Abnormal Assasin

Abnormal Assasin
Part 58 Melewati tebing


__ADS_3

Aku kembali ke karavan, sekarang tidak ada yang berada didalam kereta atau tenda, semuanya berada diluar.


Para warrior tentu saja selain Berd yang sudah mati berusaha mendorong tanah yang menghalangi jalan.


Linda membantu mengobati yang terluka sedangkan Archer yang tersisa mengawasi dari atas tebing.


Pria gendut itu duduk diatas kursi didampingi pelayan. Enaknya jadi orang kaya, apalagi yang bangsawan bagaimana nanti sikapnya.


"Kau sudah kembali"(Marvelius) "Aku sudah membereskan mereka semua"


"Kamu sangat membantu sekali. Aku akan memberikan hadiah 100 gold untukmu"(Marvelius)


"Terima kasih, tidak perlu repot karena mereka juga menghambat perjalananku"


"Apa kamu tidak mau jadi pengawalku? Kebetulan ada satu tempat yang kosong"(Marvelius)


"Lain kali saja jika aku luang" "Baiklah kalau begitu. Maaf tapi kami masih perlu bantuanmu didaerah ini selain bandit dan serigala yang paling mengkhawatirkan Montain hawk. Inilah alasan sebenarnya aku membutuhkanmu.


Mereka cepat, kuat, gesit juga bisa menggunakan cahaya serta angin untuk menyerang. Hal ini yang membuat sulit melewati tempat ini"(Marvelius)


"Tenang saja aku akan membantu sebisaku"


"Terima kasih sekali lagi"(Marvelius)


Setelah makan siang kami melanjutkan perjalanan.


Disamping kiri gunung, disamping kanan jurang dan jalan yang dilalui cukup sempit dan belum lagi burung raksasa yang terbang diatas kepala.


Aku dan yang lain hanya bisa untuk tetap waspada. Suara serigala terdengar dari atas gunung. Ayolah jangan sekarang, aku pikir mereka hanya menyerang saat malam.


Serigala satu demi satu turun dari gunung menuju karavan.


"Aku habisi mereka dulu" "Jangan meninggalkan Karavan kita tidak tahu kapan burung itu menyerang"(Haiden)


"Tapi lebih buruk jika diserang dari 2 arah seperti ini. Serahkan padaku ini tidak akan lama"


Aku memanggil spirit yang langsung menyerang serigala. Aku membuat mereka menarik serigala kembali keatas.


Lebih baik menyingkirkan mereka semua sekaligus kan. Aku juga pergi keatas yang ternyata didataran luas bagian atas terdapat banyak serigala.


Untung saja tidak ada werewolf. Spirit menyerang mereka semua, Aku juga tidak mau kalah. Dari belakang mereka keluar serigala dengan 2 kepala ukurannya lebih besar 3 kali dari serigala lainnya.


2 Head montain wolf (Boss elite)

__ADS_1


Level: 28


HP: 28.000


Satu kepala memiliki warna keemasan yang satunya silver. Serigala yang lain langsung menerkam kearahku gila-gilaan.


Aku mengeluarkan rantai dan mengayunkannya membuat serigala menjauhiku. Tiba-tiba ada bayangan serigala raksasa.


Bayangan itu jadi nyata yang ternyata itu serigala dengan 2 kepala tadi. Cakar serigala itu sangat cepat tanpa kusadari aku sudah terpukul serangan itu.


Kepala serigala emas membuka mulutnya, secara refleks aku langsung menghindar cahaya terang keluar dari mulutnya dan laser keluar menghantam tempatku tadi.


Krisis belum hilang puluhan pedang angin keluar darimana menyerangku, memaksaku menggunakan Vanish untuk melarikan diri.


Aku memperhatikan serigala berkepala 2 itu yang berada cukup dekat dengan pinggir tebing mungkin aku bisa menjatuhkannya kebawah.


Aku menggunakan stealth rush bersamaan dengan shadow position kepada serigala yang dekat dengan serigala berkepala 2.


Aku langsung menusuk serigala berkepala 2 dengan pisau api yang setelah itu meledak membuat serigala itu makin kepinggir.


Serigala yang lain melihat ku langsung kembali menyerang. Aku melilitkan rantai yang sudah pendek yang masih digenggamanku.


