
Kristal Barrier sudah terpasang dan mereka semua sudah berkumpul. Aku menatap mereka semua
Selain Rachel. Untuk yang laki-laki ada 5 yaitu Hanz, Viesta, Lesta, Hasan, dan Avriz. Yang wanita. Wendy, Haruka, dan Yusong
"Dengarkan aku tujuan kali ini membunuh mereka semua. Jadi hindari 10 boss dan fokus pada mereka yang bukan boss. Setelah kristal itu kuaktifkan seluruh tempat ini akan terisolasi jadi puaskan diri kalian membunuh mereka semua dalam 1 hari. Sedangkan kristal yang dikakiku berguna menghentikan sihir dari para mage. Selama kalian bukan penyihir pasti baik-baik saja"
"Bagaimana denganmu?"(Rachel) "Aku? Pada dasarnya aku bukan mage. Jadi hal ini tidak terlalu berpengaruh padaku"
Pierra datang "Terima kasih" Aku mengelusnya dan membiarkan dia tetap dibahuku.
"Masing-masing ambil satu dan tempelkan di kulit kalian" Aku meminta Clara memberikan ini
Holy Imprint (Rare)
Tipe: Consumable item
Setelah digunakan dalam 24 jam semua serangan dan skill akan beratribut suci. Semua serangan akan mengabaikan pertahanan selama pertahanan melebihi kekuatan serangan
Aku memasangkannya ditanganku. Tato tercipta dan semua persiapan sudah selesai
"Kita berpisah dan tandai jika kalian menemukan boss. Berikan kode jika kalian butuh bantuan. Kirim huruf E jika keadaan tidak bisa kalian tangani, kirim huruf D jika kalian dikejar, kirim huruf B jika boss sudah menandai dan mengejar serta huruf DT jika kalian tidak bisa lari. Mengerti sampai disini?"
"Mengerti"(Semua orang) "Ayo kita mulai. Aktifkan" Aku menghentak tanah dan 4 cahaya sekejap keluar dari sekitar gunung dan hilang.
Sedangkan diatas kepalaku ada rune samar yang tidak jelas "Ayo bergerak" Kami berpencar dan masuk kegua dari segala arah.
Aku menggunakan stealth dan menyebar spirit, tidak jauh aku menemukan 4 orang yang bicara
"Aku tidak bisa menggunakan sihir"(Wanita)
"Kamu dapat quest itu?"(Pria 1) "Ya, quest itu muncul. Tapi apa artinya bertahan hidup atau melarikan diri?"(Pria 2)
"Aku dapat kabar dari orang yang menuruni gunung kalau mereka tidak bisa keluar"(Pria 3) "Tunggu dulu kalau begitu kita terjebak?"(Wanita)
"Tidak ada hadiahnya quest ini. Jadi kupikir daripada susah payah bukanya lebih baik dekati ketua kedua saja?"(Pria 1) "Benar ada- Dibelakangmu!!!"(Wanita)
__ADS_1
Aku menusuk pria itu. Para spirit langsung menyerang mereka bertiga yang masih hidup.
Tidak menunggu lama mereka berempat mati
4 mati 96 lagi. Aku mengambil bros dengan bentuk tengkorak merah bertanduk dan bertaring yang dijatuhkan mereka.
Aku harap ini cepat selesai. Aku dan servant berkeliaran membunuh orang-orang yang kutemui. Setelah keempat orang sebelumnya aku menemukan 5 orang lagi.
Aku langsung menarik servant kembali dan mengintip dari persimpangan. Ada seorang wanita dengan tanduk palsu menggunakan bikini hitam yang ditutupi jubah hitam sedang duduk bersama 3 pria disana.
Salah satu boss. Aku mengirim pesan ke yang lain, aku merupakan orang ketiga yang melihat boss.
Aku berbalik setelah meninggalkan spirit disini. Total yang sudah terbunuh sudah 58, 4 tadi yang sudah kulihat tersisa 54.
Jika keadaan setiap boss sama maka 30 orang tersisa didekat boss. Berarti ada 2 orang lagi yang ada disekitar.
