Abnormal Assasin

Abnormal Assasin
Part 287 Ketemu calon mertua


__ADS_3

Butuh waktu 3 jam untuk sampai ke kota tempat keluarga Melly tinggal. Selama perjalanan rasa gugupku berubah jadi emosi karena macet panjang di jalan


Kami menepi dulu di rest area untuk istirahat dan makan siang "Apa aku bawakan beberapa oleh-oleh lain ya?"


"Aku pikir kue bolu yang kamu bawa itu sudah cukup"(Melly) "Entahlah, masa cuma bawa itu aja. Gak ada yang jual martabak sih"


"Gak lah itu udah cukup. Apalagi kamu buat sendiri"(Melly) "Dadakan sih, kalau kamu bilang dari kemarin udah kubuatin adonan martabaknya"


"Emangnya masih enak kalo udah nyampe? Udah mending bolu itu"(Melly) "Agak gak enak aja cuma bawa itu. Mumpung disini beli sesuatu aja kali ya"


"Males bawanya tahu. Udah itu aja"(Melly) "Aku yang gak enak, apalagi nanti kalo ditanya-tanya agak gimana gitu cuma bawa itu. Oh ya soal ditanya, itu kamu gak papa kalau ditanya soal kerjaan?"


Biasanya perkerjaan yang berhubungan didalam game itu jarang dianggap pekerjaan sama masyarakat umum apalagi mereka yang punya pikiran kolot


"Ya tahunya orang tuaku. Aku kesini untuk kerja"(Melly) "Bukanya dari rumah aja bisa? Ngapain sampe keluar kota segala"


"Dirumah mana tenang. Belum lagi ibuku cerewet, yang ada habis diomelin bukanya kerja tahu"(Melly) "Begitu ya. Kalau ngomongin soal game, gimana keadaan Inori didalam game?"


"Yah menyebalkan, aku harus jaga anak-anak baru yang masuk ke dimensiku. Jadinya proses ngumpulin Authority terhambat"(Melly)


"Emang susah sih nyari Authority" "Apalagi kalau mati tuh. Uhhh... Keselnya bukan main"(Melly)


"Ngulang lagi dari awal. Untungnya aku gak pernah mati" "Tau ah. Kamu mah gak normal, ngomong-ngomong kamu sekarang udah di tingkat apa?"(Melly)


"Senior Boundary kalau ga salah" Melly terdiam membisu "Kenapa?" "Kamu udah sampe disana? Rachel aja masih Junior Boundary itu aja udah gila banget"(Melly)


"Ya aku emang gila sih. Bisa dibilang aku bahkan membunuh bangsawan disana" "Bangsawan? Kamu baru Senior udah bunuh yang udah Senior dari awal? Kamu serius gak pake Cheat?"(Melly)


"Iya lah. Emang Become a legend ada cheatnya?"


"Gak normal bener dah"(Melly) "Malah kataku setelah ini baru kesulitan sesungguhnya"


"Itu udah jelas sih"(Melly) "Kamu dah selesaikan? Yok belanja dulu" "Beneran kamu serius mau bawa oleh-oleh lain?"(Melly) "Ya iyalah. Kalau ga serius gak bakal aku omongin"

__ADS_1


Aku menarik Melly dan membeli beberapa hal dari kue kering, snack ringan dan beberapa jenis makanan lainnya sebelum kembali ke mobil


Aku juga membeli beberapa makanan untuk dimakan di mobil juga. Mengingat perjalanan masih panjang


Ya sudah 1 jam terlewati kami sudah memasuki komplek perumahan tempat keluarga Melly tinggal


"Aku udah ngabari keluarga jadi harusnya keluargaku tahu kalau kita udah deket"(Melly)


"Bagus deh. Belok mana nih?"


Kami sampai di pertigaan "Belok kiri"(Melly) Perjalanan berlanjut dalam sunyi. Melly sibuk dengan hpnya terkadang menunjukkan jalan


Rasa gugup yang hilang mulai merayap kembali apalagi dalam keadaan sunyi begini "Itu rumahnya didepan"(Melly) "Yang putih itu?"


