
Waktu yang dijanjikan telah tiba. Aku sedikit tidak sabar untuk bertemu dengan pedagang itu.
Biasanya pedagang pengambara itu membawa berbagai barang dagang dari berbagai tempat untuk dijual ditempat lain.
Biasanya memang lebih mahal dari tempat aslinya. Tapi biasanya kualitasnya dijamin serta tidak tahu tempat aslinya dimana.
Karena sering bepergian seharusnya mereka memiliki rute tertentu, karena hal itu mereka juga merupakan pelanggan tetap untuk tentara bayaran.
Dari kejauhan 5 kereta kuda datang di ikuti benerapa pria yang kelihatannya merupakan tentara bayaran.
Kereta itu berhenti dari kereta kuda yang paling bagus turun seorang pria gendut. Entah kenapa dia lebih terlihat sebagai pedagang daripada Mathew.
Mathew keluar dan menyambutnya. Apa bagusnya pria gendut ini?
"Akhirnya kamu tiba"(Mathew) "Memang sudah saatnya aku kemari, ini jadwal panen kan"(Pria gendut)
"Ya, tapi panen kali ini tidak sebanyak sebelumnya"(Mathew) "kenapa? Padahal kamu selalu konsisten"(Pria gendut)
"Bukan, itu.. Anakku belajar alchemy jadi ada bahan yang dia pakai untuk belajar"(Mathew)
"Anakmu? Kenapa tidak dinikahkan saja dengan bangsawan? Tidak perlu bekerja dan pasti jadi kaya"(Pria gendut)
Entah kenapa aku setuju dengan hal itu
"Anakku tidak menginginkannya. Buat apa jadi kaya kalau dia tidak bahagia"(Mathew)
"Benar-benar mirip istrimu. Jika tidak kenapa dia memilih kamu"(Pria gendut)
"memang dia sangat mirip istriku. Keahliannya cukup bagus mungkin kami akan menjual potionnya"(Mathew)
"Baguslah kalau begitu"(Pria gendut)
Bu Ani keluar dari toko membawa karung. Aku langsung membantunya
"Biar saya saja" "Terima kasih. Masih banyak dibelakang, untungnya tidak terlalu berat"(Bu Ani)
Benar sih tidak berat, Aku membawanya keluar beberapa pekerja dari pria itu datang dan membawa semua karung itu.
Apa itu tanamam herbal? Aku menghampiri 3 orang yang sedang mengobrol.
"Kamu sudah datang. Dia yang kumaksud, dia assasin yang hebat. Bahkan kemampuan mengintainya juga luar biasa. Kenalkan dia yang akan memberimu tumpangan Marvelius"(Mathew)
"Aku ingin tahu sehebat apa kamu? Jadi aku sedikit berharap padamu"(Marvelius)
"Tentu, aku juga meminta maaf karena merepotkanmu"
"Briani ya. Untungnya kami akan lewat sana. Jadi tidak masalah jika kamu ikut"(Marvelius)
"Kira-kira kemana tujuan anda?"
"Tidak ada kami hanya berjalan dan berdagang.
__ADS_1
Rencananya setelah sampai di kota Briani kami akan menggunakan gate untuk ke Ibukota kekaisaran Sixir"(Marvelius)
Benar kota Briani termasuk kota kekaisaran Sixir biasanya aku hanya berada dipinggir.
Tunggu mungkin setelah itu aku bisa ketempat dimana Carla berada kan?
"Begitu, kebetulan akan melewati kota Briani. Tujuanku disana. Tenang saja aku akan membantu sebisa mungkin dan tidak merepotkan"
Setelah berbicara sedikit kami memutuskan untuk berangkat. Perjalanan dari desa ini ke kota Briani adalah seminggu.
Selain aku ada 10 orang menjadi tentara bayaran disini 4 diantaranya perempuan 2 pemanah 2 lagi warrior.
Sedangkan ada 10 kuli panggul bisa dibilang pekerja disini. Dan 5 kurir serta 2 penjaga pribadi pria gendut itu.
3 orang merupakan ketua dari tim tentara bayaran yang dipimpin. Setiap tim berisi 3 orang ada 1 tim yang berisi 4 orang.
Salah satu dari ketua tim adalah perempuan yang bernama Lesya dan 2 orang ketua lainnya bernama Bert dan Haiden
3 Perempuan yang tersisa bernama Brianne, Caitlyn, dan Linda.
Sedangkan sisa anggotanya bernama Celyn, Delwin dan Frank.
