Abnormal Assasin

Abnormal Assasin
Part 195 Diantara 2 wanita


__ADS_3

Aku menatap Inori yang ada disampingku


"Apa yang sebenarnya kamu lakukan disini?"


"Aku ada urusan kok disini"(Inori)


Aku menatapnya curiga, tapi kuacuhkan saja. Didepan belok kiri, lurus ketemu pertigaan belok kanan.


DAN KENAPA INORI MASIH DISINI?!!! "Serius deh kamu ngikutin aku ya?" "Nggak ko, dibilang ada urusan"(Inori)


"Urusan kemana? Perkumpulan Warrior disebelah kiri tadi. Distrik perbelanjaan disebelah kanan sebelumnya. Aku sekarang lagi pergi ke distrik penginapan. Emang ada urusan apa kamu kesana?"


"Enggak, cuma katanya disana bahaya. Sering dibilang distrik berbahaya"(Inori) "Inori.. Jawab dah yang bener. Kenapa kamu mengikuti aku?"


"Habisnya kamu ....."(Inori) Inori bilang apa? Kenapa dia bicara dengan suara sekecil itu


"Kamu bilang apa?" "HABISNYA KAMU MAU KETEMU PEREMPUAN!!!"(Inori)


Aku kaget sampai terdiam "emang kalau aku ketemu perempuan terus kenapa?" Sekarang Inori yang terdiam, dan dia balik badan.


"Gak, gak papa. Aku cuma pengen tahu aja wanita kayak apa dia sampe bisa narik perhatianmu"(Inori) "Terserah kamu lah. Aku capek ngelarangnya" Akhirnya kami berjalan ke penginapan tempat Caitlynn menginap.


Kami masuk, dan keaadannya cukup kacau disini. Karena bagian bawah merupakan bar jadi banyak orang makan dan mabuk disini


"Sepertinya dia bukan orang baik"(Inori) "Tidak boleh menilai orang sembarangan seperti itu"


Aku mencari-cari Caitlynn tapi tidak terlihat


"Kamu terlambat"(Caitlynn) Aku melompat karena kaget. Lagi-lagi begini


Caitlynn turun dari lantai 2 "Kukira yang kamu cari ada diantara mereka"(Inori) "Aku suka yang lebih privasi, ngomong-ngomong ini siapa? Pasanganmu?"(Caitlynn)


"Tid-" "IYA"(Inori) Aku menatap Inori binggung, dia malah memeluk lenganku "Pantas saja kamu tidak tertarik padaku"(Caitlynn)


Aku masih tidak mengerti apa yang terjadi disini? Dan apa yang terjadi dengan Caitlynn yang dulu?


"Baiklah, ayo kita makan dulu. Sekarang aku yang traktir mengingat waktu itu kamu sudah mentraktirku"(Caitlynn)


Inori menatapku tajam. Kenapa pula? Memang dimana kesalahanku? Anehnya aku tidak bisa beralasan. Aku berasa akan mati jika bicara sembarangan


Akhirnya kami pergi bertiga ke restoran yang dipesan Caitlynn. Tidak berselang lama kami tiba direstoran itu.


Aku duduk sendiri, Inori dan Caitlynn diseberangku. Kok rasanya aneh ya.


Entah kenapa ada yang salah gitu

__ADS_1


Makanan datang dan apakah kita akan makan dengan tenang? "Awal ketemuan kapan?"(Inori) Sudah kuduga


"Kami ketemu waktu pergi ke kota Briani. Kayaknya waktu itu kamu masih sendiri deh, sejak kapan kalian jadi pasangan?"(Caitlynn)


"Sebenarnya kami udah saling kenal lama, mungkin sebelum pergi ke Briani"(Inori)


Inori menatapku tajam


"Kira-kira 1 bulan lah sebelum pergi ke Briani"


"Begitu ya. Sejak saat itu sudah 4 bulanan ya, tidak kusangka loh dalam waktu segitu banyak prestasi yang kamu raih"(Caitlynn)


"Kamu sendirikan tahu bagaimana kehebatanku" "Aku akui itu. Sayang sih setelah hari itu kami berpisah"(Caitlynn)


"Benar juga aku tidak melihat mereka" "Ya, mereka juga merindukanmu lo"(Caitlynn)


"Siapa?"(Inori)"Tentu saja penggemar pacar mu itu. Apalagi Linda selalu menanyakan kabar burungmu"(Caitlynn)


Euhh... Sepertinya Caitlynn sengaja cari keributan deh "Kok kalian bisa tahu soal burung?"(Inori) Untungnya Inori tidak salah paham


"Waktu itu sempat melihatnya. Apalagi mengingat dia tidak ramah sama pemiliknya"(Caitlynn)


"Burung itu sudah pergi ketempat anak-anak lainnya" "Kupikir itu akan terus bersamamu?"(Caitlynn)