Rumah Melly merupakan rumah 2 tingkat dengan cat putih. Rumahnya cukup besar sih bahkan memiliki perkarangan yang cukup untuk 2 sampai 3 mobil


Melly dan aku turun dari mobil. Aku ke bagasi untuk mengambil oleh-oleh. Saat aku mendekati Melly, Melly sedang bicara dengan wanita paruh baya


Mungkin berumur 50 kebawah "Kenalin bu ini Ryan pacar Melly"(Melly) "Saya Ryan tante. Ini ada sedikit oleh-oleh dari rumah"


"Ayah kenalin ini Ryan"(Melly) "Oh jadi kamu ya"(Ayah Melly) "ehh... Iya Om, apa Melly udah cerita?"


Aku menatap kearah Melly "Kayaknya aku cuma cerita ke ibu deh. Ya jadi Ryan ngobrol dulu ya sama ayah aku bantu ibu dibelakang"(Melly)


Melly pergi meninggalkanku berdua dengan ayahnya. Ayah Melly merupakan pria baruh baya selayaknya pria paruh baya lain yang sedikit gemuk dan memakai celana pendek meski atasnya memakai kemeja kotak-kotak


"Duduk. Ngapain berdiri"(Ayah Melly) "Eh iya makasih om" Aku duduk di sofa diseberang ayah Melly


"Udah kenal Melly dari kapan?"(Ayah Melly) "Sekitar 6 bulan lebih" "Jalin hubungannya?"(Ayah Melly) "6 bulan kurang lah, aku sendiri gak inget"


"Cepet juga ya. Udah ngapain aja?"(Ayah Melly)


"Ngapain apanya? Paling cuma makan apa nonton. Kadang main game bareng"

__ADS_1


Ayah Melly menatapku dengan tatapan aneh


"Beneran?"(Ayah Melly) "Emangnya om maunya saya jawab apa?"


"Gak ko. Kerja dimana?"(Ayah Melly) "Saya wirausaha om. Punya tempat makan sendiri meski gak gede" "Oh iya? Namanya apa?"(Ayah Melly)


"Fried house and bento. Om, baru 4 atau 5 tahunan lah" "Penghasilannya berapa tuh sebulan?"(Ayah Melly) "Penghasilan bersihnya sih 22 juta perbulan om" "Kaya dong. Tuh didepan mobil kamu?"(Ayah Melly)


"Enggak om. Itu rental, mau beli mobil males ngerawatnya mana mahal lagi" "Bener juga sih. Sibuk dong jadi owner?"(Ayah Melly)


"Enggak om. Udah bisa mandiri jadi saya jarang dateng kesana. Biasanya cuma dirumah aja"


"yang pada sibuk nih. Kopi-kopi. Nih kopinya nak Ryan"(Ibu Melly) "Makasih tante" "Tinggal sebentar ya kebelakang"(Ibu Melly)


Aku berbincang dengan ayah Melly tentang banyak hal. Ya meski kebanyakan ayah Melly yang cerita


Melly punya kakak yang sekarang lagi kecanduan game. Minta aku buat ngasih kerjaan di resto punyaku, aku sih gak ada masalah. Tapi kalau gamenya merupakan game VR aku nyaranin untuk biarin aja


Soalnya kalau gabung dengan guild didalam game VR biasanya udah ada kontrak kalau berhenti bisa kena penalty


Aku cerita dikit soal itu soalnya aku cukup pengalaman soal itu. Setelah itu kami makan bersama di ruang makan


Sempet ada singgungan soal pernikahan, aku sih tidak masalah kalau soal pernikahan. Aku udah merasa mampu untuk menanggung hidup Melly


Tapi Melly yang belum mau. Melly mau fokus sama karirnya di dunia game. Meski terus disindir ibu dan ayahnya terus soal itu


Setelah hari menjelang sore aku memutuskan untuk pulang. Aku harus mengembalikan mobilnya. Melly akan tinggal selama 3 hari, aku yang akan menjemputnya 3 hari kemudian


Aku kembali kekota ku dan pulang kerumah. Selama perjalanan terasa hampa pulang sendirian rasanya jauh berbeda saat bersama Melly


Kalau saja aku tidak harus mengembalikan mobilnya. Apa aku beli mobil aja ya? Males...


Lagian aku gak pernah keluar ini ko

__ADS_1


Setelah kembali aku mandi dan tidur besok aku akan mulai online kembali. Sekarang aku terlalu lelah


***TO BE COUNTINUE....***


__ADS_2