Abnormal Assasin

Abnormal Assasin
Part 223 Berburu Soul eater


__ADS_3

Kami keluar dari daerah Dark Cold, hari sudah mulai gelap. Kami bergerak cepat untuk pergi darisini


-Sampai kapan kita tuli? (Hanz)


-Besok


-Apa kalau offline akan tereset?(Yusong)


-Sepertinya tidak. Seingatku harus menunggu 24 jam dulu


-Berarti kalau offline sampai besok udah hilang kan?(Lesta)


-Harusnya. Karena aku dalam keadaan tuli besok saja aku melaporkan soal ini


-rune kayak gini beli dimana? Aku mau coba beli yang mirip(Hasan)


-Ngapain beli rune yang serasa debuff kayak gitu?(Avriz)


-Banyak tahu gunanya, apalagi untuk orang kayak gitu yang seorang Assasin (Hasan)


-Daripada tuli apa tidak lebih baik bisu saja?


-Yang bisu juga ada? (Hasan)


-Yang buta pun ada. Cuma itu sejenis dengan benda habis pakai dan memiliki penalti tersendiri


Penalti merupakan harga yang harus dibayar. Rune seperti ini memberikan penalti kepada pemakai dan yang dipakaikan


Aku juga punya pikiran yang sama seperti yang dipikirkan Hasan. Hanya saja jika untuk musuh rune ini tidak membedakan musuh dan teman.


Apalagi keadaanya seperti racun dan kita sendiri yang terkena. Karena penalti efek yang diberikan akan berbeda dengan musuh.


Efeknya bisa 48 jam bahkan dalam hitungan bermain dan itu lebih mengerikan daripada debuff biasa.


Aku menjelaskan soal itu dan Hasan terdiam. Jika bisu atau tuli tidak masalah, tapi kalau buta bukannya jadi ampas.


Jujur saja dalam keadaan tuli seperti ini saja aku tidak nyaman. Setelah sedikit mengobrol melalui tulisan.


Kami sampai di Galodium dan masing-masing bergegas offline


-Aku kesana ya (Inori)


-Ngapain lagi sih?


-Makan malam? Bukanya biasanya sudah begitu(Inori)


-Terserah kamu lah

__ADS_1


Aku offline dan langsung menutup telingaku


Astaga suara macam apa ini yang memasuki telingaku.


Ternyata suara dari capsul. Aku baru sadar ternyata selama ini kamar ini begitu berisik.


Beberapa jam berikutnya aku berusaha beradaptasi dengan semua suara ini.


Sampai suara gerakan jarum jam saja cukup keras. Setelah cukup terbiasa aku pergi kedapur dan memasak makanan.


Tidak lama menunggu suara ketukan pintu terdengar, dan itu Melly.


Setelah dia masuk kita mulai makan bersama, setelah makan dia mengikutiku ke kamarku dan duduk di ranjangku


"Benar-benar berasa rumahmu ya?" "Iya dong. Kalau bisa aku mau pindah kesini aja"(Melly)


Aku menyalakan komputer dan membuka komunitas


Hanya ada beberapa informasi kecil, apa para pemimpin faksi rule belum bergerak ya?


"Kenapa?"(Melly) "Astaga. Jangan tiba-tiba muncul dibelakangku dong"


"Emang kenapa? Kok kamu jadi gampang terkejut sih sejak main game ini?"(Melly)


"Gak tahu aku"


Siapa yang gak kaget tiba-tiba denger suara sama nafas orang didekat telinga


"Kupikir dia Offline?" "Cuma sebentar, entahlah aku juga tidak tahu ada urusan apa dia"(Melly)


"Kamu kok bisa tau?" "Tadi aku coba online lagi sebentar buat ngerasain tuli lagi. Hehe"(Melly)


"Ada-ada aja. Sepertinya besok aku akan ikut"


"Kupikir kamu mau melapor"(Melly) "Bisa sekalian nanti itu"


Tidak ada informasi yang menarik. Bahkan informasi tentang Dark Faction benar-benar tidak ada sama sekali.


"Sepertinya Developer memang sengaja membiarkan para player yang memilih lanjutan dari cerita ini"(Melly)


"Begitulah. Aku sudah memberitahu semua pemimpin Rule Faction, nanti akan diberi beberapa misi untuk guild. Hanya saja tergantung perfoma mereka akan dinilai apakah mereka pengkhianat atau bukan"


"Termasuk Elegant?"(Melly) "Iya, Elegant termasuk. Lebih baik kamu pulang, aku mau istirahat" "Aku temani?"(Melly) "Tidak!! Itu sudah melewati batas toleransiku"


"Mau ditemani semalam dengan wanita tidak mau"(Melly) "Aku tidak mau dicap aneh-aneh ya" "Ya, ya aku mengerti"(Melly)


Melly keluar, dan aku mengantarnya sampai keluar rumah. Baru aku mengunci pintu dan istirahat bersiap untuk besok.

