
Sambil berjalan aku mendengar kejadiannya dari Lydia. Jadi saat Lydia disergap perampok, Melvin kekasihnya sedang mencari jalan aman serta tempat untuk bersembunyi.
Sedangkan yang lain meninggalkan Lydia, sampai digua dekat tebing. Tempat persembunyian sebelumnya.
Aldebar memasang formasi pertahanan disana, dan Melvin menyadari Lydia tidak ada membuat Melvin marah dan ribut dengan Luhde.
Akhirnya Melvin memutuskan untuk mencari Lydia meskipun hanya jasadnya. Yang membuat Melvin bertengkar dengan Aldebar hingga berakhir dibukanya formasi dari dalam oleh Melvin.
Hal itu memancing para Ogre disekitar dan mengejar Melvin sedangkan Aldebar langsung menutup formasi untuk bersembunyi.
Setelah itu aku dan Lydia datang. Pantas saja Lydia marah jika itu aku. Aku juga akan marah, kalau bukan karena quest aku akan meninggalkan kalian disini.
Perjalanan mulus tanpa halangan, karena dalam keadaan stealth tidak ada pertarungan dan monster yang menghalangi.
Aku juga mempelajari tentang semua suku di Chaotic land ini.
Saat berjalan aku melihat 4 orc bertubuh besar sekitat 3 meter berotot dan berkulit merah.
Aku yakin itu Blood orc. "Kalian tunggu disini"
Aku turun dari kadal yang membuat rombongan Faira terheran-heran.
Dengan puluhan spirit ditambah belasan pisau elemen membunuh keempat orc itu mudah.
Masing-masing berlevel 25 tidak ada kesulitan sama sekali. Yang membuatku senang, karena ada Blood orc disini berarti desa mereka dekat.
Aku mengumpulkan semua drop item dan kembali ke kadal.
"Aku ada misi lain, jadi kalian tetap diam disini"
"Kamu jangan sembarangan keselamatan nona yang utama"(Aldebar) "itu benar, misi kamu memyelamatkan nona. Bisa-bisanya kamu meninggalkan beliau hanya demi hadiah recehan"(Luhde)
"Sudah kalian semua. Maaf karena tidak bisa membantu"(Faira) "tidak perlu lagipula ini misiku" "Nona bagaimana kalau ini perangkap, dia sengaja meninggalkan kita disini untuk para pembunuh yang mengejar"(Luhde)
"Jangan sembarang, aku tahu dia tidak seperti itu. Paling tidak dia lebih baik darimu"(Lydia)
"tenang saja ini tidak akan lama" "apa perlu aku bantu?"(Lydia) "tidak kamu disini saja"
Aku meninggalkan kadal itu dan mencari desa orc.
Benar saja, desa itu sudah terlihat. Semua orc disana berkulit merah. Sepertinya aku sudah menemukannya. Bukankah ini saatnya untuk memperingati mereka.
Aku memanggil puluhan spirit. Para spirit itu terbang keatas desa orc dan menjatuhkan pisau dimana-mana.
"Trap formation elemental Explosion" Ledakan demi ledakan terjadi, menghancurkan semua rumah sederhana memaksa para orc keluar dari rumah mereka.
EXP mengalir deras kearahku sepertinya belasan orc mati dalam serangan itu.
Sekarang saatnya tahap 2.
__ADS_1
"Defense formation Wall castle" Pilar-pilar api keluar dari tanah. Tembok api menjadi penghubung seluruh pilar itu.
Dan desa orc telah terkurung. Saatnya pembantaian, aku mengaktifkan stealth dan berjalan masuk kedalam desa.
Didalam desa ledakan demi ledakan masih berlanjut para Orc yang tersisa kebanyakan hanya memiliki darah 50% keatas.
Bahkan para Orc captain, dan Orc commander juga kesulitan menghadapi spirit. Saat kuperhatikan ada 5 Orc captain yang memiliki tingkat elite, Orc commander yang bertingkat boss.
Selain itu ada Orc shaman, Orc hero, Orc warchief, dan satu Orc warlord.
Ada 5 boss disini, apa tidak salah seperti ini
Di game yang lainnya boss hanya muncul satu demi satu.
Lah ini semuanya berkumpul seperti ini.
Yang menyulitkan ada Shaman. Shaman itu class healer dan mage.
Fokusnya selain heal, buff dan debuff mereka juga bisa menggunakan sihir. Berbeda dengan mage. Mereka tidak sepenuhnya menggunakan mana.
Mereka bisa mengheal dan menggunakan sihir dengan darah milik sekutu atau musuh.
Bentuk dari orc ini sangat berbeda dengan orc lainnya.
