
Aku duduk diatas bangku ruang tunggu sebelumnya. Aku hanya berhasil bertahan sampai ronde 5. Aku dihajar habis-habisan oleh 4 Manticore berlevel 40.
Dan hanya bisa mati disana. Itu gila sih karena jika memilih kuantitas monster yang dilawan akan dilipat gandakan jika kualitas levelnya akan bertambah 2.
Masalahnya setelah mencapai ronde 5 pilihan kualitas dan kuantitas menghilang jadi setiap monster dilipat gandakan dan level semua monster bertambah 2.
Tapi berkat itu aku mencapai level 30 ini mengurangi waktu farming jauh.
Selain itu aku dapat title Gladiator, serta 7 soul orb, 2 sayap manticore, 2 cakar manticore, dan 7 taring manticore.
Serta 4 box silver yang belum aku buka. Ternyata aku bisa memilih hadiahnya bukan random.
Ada mana crystal, skill, potion, equipment. Aku memilih dua kotak skill dan dua kotak sisanya equipment.
Saat kubuka aku terkejut. Satu skill yang kudapat merupakan tingkat rare. Dan satunya tingkat Unique.
Deathly combo (Rare) (D)
Syarat: Level 30, Assasin, title Gladiator
Deskripsi: Setiap serangan yang dilakukan akan menaikan Agility sebesar 0,5. Jika dalam waktu 10 detik tidak menyerang hitungan akan tereset dan diulang. Maksimal 100 Hits
Jika berhasil mencapai 50 hits dan mempertahankannya diatasnya selama 60 detik sebanyak 50 kali tingkat skill akan naik.
Death execution (Unique) (C)
Syarat: Level 30, Assasin, title Gladiator
Setelah berhenti menyerang semua damage murni dari serangan akan berubah jadi serangan yang mengabaikan pertahanan pada lawan.
Serang 100 kali tanpa henti sebanyak 100 kali untuk menaikkan tingkat.
Untuk gear aku dapat 2 bagian dari Dark gladiator. Dan sialannya seluruh gear tidak bisa digunakan jika tidak lengkap. Hah menyebalkan. Mungkin sekarang aku harus offline dulu.
Sudah cukup lama aku bermain dan cukup intense juga. Aku offline keluar dari game.
Seperti biasa disini sudah gelap. Aku memutuskan untuk mandi dulu karena badanku bau.
Setelah mandi dan makan aku mengupload video ku di Colosseum. Di internet setelah melihat internet sedikit, sudah tidak ada lagi yang ingin kulakukan. Mungkin lebih baik aku tidur saja.
Suara ketukan pintu terdengar, baru juga naik keatas ranjang. Dengan malas aku berjalan kedepan.
Saat aku membuka pintu sedikit tidak terduga siapa yang datang. Itu adalah Tiara dan Mely.
Aku membuka pintu lebih lebar.
__ADS_1
"Masuklah" Aku pergi kedapur dan membuat teh untuk kedua tamu yang datang.
Raut wajah keduanya seperti tidak nyaman
Aku menghidangkan teh dan kue kering yang masih ada dapurku.
"Silahkan dinikmati jangan malu-malu"
Meski semuanya sudah duduk Mely dan Tiara seperti tidak nyaman. Aku hanya diam sambil meminum teh milikku.
"Maaf sudah menipumu selama ini"(Mely)
"Tidak perlu minta maaf. Lagipula tidak ada yang merasa tertipu benarkan I.NO.RI"
Mely langsung diam sambil menggumamkan sesuatu tanpa suara.
"Aku juga minta maaf selama ini tidak menghubungi atau mendatangimu"(Tiara)
"Sudahlah lupakan soal itu. Aku hanya tertarik dengan Azam. Apa cuma dia yang bermain game? Apa tujuan mereka dalam game?"
"Selain Azam kedua saudaranya Regina dan Bram juga bermain didalam game. Jika membicarakan tujuan, seperti sebelumnya memonopoli harga barang equipment didalam game"(Tiara)
"Monopoli? Tapi bukanya gold tidak bisa ditukar dengan uang tunai?"
"Jadi istilahnya mereka membuat pasar baik dunia nyata maupun game begitu?" "Begitulah"(Tiara) "Darimana mereka dapat baik dana maupun pemain untuk melakukan itu?"
