ditanganku dan menembakkan laser kearahnya.
Spirit menahannya agar tidak pergi hingga dia terkena dengan telak
-Kami datang (Hanz)
Yusong mengayunkan pedangnya membuat tornado hitam yang menyatu dengan api milikku.
Ledakan terjadi semua spirit disekitar terpental dan dia keluar. Hanya sekejap, karena benang mengikat tubuhnya.
Dia terbawa benang itu kearah Avriz. Dia mengigit setengah badan Avriz, dan Avriz juga menusuk matanya.
Ledakan terjadi dan dia terdorong. Aku muncul dan menusukkan pisauku, pisau itu membuatnya tertancap.
Hanya saja dia masih bisa berdiri. Sekuat apa dia? Banshee yang lain setelah tertancap pisau itu tidak bisa bergerak, dia masih bisa bergerak.
5 Haruka bergerak kearahnya. Dia mengayunkan tangannya yang kukunya langsung memanjang seperti tombak dan mencakar kelima Haruka.
4 Haruka hilang hanya menyisakan satu yang berhasil menghindari serangan itu. Haruka yang itu juga berubah jadi Lesta.
Dia menusuk Frost queen dan Viesta juga muncul di belakang Frost queen dan menusuknya juga.
Hal mengerikan terjadi, Viesta digigit sesuatu dari sini hanya terlihat rahang bergigi tajam yang menggigit Viesta
Darah Frost Queen langsung berkurang. Lesta mundur hanya saja Viesta terjebak. Servant dan aku langsung maju.
Servant melempar sabitnya yang mengenai leher Frost Queen hanya saja ditahan tangan Frost Queen.
Servant mengeluarkan cakar yang kuberikan dan mencakar wajah Frost queen. Hal ini membuat Viesta terlepas.
Rantai milikku kuayunkan kearahnya. Badannya terkena dan terlilit rantaiku, aku menebasnya dan meninggalkan pisau elemen disana, Servant juga menebasnya dengan cakar dan sabitnya.
Aku menghindar saat dia menyerang dan menarik pisau dengan skillku. Aku dan Servant menyerang tanpa henti dan mundur setelah tubuh Frost queen terlilit rantai semuanya.
Aku menyentuh Rantai dan tubuh Frost queen terbakar hebat. Ledakan terjadi dan Frost queen hampir saja lari.
Hanya saja bayangan menyerupai dirinya muncul dan menahan tubuhnya. Rachel muncul dari belakang dan memenggal kepala bayangan itu.
10% Darahnya hilang seketika. Hanya saja dia masih hidup. 10% tiba-tiba hilang lagi, itu karena Death penalty milikku.
Yang lain tidak mau diam saja dan maju menyerang Frost queen. Aku mundur karena dia sudah mau mati. Kenapa harus ikut campur.
Frost queen berubah dengan tubuh yang diselimuti zirah es. Meski begitu masih tidak bisa melakukan apapun.
Dia tidak bisa terbang karena pisauku menancap ditubuhnya. Ditambah dia jadi lambat membuatnya jadi samsak saja oleh yang lain.
Setelah setengah jam dia akhirnya mati. Dan misi kita sudah selesai. Waktunya kembali
**TO BE COUNTINUE...***
__ADS_1