Orc ini memakai rompi kulit, dikepalanya ada tengkorak sepertinya tengkorak beruang, dan ada kalung taring dilehernya, bersenjatakan tongkat panjang yang terdapat tengkorak diatasnya.
Ada bola-bola merah disekitarnya, saat dia mengayunkan tongkatnya keatas salah satu bola itu melesat jadi cahaya merah mengenai spiritku.
Sekarang sudah kuputuskan dia adalah target pertamaku. Aku bergerak cepat kepunggungnya.
Pisau api sudah mengarah ke punggungnya. Dinding merah terbentuk dipunggungnya menghalangiku.
Aku tidak bisa menembusnya sama sekali, jadi kuputuskan untuk mundur. Dinding itu mengeluarkan jarum-jarum merah kearahku.
Untung saja aku mundur terlebih dulu jika tidak jarum-jarum itu mengenaiku. Shaman itu berbalik menatapku para Boss orc yang lain juga menatapku.
Ini sulit. Orc warlord berteriak keras, Orc warchief melempar kapak raksasanya kearahku, Orc hero mengangkat kapaknya, Orc commander memerintah Orc captain untuk mengepungku, dan Orc shaman menghentakkan tongkatnya.
Tanah jadi merah dan lengket mengurangi kecepatanku. Kapak besar datang dan aku tidak bisa menghindar.
"Defense formation Shield" Satu pisau ditanganku berubah menjadi perisai menahan kapak itu.
Ledakan terjadi darahku berkurang dan kapak itu terbang kembali ketangan Orc Warchief.
Kapak Orc hero menghantam tanah membuat ledakan besar yang menghempaskanku.
Para Orc captain datang bersamaan dengan belasan orc biasa. Cahaya merah keluar dari tongkat Orc shaman yang menyelimutiku dan para orc lainnya.
Orc lainnya semakin kuat dan cepat sedangkan aku semakin lambat.
__ADS_1
Cahaya merah ini seperti lem yang menempel diseluruh bagian tubuhku.
Vanish, Dengan Vanish semua Debuff pada tubuhku hilang, aku bisa segera mundur dari serangan mereka.
Aku mengeluarkan rantai api yang langsung kuayunkan dan memukul mundur mereka semua.
Blood chain, Aku berubah jadi bayangan dan menyerang mereka semua serta mengarah kearah Orc Shaman.
Aku menusuk Orc shaman dan dia langsung mengayunkan tongkatnya untuk memukulku.
Dengan rantai yang melilit tanganku, aku beradu dengan tongkat itu.
Ledakan kecil terjadi membuatku terdorong sesaat. Aku kembali maju dengan tinju yang dipenuhi api kembali meninju Orc shaman itu.
Dinding merah kembali melindungi Orc shaman itu. Saat tinjuku tiba, dinding itu berubah jadi lengket dan menahan tanganku.
Bahkan ledakan dari rantainya saja tertahan.
Aku tidak kehabisan ide. apalagi Orc yang lain mengarah kesini.
Aku menggunakan skill dan menarik pisau dibelakang punggung Orc shaman itu.
Pisau itu menembus tubuh orc itu dan menghilangkan cairan lengket ditanganku.
Aku menghindari pisauku, karena tidak bisa kutangkap. Spirit assasin yang diatasku menangkap pisau itu dan melemparnya kearah Orc shaman.
Aku juga mengeluarkan pisau lain dan menusukannya kearah Orc shaman itu.
Dinding merah membentuk bola yang menyelimuti Orc Shaman itu.
kedua pisau menusuk dinding itu. Sedangkan pisau yang dilempar spirit assasin terpental.
Pisauku kualiri mana dan berubah jadi petir yang menembus pelindung Orc shaman itu.
Tubuh Orc shaman tertembus petir dan perisai merah yang menyelimutinya mulai hancur.
Aku menggunakan skill ku dan menarik pisau yang sebelumnya terpental. Mana kembali kumasukan ke pisau itu dan kulemparkan ke Orc shaman.
Pisau itu meledak didepan muka Orc shaman.
Aku menunduk menghindari serangan kapak Orc Warchief. Orc warlord datang dengan kapaknya yang besar memaksaku harus mundur.
"Shadow slap" Bayangan dikakiku berubah jadi selimut hitam yang menampar kedua orc itu. Memaksa mereka untuk mundur.
Belum sempat bereaksi Orc hero turun dari langit dengan kapaknya menghantam kearahku.
Aku sempat mundur tapi tetap terkena ledakan dari kapak itu memaksaku berubah jadi puluhan kelelawar dan mundur kebelakang.
Aku tahu ini semua tidak akan mudah
__ADS_1
**TO BE COUNTINUE...***