Level mereka semua tinggi yang terendah 20 dan yang tertinggi sampai 30. Aku disini yang terlemah.
Untuk kekota Briani harus melewati Liber plains dan melewati hutan didekat sarang red wolf yang sekarang sangat sepi.
Aku sekarang mengintai cukup jauh didepan untuk menghindari perampok. Tapi sampai sekarang tidak apa-apa
Akhirnya kita sampai ditempat dengan nama Ruthlesa Forest disini merupakan area dengan monster berlevel 15-20.
Sekarang aku sudah naik level menjadi 19
Aku kembali dengan membawa daging serigala
Semua orang sedang menyiapkan alat masak dan beberapa bersiap untuk berburu.
Tapi aku muncul dan mengeluarkan beberapa daging serigala dan babi hutan.
"Kamu memburu mereka semua? Sendirian?"(Frank)
"Apa kamu tidak apa? Tidak ada luka kan?"(Linda)
"Tidak aku tidak apa hanya berburu sedikit menghilangkan rasa bosan"
"hanya berburu sedikit saja sudah sombong"(Bert) "jika kamu jadi beban jangan salahkan kami jika meninggalkanmu"(Delwin)
Begitulah tidak semuanya menerimaku yasudahlah lagipula tujuanku cuma ke kota Briani saja.
Pria gendut itu sama sekali tidak keluar kereta dan memilih makan didalam kereta. Sesombong itulah dia.
Setelah setengah jam para pekerja merapikan alat makan dan kereta kembali berjalan. Aku kembali pergi jauh kedepan mengintai dan mencari mangsa.
__ADS_1
Tapi yang tidak kusangka Caitlynn ada dibelakangku.
"Gerakanmu cepat"(Caitlynn) "Aku assasin sudah sewajarnya seperti itu"
Entah beruntung atau tidak kami menemukan kumpulan bandit yang berjumlah 10 orang.
"Kita kembali dan beritahu pada yang lain"(Caitlynn)
"Haruskah? Mereka hanya 10 orang. Aku akan menghabisi mereka"
"Jangan sombong mereka bersepuluh dan kita cuma berdua. Lebih baik mundur dan meminta bantuan"(Caitlynn)
"Begini saja, aku akan menahan mereka dan kamu meminta bantuan"
"Jangan gegabah lebih baik kita mundur. Aku tidak bisa meninggalkan mu sendiri disini"(Caitlynn)
"Kalau begitu aku selesaikan sendiri saja tenang. Ini tidak menyulitkanmu"
Aku menggunakan spirit seal dan mengeluarkan 10 spirit.
"Ini akan cepat"
Aku menggunakan stealth dan menghilang dari pandangan Caitlynn. "Dasar anak muda ceroboh"(Caitlynn)
Para spirit menyerang secara langsung membuat keributan dan kekacauan. Aku menggunakan kesempatan itu untuk meletakkan pisau dimana-mana.
Setelah diamati aku menemukan pemimpinnya.
Aku menggunakan stealth rush langsung kearah pemimpinnya.
Tentu saja yang lain menyadari gerakanku sebelum aku benar-benar terlihat mereka sudah menghalangi.
Aku menggunakan Shadow position dan bertukar dengan musuh yang dibelakang pemimpin itu.
Aku menyerang punggung pemimpin itu bersama ditambah kombo dengan slash throat
Membuat darahnya berkurang dengan cepat.
Aku mundur dan melempar sabit kearah pemimpin itu serta menggunakan echo soul padanya.
Bayangan hitam melekat pada tubuhnya membentuk siluet ku setiap serangan jarak dekat yang kulakukan akan memberikan damage padanya.
Tentu saja yang lain tidak akan diam saja. Mereka bergegas maju untuk menghajarku tapi panah demi panah melesat menusuk tubuh mereka.
"Kamu sembrono"(Caitlynn) "Tenang saja ini sudah selesai, Killing formation execution hall"
Setiap pisau yang kusebar mengeluarkan petir dan listrik
yang membuat semua bandit didalam lingkaran petir. Suara teriakan terdengar satu demi satu, bahkan pemimpin mereka telah mati.
Aku berjalan santai kearah Caitlynn yang masih diatas pohon.
__ADS_1
"Lihatkan ini akan cepat" "ternyata kamu memang tidak normal"(Caitlynn)
**TO BE COUNTINUE....***