
Gurita raksasa itu menghentakkan tentakelnya dan semua api disekitarnya menghilang.
Listrik keluar dari seluruh tubuhnya, tentakelnya berubah jadi es, dan gurita itu menyemburkan asap hitam kesekitarnya.
"Masing-masing pegang satu!!" Aku melempar pisau cahaya pada Martin, dan Atemis sedangkan untuk Inori diberikan oleh spirit.
Tentakel keluar dari tanah dan menghantamku. Tubuhku membeku setelah terkena serangan itu apalagi juga terkena Paralysis karena tentakel itu juga mengeluarkan listrik.
Suara hantaman terdengar tanpa henti sepertinya yang lain juga diserang.
Tentakel muncul lagi dan ingin menimpaku.
Saat aku tidak bisa bergerak seperti ini lagi. Pierra muncul entah darimana menabrakan diri pada tentakel itu.
Ledakan listrik kecil keluar dari tubuh Pierra tapi itu tidak banyak berdampak, dan Pierra terpental.
Spirit langsung menangkap Pierra. Vanish, tentakel itu jatuh kearahku untung saja aku berhasil menghindarinya.
"Trap formation elemental pillars" 5 Tornado muncul disekitar gurita itu. Meski tidak bisa menghilangkan asap hitam tapi bisa jadi target serangan yang lain.
"Ocean strom"(Atemis) Puluhan panah air melesat dari kabut hitam mengenai gurita membuat puluhan ledakan.
"Aku akan membakarmu!! Attack formation Thorn road"(Martin) ledakan terjadi puluhan jarum api keluar dari tanah dan menusuk serta membakar gurita itu.
Aku tidak melihat Inori tapi sepertinya dia tetap menyerang gurita itu. Tentakel lainnya muncul bukan cuma satu melainkan 4 menyerangku.
Aku menggunakan sabit, menghindar dan menebas tentakel yang datang. Meski berhasil menghindar aku masih terkena serangan karena listrik disekitar tentakel.
Aku melempar Crecent knife kearah gurita.
Lingkaran cahaya terbentuk, semua kabut hitam ini langsung hilang, es yang menutupi tentakel juga listrik yang mengalir diseluruh tubuh gurita juga lenyap.
"Sword rhytmm... Agresso"(Inori) Serangan Inori membuat ledakan dibelakang gurita itu.
"Whyvern arrows"(Atemis) 10 panah melesat dan membentuk bayangan naga menghantam tepat di wajah gurita.
"Great attack formation atomic cannon"(Martin) Laser raksasa dengan cepat membelah kabut hitam dan menghantam gurita itu.
Ledakan besar terjadi, Saatnya kuakhiri.
"Attack formation Giant slash" Aku berlari kearah gurita dengan pedang api ditanganku.
Gurita membuka mulutnya dan cahaya keluar dari sana mengarah kearahku.
"Great defense formation absolut defense"(Martin)
Aku diselimuti bola cahaya yang dibentuk oleh susunan perisai. Cahaya itu terbelah saat mengenaiku.
Yang ternyata itu laser petir raksasa.
__ADS_1
"Terima kasih Martin. Dan kamu makan ini!!"
Aku menusukkan perangku kemata gurita dan membuat ledakan.
Sayangnya itu tidak membunuhnya. Aku menyusun kembali formasi dengan pecahan pisau tadi.
"Kali ini pasti mati. Great attack formation elemental lance" Tombak dengan mata bor kubuat.
Backstab. Aku muncul diatas kepala gurita dan menusukkan tombak tadi kedalam mata yang kutusuk sebelumnya.
Tentakel mengikat perutku berusaha menarikku. Aku terlempar dibuang tentakel itu. Untung saja tombak itu masih menancap dimatanya.
"Inori. Kemari!!!" "Baiklah"(Inori) Aku menyusun formasi lagi.
"Incar tombaknya. Attack formation magic cannon" "Aku mengerti. Charge"(Inori)
Dengan dorongan dari meriam angin Inori bergerak secepat kilat dan ledakan besar terjadi didalam kepala gurita, membunuhnya seketika.
Akhirnya selesai. Tubuh gurita hilang dalam cahaya tidak meninggalkan apapun.
"Gak ada Drop itemnya? Sumpah game ini ampas"(Inori)
"Karena kita baru membunuh satu bagian. Jumlahnya masih banyak" "Aku sudah lelah dengan tempat ini"(Inori) "Aku juga sama"(Atemis)
"Ayo kita lanjutkan perjalanan"
Meski pada dasarnya kita cuma perlu turun kedaerah jantung. Tapi aku bingung dengan jalan ini yang lebih rumit daripada gua digunung.
Sepanjang jalan hanya terdengar suara kicauan Pierra saja. Karena kami semua sedikit waspada.