"Shadow radiation" Dengan aku sebagai pusat bayangan menyebar menutupi serigala disekitarku sayangnya aku tidak bisa mengenai serigala berkepala 2 itu.


Rantai api yang melilit tanganku kuberikan mana dan kutinju serigala berkepala 2 itu.


Tinjuku yang diselimuti api meledak membuat serigala berkepala 2 itu jatuh kedalam jurang.


Sekarang tinggal serigala yang lain. Aku melempar puluhan pisau tanpa ampun yang menembus banyak serigala sekaligus.


Jarum bayangannya menghilang sebelum mereka menyerang aku menarik semua pisau yang langsung menembus tubuh mereka lagi.


Dan para serigala itu langsung menerkam kearahku. Itu adalah tindakan terbodoh dari monster yang aku tahu.


Aku menggunakan shadow teleportation pada serigala yang paling belakang. Melihat ku menghilang para serigala terdiam.


Aku memanfaatkan hal itu untuk membuat formasi 4-2-1 dengan pisau cahaya.


"Selamat tinggal attack formation magic canon"


Laser cahaya raksasa mengenai seluruh serigala itu membuat mereka terpental langsung kedalam jurang.


Exp deras mengalir mengisi bar EXP miliku. Tiba-tiba aku sadar tidak ada EXP dari boss serigala sebelumnya. Apa dia belum mati?

__ADS_1


Tanpa sadar aku melihat kebawah jurang yang sangat tinggi. Dari sini kebawah mungkin setinggi gedung 10 lantai tapi dia tidak mati?


Beruntung atau kuat sekali aku tidak tahu yang mana. Suara burung dari atas terdengar satu demi satu burung itu diselimuti cahaya dan menukik kebawah dengan cepat.


Oh aku tidak akan membiarkan kalian. Aku menggunakan Backstab langsung kearah burung yang sedang menukik.


Karena burung itu sangat cepat pisauku tidak bisa mengenainya. Aku mengeluarkan rantai dan langsung menghantam burung itu.


Hal itu membuat burung itu terjatuh lebih cepat ketanah hingga membuat ledakan. Spirit assasin menahan tubuhku agar tidak jatuh.


Gerolmbolan burung lain datang dengan cepat aku menggunakan Blood chain yang membuatku bergerak cepat kesetiap burung yang ada.


Setelah sampai ke yang paling belakang aku mengayunkan rantaiku kearah gunung disebelah membuat banyak burung yang terkena rantaiku terdorong hingga menghantam gunung.


Aku turun kebawah masih dengan rantai yang kugenggam. Burung-burung itu berada ditanah berusaha untuk kembali terbang.


Yang lain sedang sibuk berusaha agar burung-burung itu tidak terbang.


Aku mengalirkan mana kerantai dan mengayunkannya menghantam tanah.


Ledakan besar terjadi api merambat diatas tanah membuat burung yang berada diatasnya terbakar.


Karenaku seluruh kuda jadi ketakutan untung tidak lari karena berhasil ditenangkan kusir kuda.


Aku meletakkan pisau cahaya dalam formasi 4-2-1 dengan 2 berada paling pinggir kanan kiri membentuk segitiga.


"Attack formation thorn road" karena yang kugunakan cahaya membuat pilar cahaya muncul dari tanah sepanjang jalan.


Aku duduk di samping kusir yang berada paling depan.


"Kalian semua naik ke kereta!!" Mereka tidak membantah dan langsung naik kedalam kereta kuda.


Aku meminta kusir agar mengendarai kuda dengan cepat. Kusir menurutiku dan melajukan kereta kuda dengan cepat.


Aku mengelurkan tangan membuat jalan ditengah dari seluruh pilar cahaya membentuk terowongan panjang yang aman menuju keluar dari tebing.


Perjalanan berlangsung dengan cepat dan aman hingga berhasil melewati tebing tanpa pertarungan lagi.


Akhirnya kami kembali memasuki hutan tapi kali ini pria gendut itu meminta kami tidak berhenti padahal sudah malam.


Dan benar saja tidak lama setelah itu gerbang kota raksasa dari batu mulai terlihat.


Kota Briani aku akhirnya sampai jauh lebih cepat dari rencana.

__ADS_1


**TO BE COUNTINUE....***


__ADS_2