"Apa kamu tahu soal 'game miner'?"(Tiara)
"Tunggu dulu. Mereka melakukan itu?"
"Begitulah"(Tiara)
Game miner merupakan sebutan bagi seseorang yang dipaksa bekerja didalam game. Berbeda dengan orang yang main game untuk mendapat duit.
Mereka bermain game sebagai pekerja. Waktu awal-awal VR munculah pekerjaan jenis ini.
Perusahaan tertentu membuat guild dalam game yang sedang hits dan populer. Dan akhirnya membuka lowongan untuk mereka para gamer.
Awalnya terdengar menyenangkan dimana mereka hanya perlu main game memberikan beberapa hal dan digaji.
Tapi makin lama semakin mengerikan game sudah menjadi neraka bagi mereka. Dimana mereka diharuskan mencapai target, membunuh suatu monster, memberikan penghasilan dari game, atau membuat item dalam jumlah yang ditentukan.
Bagi para pemain tipe combat hal itu semakin sulit dan sulit. Karena penghasilan untuk equipment diminta oleh perusahaan akhirnya mereka tertinggal.
Bagi para pemain produksi itu lebih mengerikan lagi dimana mereka dipaksa membuat item dengan kualitas tertentu dan jumlah yang banyak tanpa istirahat dengan waktu yang sedikit.
__ADS_1
Akhirnya terjadi insiden pada waktu itu yang dikenal sebagai Virtual death dengan penyakit yang disebut Virtual stress.
Hal ini menyebabkan ratusan pemain game dari seluruh dunia mati karena lelah mental, serta mati otak. Penyebab aslinya belum jelas tapi karena hal itu game tersebut ditutup dan diterbitkan undang-undang tentang perbudakan game diseluruh dunia.
Meski begitu tidak ada tindakan yang jelas bagi pelanggar. Bahkan banyak guild tertentu yang menggunakan metode ini untuk keuntungan semata.
"Berani juga mereka melakukan hal ini"
"Tentu saja mereka berani. Mereka memiliki perusahaan besar yang terus menerima pekerja tanpa henti"(Tiara)
"Kalau seperti itu susah untuk menumbangkan mereka" Apalagi didalam game 'Become a legend' Dimana para player produksi diuntungkan.
Mereka akan dengan cepat menguasai perdagangan.
"Karena itu aku ingin meminta tolong padamu. Meski tidak bisa merobohkan mereka paling tidak. Menghentikan mereka dari juara turnamen antar guild"(Tiara)
Turnamen guild? Berarti aku harus bergabung dengan guild?
"Jadi itu rencanamu. Tapi kenapa aku? Bukanya banyak ranker yang lain"
"Maunya sih gitu. Cuma karena Azam..."(Tiara)
Ah.. Menyedihkan sekali nasibmu
"Untuk sekarang sepertinya aku belum bisa gabung" "Begitu ya"(Tiara) "Aku akan kabari 2 hari lagi. Lebih baik bicarakan didalam game saja"
Aku memiliki ide. Meski aku tidak ingin balas dendam.... Apanya yang tidak ingin, itu cuma kemunafikan karena aku lemah. Aku akan menghancurkan perusahaan itu dari dalam game lihat saja.
"Selain Paman Burhan dan Paman Andri (Ayah Tiara) Gimana kabar Bibi Davina?"
"Entahlah, sama seperti kamu setelah kepergian ayahmu semuanya berpisah dan jarang berhubungan"(Tiara)
"Begitu ya" "Tenang saja kamu akan tetap bertemu dengan Emma, Calvin dan Evans. Tentu saja dalam keadaan bermusuhan"(Tiara)
"Kenapa?" "Karena mereka bekerja sama dengan Azam"(Tiara) Meski tidak begitu akrab aku tidak menyangka akan begini.
Biarlah lagipula bibi Davina dan suaminya juga ikut turut andil dalam merebut seluruh harta Ayah.
"Jadi itu alasanmu mengajak aku bergabung"
Tiara hanya menggangukan kepala. Melawan Azam dengan guildnya. Entah kenapa aku merasa sedikit tertantang.
Sudah lama aku tidak merasakan hal ini. Aku jadi menantikannya.
**TO BE COUNTINUE...***
__ADS_1