Pertarungan dengan gurita tadi bisa dibilang sangat sulit. Membayangkan masih ada 5 lagi sedikit membuat khawatir.
Baru dibilang. Tembok disampingku hancur menampilkan ular raksasa yang membuka mulutnya menyerangku.
Aku mundur sambil melempar 3 pisau.
Ledakan terjadi didalam tenggorokannya membuatnya mundur.
Ular itu menggoyangkan kepalanya membuat sisik-sisik dilehernya jatuh. Ular itu membuka mulutnya.
"Defense formation guardian shield. Defense formation Penta shield" Ledakan angin terjadi sisik-sisik yang jatuh melesat cepat seperti peluru hanya butuh waktu 3 detik sebelum perisai pertama milikku hancur, dan 2 detik berikutnya untuk perisai kedua hancur.
Serangan itu dengan cepat menggores tubuh dan menembus tubuhku. Darahku hilang 20% seketika dan aku berubah jadi kumpulan kelelawar dan muncul disamping ular itu.
"Dasar sialan!!!" Pisau kutancapkan dileher ular itu. Aku naik keatas badan ular itu sambil menancapkan pisau-pisau lain.
"Wraith weapon" Dengan 100 soul aku melapisi pisau petir dengan jiwa. Aku menusukkan pisau itu didahi ular.
Ular itu meronta keras ingin membuatku terlempar dari atas kepalanya. Sisik-sisik ditubuhnya jadi tajam dan menusuk seluruh kulitku.
__ADS_1
"Diam!!!" Aku meninju pisau itu yang membuatnya semakin dalam sebelum meledak dan mengeluarkan pilar petir menjatuhkan kepala ular itu.
"Attack formation Giant Axe" Kapak besar muncul ditanganku. Aku menebas ular itu 3 kali sebelum dia bergerak dengan tiba-tiba.
Membuatku jatuh dan dilemparnya ke dinding. Aku menghantam dinding, dan ular itu melesat dengan cepat kearahku.
Aku menghantamnya dengan kapak yang masih kupegang. Serangan pertamaku membuatnya terdorong. Serangan keduaku membuat ledakan yang menghempaskan kepala ular itu.
"Attack formation magic canon"(Martin) "Bear strength Birds arrow"(Atemis) laser serangan Martin mengenai kepala ular itu.
Disusul 5 panah yang membuat ledakan diberbagai tubuhnya. Inori muncul dari samping kepalanya.
"War song"(Inori) Inori menebas ular itu kebawah hingga menghantam tanah, gerakan Inori terkadang jadi sangat cepat terkadang jadi sangat kuat.
Membuat simfoni serangan tanpa henti diikuti bayangan dibelakangnya. Jika didengar dengan seksama setiap suara tebasannya mengeluarkan nada yang seketika berubah jadi irama.
Dengan ledakan Inori mengakhiri music itu. Membuat ular itu terdorong lagi. Ular itu membuka mulutnya lebar-lebar.
Tidak akan kubiarkan! 3 Crecent knife terbang dan mengenai samping kepalanya. Membuat ledakan berbagai elemen.
"Trap formation elemental Pillar"(Martin)
Pilar api keluar dari bawah rahang ular membuatnya tertancap di langit-langit.
Panah-panah yang cepat menyerang ular itu.
Membuat ledakan berantai. Ular itu lepas dari pilar api dan mengeluarkan semburan air.
"Defense formation wall shield" Tembok perisai dari es terbentuk menghalangi semburan ular itu.
" Serpent arrows"(Atemis) 3 panah melesat dan mengeluarkan bayangan ular mengenai kepala ular itu.
Backstab. Aku muncul dileher ular itu. Aku mengayunkan rantai petir berkali-kali sebelum melilitkannya ditanganku.
Ular ini hampir melemparku lagi. Hanya saja muncul Inori sambil menebas dengan pedangnya.
Petir menyelimuti tanganku saat aku meninju kepala ular keluar pilar petir yang membuatnya menghantam tanah lagi.
"Tamat sekarang kamu. Great attack formation death ray"(Martin) "Whyvern Arrows"(Atemis) "Sword Rhytmm.. Agresso"(Inori)
Aku juga turun menyerang dari kiri dengan tinju yang dilapisi petir, Inori menyerang dari kanan, Panah Atemis turun dari atas dan Formasi Martin dari depan.
4 serangan langsung membuat ledakan besar dan membunuh ular itu secara langsung.
**TO BE COUNTINUE...***
**Saya sebagai Author mau meminta maaf karena urusan kerjaan sepertinya akan sulit upload dalam beberapa hari. Mohon dimaklumi bagi para pembaca.
Terima kasih**
__ADS_1