"Sudah, mau lihat?" "Tentu saja aku mau"(Caitlynn) Aku mengeluarkan Pierra. Pierra turun ke meja makan dan mengambil roti disitu dan memakannya


"Lucunya"(Caitlynn) Caitlynn menyentuh kepala Pierra dan kesetrum "Dia menyetrum"(Caitlynn) "Maaf, soalnya dia jarang dipegang orang lain"


"Apa itu tas?"(Cailynn) "Benar. Ini Pierra peliharaanku yang membantuku mengirim berbagai permintaan"


"Hebat juga"(Caitlynn) "Tidak seperti itu kok. Ngomong-ngomong yang lainnya kemana? Tidak ada dari kalian selain kamu yang kukenal"


"Berpisah, sejak perang ingin dimulai banyak prajurit bayaran yang bersedia ikut perang. Yang lainnya sibuk mendapatkan peluang, meski ada yang ingin hidup lebih tenang"(Caitlynn)


"Begitu ya" "Ya, Info yang kutahu terakhir. Brianne dan Lesya akan ikut perang secara langsung sedangkan Linda menggunakan hal ini untuk pulang ke desanya"(Caitlynn)


"Begitu ya. Kira-kira Marvelius lewat desa Lanurie tidak ya?" "Kamu masih mencari tahu hal itu? Bukanya ada petanya?"(Inori)


"Kalau semudah itu aku pasti sekarang sudah kesana tau" "Lanurie? Kenapa kamu mau kesana? Kayaknya aku tidak bilang kalau Linda disana deh"(Caitlynn)


"Itu kampung halaman Linda? Apa kamu bisa hubungi dia?" "Bisa sih.. Tapi sebenarnya ada urusan apa kamu kesana?"(Caitlynn)


"Sejujurnya tidak ada urusan dengan desa itu. Tujuanku hutan monster" "Itu lagi yang jauh lebih berbahaya. Kenapa kamu selalu pergi ketempat yang berbahaya sih?"(Caitlynn)


"Bagaimana ya. Itu permintaan seorang nenek tua" "Nenek tua yang seksi"(Inori) "Kamu ketipu dengan tampilannya yang..."

__ADS_1


"Seksi?"(Caitlynn) Entah kenapa perasaanku tidak enak "Kamu jangan membohongiku. Memang aku tidak mempelajari soal perang itu. Bahkan perangnya paling lama 20 tahun yang lalu. Apa wajar jika dia sudah jadi nenek-nenek?"(Inori)


"Kamu lebih kenal yang mana dulu. Pacarmu atau nenek seksi itu?"(Caitlynn) "Aku juga mau tahu soal itu"(Inori)


"Kalo mau jujur ya... Nenek itu dulu, soalnya aku mengenalnya saat masih didesa" "oh.. Begitu, seperti biasa kamu kenal banyak wanita"(Caitlynn)


"Sepertinya laki-laki pasti Playboy deh"(Inori)


"Tidak seperti itu, kalian salah paham" Setelah beberapa menit kami selesai makan dan ingin membayar.


Caitlynn langsung maju ke kasir dan dia mematung. Aku dan Inori juga kesana


"40 GOLD? Hanya untuk makanan seperti itu?"(Caitlynn)


"Serius 40 gold? Astaga masakan buatanku lebih enak daripada itu" "Kumohon tuan jangan menghina restoran kami. Lagipula itu memang harga standar di semua restoran di kota ini"(Kasir)


"Uangku tidak cukup"(Caitlynn) "Baiklah aku saja yang membayarnya" "Maaf merepotkanmu lagi. Padahal aku ingin traktir malah aku kembali di traktir"(Caitlynn)


"Tidak perlu sungkan, aku sebagai laki-laki mana mau membiarkan dibayari wanita"


Aku memberikan uangnya pada kasir itu.


Uangku... Kalau tahu begini mending aku masak sendiri saja.


"Sekali lagi maaf ya ngeropotin"(Caitlynn)


"Tidak masalah"


Caitlynn menarik tangan Inori "Ada jajanan disitu. Ayo kita beli"(Caitlynn) "Kan tadi udah..."(Inori) "Tidak perlu. Kan barusan sudah makan"


"Paling tidak aku harus membelikanmu ini. Aku pinjam pacarmu sebentar ya"(Caitlynn)


Inori diseret kedalam gang yang sempat kulihat ada stan makanan disana.


Terserah mereka saja. Tidak menunggu lama Inori dan Caitlynn datang membawa makanan


Inori memberikan satu untukku


"Terima kasih untuk makanannya"(Caitlynn)


"Tidak perlu sungkan ko" "Ya, kalau kamu putus aku siap, jadi pelarianmu"(Caitlynn)


"Ayo kita pergi"(Inori) Inori langsung menarikku "Sampai ketemu lagi" "Hati-hati dijalan"(Caitlynn)


**TO BE COUNTINUE...***

__ADS_1


__ADS_2