__ADS_1


Keesokan harinya Dark side eyes kembali melakukan rapat


"Belakangan ini para Soul eater bermunculan. Terutama didaerah Dark Faction mereka memakan para specter dan spirit disana"(???)


"Maaf bukanya tidak mau tapi bukanya lebih baik bagiku membiarkannya saja?"


Mereka menatap kearahku. Memang kenapa? Dark faction ini yang dirugikan bukan aku


"Masalahnya para Soul eater itu semakin kuat saat memakan jiwa. Jika mereka melebihi batas Tier 1 semua yang ada di dunia ini tidak bisa melawannya lagi. Dan ini berlaku untuk semuanya"(???)


"Begitu ya" "Tapi bukanya sedikit sulit ya. Kalau di daerah Dark Faction berarti 2 orang kita yang berpihak pada rule Faction tidak bisa bergerak begitu juga sebaliknya"(Maguel)


"Itu tidak salah. Tapi karena ada pihak Rule Faction harusnya kita bisa memburu mereka lebih mudah. Dari yang aku tahu sampai sekarang sudah ada 5 tempat kemunculan Soul eater"(???)


Apa hutan monster termasuk? "Dimana saja itu?"(Rea) "4 tempat berada didaerah Dark Faction jadi mereka yang berada didekat sana bisa pergi. Satunya ada di kerajaan Moris tepatnya digunung Tangkush"(???)


"Kalau begitu ayo kita pergi"(Malfoy) "Sussy, Hubert kalian berdua Netral temani kedua anggota Faksi Rule sisanya akan menyerang soul eater yang lainnya!"(???)


"Baiklah"(Hubert) "Aku mengerti"(Sussy) "Aku sempat bertemu dengan Soul eater didaerah terpencil. Yang kebetulan menjatuhkan ini"


Aku mengeluarkan pecahan yang kudapat. Dengan cepat pecahan itu melesat kearah potongan yang belum lengkap


"Baguslah. Kamu mengurangi sedikit beban kita"(???) Never Exist mengakhiri rapat dan kami semua mulai saling berkumpul


"Dengar, kami berdua dari faksi netral. Meski tidak bermusuhan mereka akan sedikit waspada dengan kita berdua"(Hubert)


"Masuk begitu saja akan membuat kita dibatasi. Jadi harus mempercayakan kalian berdua untuk mencari informasi"(Sussy)


"Tenang saja. Aku mengenal NPC yang kemungkinan bisa membantu, hanya saja aku butuh waktu. Besok ketemuan diportal Galodium, kalian tidak masalah kan?"


"Ya, kami akan menunggu disana"(Hubert) "Cepatlah melakukannya. Meski kita diam saja disana keadaan kita tidak akan membaik"(Sussy)


"Ya, aku mengerti" Kami berpisah dulu. Aku dan Rachel pergi ke Galodium, aku meminta pertemuan dengan para pemimpin faksi


Untungnya cepat sekali itu diproses. Aku jadi mudah berjalan masuk kesana


"Bagaimana pekerjaanmu?"(Marcus) "Tentu saja tidak masalah. Hanya saja aku tidak bisa mengambil misi untuk beberapa hari ini"


"Kenapa? Ada masalah?"(Elrin) "Ya, dan juga tidak terlalu penting sih. Hanya saja, yang mulia raja Moris" "Kenapa? Apa ada urusan kamu denganku?"(Raja Moris)


"Aku dengar ada monster yang memakan jiwa di gunung Tangkush" "oh kamu menyelidiki itu. Aku juga mendengar tentang makhluk itu yang membuat onar di faksi musuh"(Raja Moris)


"Ya, bisa izinkan aku kesana untuk membunuhnya?" "Sepertinya itu tujuanmu ya?"(Raja Moris) "Begitulah. Dia penting untuk Dark side Eyes"


"Baiklah, selama tim kamu tidak membuat keributan. Aku akan mengizinkan kamu berkeliling di kerajaan Moris"(Raja Moris)


"Terima kasih yang mulia"

__ADS_1


Sekarang tinggal mencari soul eater itu


**TO BE COUNTINUE...***


__ADS_2