Setelah 3 jam kami berkumpul sudah 73 yang terbunuh hanya tersisa boss saja. Satu boss tidak ada yang menemani makanya tersisa segitu
Aku menatap mereka semua "Kurang satu. Dimana Avriz?" Mereka saling menatap
"Siapa tadi yang bersamanya?"(Hanz)
"Yang terakhir ketemu siapa?"(Lesta) "Emang bisa saling ketemu?"(Hasan) "Kalau gini gimana cara nyarinya? Liat status party! Kalau Avriz mati kabari. Rachel liat obrolan Party!"
"Baik- Ada pesan dari Avriz"(Rachel) "Iya benar. 10 menit yang lalu"(Haruka) "Pesannya.... Ini artinya apa ya?"(Wendy)
"Boss mengejarnya"(Yusong) aku membuka obrolan juga dan pesan baru masuk "Kita kesana sekarang!!"
Pesan terakhirnya DT aku langsung berlari kembali "Memang kamu tahu dia dimana?"(Rachel) "Ya, aku sudah menandai kalian"
"Ahh.. Ternyata kamu stalker"(Wendy) "Jangan bercanda waktu kaya gini!"
Avriz tersudut di jalan buntu.
Hanya saja sangat jauh dan tidak terkejar "Summon servant" Servant muncul dan mengikutiku
__ADS_1
"Pergi kesana!!!" Servant itu malah menatapku balik. Ahhhh menyebalkan!!!! Rachel malah tertawa disampingku
"Tidak berguna. Spirit saja" Puluhan spirit langsung pergi kesana "Kenapa gak daritadi sih?"(Hasan) "Tau pake nanya-nanya liat dia apa gak? Kenapa gak gerak sendiri"(Hanz)
"Aku kasih privasi tahu. Kan ada yang mau sendirian gitu lagi hunting" "Aku gak tuh. Malah enak hunting ada yang bantu"(Lesta)
"Tau ah " Akhirnya kami tiba. Avriz yang terpojok sedang asik minum Life potion sementara para musuh sedang asik menari dihajar maksudku.
Ditemani suara pisau. Tadinya mau bantu jadi membatu kami disini "Kenapa gak daritadi sih?"(Viera) "Gak usah diulang. Aku lupa kalau mereka kebal serangan fisik"
Servant menatap kearahku sebentar sebelum pergi maju memukuli bos yang merupakan pria gendut botak.
Tidak lama menyaksikan ini Avriz datang mendekat "Sekarang ngapain?"(Avriz) "Istirahat? Gak ada yang bisa melakukan apa-apa kan?"
"Serius kenapa gak daritadi aja sih?"(Wendy) "Sudah kubilang aku lupa. Kenapa nyalahin terus sih. Noh Rachel juga punya summon kan?"
"Aku cuma bisa summon dari bayangan. Tapi aku lagi lemah banget karena gak ada bayangan digua ini"(Rachel)
Ahh benar juga. Akhirnya kami duduk dilantai dan melihat boss yang cuma bisa make tinju dan pedang tanpa skill untuk menyerang spirit dan servant.
"Job boss itu apa sih?" "Dari dokumen yang aku baca ada 10 boss disini. Ketua satu memiliki job Demon mesengger, Ketua kedua Demon body, Ketua ketiga Demon Charm, Ketua keempat Demon magic, Ketua kelima demon summoner, Ketua keenam demon sword, Ketua ketujuh demon Eyes, Ketua kedelapan Demon laws, Ketua kesembilan demon wrath, dan terakhir Demon captain"(Haruka)
"Kira-kira apa class dia? Dan ketua berapa dia?" Aku menatap Avriz "Gak tahu"(Avriz)
"Kalau gitu kenapa lari? Liat aja itu udah kaya badut bawa pedang"(Lesta)
"Mana kutahu kalau dia sepayah itu"(Avriz) Setelah beberapa lama dia berteriak dengan kesal
"Jangan remehkan aku dasar makhluk hina Demon summon"(Pria gendut) 2 Portal hitam terbuka.
Aku langsung berdiri dan mengeluarkan senjataku. 2 Iblis keluar yang satu sebesar gua ini. Yang satunya seukuran manusia biasa hanya memakai jubah.
"Hahaha kami sampai berlututlah kalia-"(Iblis 1) Sabit Servant menusuk pipinya dan iblis itu terpental.
Hah?! Dia iblis? "Aku tidak bisa pake sihi-"(Iblis 2) Dia juga terpental terkena pukulan servant.
__ADS_1
Apa-apaan dah?!
**TO BE COUNTINUE...***