Abnormal Assasin

Abnormal Assasin
Part 161 Mempertemukan Elegant dan Kolektor


__ADS_3

Tidak terasa sudah sampai di kota Tria. Setelah menyelesaikan aktivitas muntah seperti biasa.


Kami langsung ke tempat pandai besi bersaudara Larph dan Jarph. Yang ternyata mereka berdua sedang pergi.


Untung saja mereka cuma ke restoran didepan jalan saja. Kami masuk kedalam restoran dan menatap dimana ada 4 orang yang sedang berbincang disana.


"Liat siapa yang datang"(Caarol) "Kupikir siapa?"(Jarph) "Silahkan duduk suamiku yang traktir"(Hana) "Jangan seperti itu lah"(Larph)


Kami bergabung dengan mereka "Aku mencarimu di Labor tau-tau sudah disini" "Maaf aku bosan jika diam di satu tempat terlalu lama. Sepertinya bajumu baru"(Caarol)


"Begitulah. Aku tidak sendiri kesini jadi kenalkan ini ketua organisasi yang kumasuki Freyas, Ini pemanah kami Atemis, Ini ya, kenalkan sajalah dia Inori"


"Kenapa perkenalan untukku cuma setengah-setengah?"(Inori) "Entahlah aku malas memperkenalkan kamu terus"


"Jangan seperti itu lah"(Inori) "Apa itu Bolt pigeon? Cepat juga menetasnya"(Larph)


"Begitulah ini Pierra"


Pierra turun ketanganku sementara ayahnya hanya tetap diam dibahuku untung saja selama ini dia tidak nyari masalah.


"Bagaimana Rina?" "Oh dia sudah cukup pandai dan bisa mandiri. Karena tidak mau keluar dari desa selama bisa menguasai seluruh tanaman di sekitarnya itu tidak masalah"(Hana)


"Apa kalian tidak ada niat menetap? Kami memiliki rencana untuk mengambil alih desa Sordem. Disana banyak tanaman dan juga ada gunung besar yang sepertinya memiliki tambang"


"Kalau menetap disana sepertinya tidak bisa"(Caarol) "Paling cuma mampir beberapa kali. Soalnya cukup banyak pihak yang tidak ingin kami menetap disuatu daerah dan menjadi sumber kekuatan disana"(Hana)


"Begitu ya" "Waktu makan siang sudah selesai aku mau kembali ke bengkel. Untuk menyiapkan pesananmu"(Jarph)


"Benar itu pedangku"(Inori) "Ya kalau begitu kita kembali dulu kita kembali dulu dan bicarakan lagi"(Larph)


"Itu benar. Caarol ini permintaanmu" Aku memberikan kantung yang berisi berbagai daging laut.


"Ah ya benar terima kasih. Kalau kamu butuh bisa tanyakan pada Larph dimana rumahku. Aku pergi dulu"(Caarol)


Caarol langsung pergi tanpa mengatakan apapun lagi. Bahkan dalam sekejap langsung hilang.


Kami mengikuti Jarph dan Larph ke bagian belakang bengkel besi dimana Inori mengikuti Jarph mencoba pedang kembarnya.

__ADS_1


Sementara kami duduk di paviliun besi "Ini tempat kalian menghubungiku ya?"(Freyas)


"Begitulah" "Aku masih tidak suka disini. Kenapa kalian bersaudara menolak kubuatkan paviliun bunga saja"(Hana)


"Sayang, jika terbuat dari tanaman dengan suhu dan keadaan ditempat ini akan mudah terbakar"(Larph)


"Lagipula apa-apaan tempat ini? Kenapa tidak pernah kalian rapikan?"(Hana) "Tidak ada waktu untuk itu. Kami selalu sibuk"(Larph)


"Oh ya Larph sebenarnya aku butuh bantuanmu sebentar" "Tentu katakan saja"(Larph) "Freyas giliran kamu" "Aku kenapa dengan aku?"(Freyas)


"Dia ahli soal hewan mungkin dia bisa membantu inkubasi peliharaan kamu"


"Peliharaan? Oh ya itu ya"(Freyas)


Freyas mengeluarkan telur biru seukuran bayi


Larph mengecek telur itu "Ocean Hydra. Untuk menetaskannya perlu terus berada di dekat laut"(Larph)


"Apa hanya bisa dilaut?" "Tidak juga. Aku bisa membuat alat Inkubasinya hanya saja perlu beberapa Ocean Crystal yang cukup sulit didapat"(Larph) "Aku ada beberapa"(Freyas)


"Bagus aku bisa cepat membuatnya. Lebih baik kamu titipkan sekalian. Aku akan memberitahu jika menetas"(Larph)


"Karena Bolt pigeon harus dirawat secara khusus. Sepertinya kamu tidak ada niat memberikan itu pada ayahnya ya?"(Larph)


"Tentu saja. Lagipula dia sangat membantu, aku tidak mau kehilangannya" "Begitu ya, bagaimana kalau ayah burung itu untukku saja. Saudari yang lain sudah menetas, kan cukup bagus kalau ayahnya merawatnya"(Larph)


"Ambil saja" "Kamu tidak melupakanku kan?"(Atemis) "Benar juga. Apa kamu menjual beberapa peliharaan?"


"Tentu saja. Jenis apa yang kamu mau?"(Larph) "Katakan saja Atemis" "Ehmm.. Itu aku ingin yang bisa terbang dan kunaiki"(Atemis)


"Itu bukan pet melainkan Mount" "Sama saja kan?"(Atemis) "Beda lah pet itu tugasnya support sedangkan mount juga bisa menemani transportasi"


"Tenang saja aku punya cukup banyak binatang yang bisa terbang"(Larph) "Terima kasih"(Atemis)


"Baiklah ayo kita mulai pembicaraan yang lebih serius. Seperti kataku sebelumnya kalau kami akan mengambil alih desa Sordem. Aku menghargai keputusan kalian yang tidak ingin menetap, paling tidak aku ingin kalian mengajarkan beberapa hal pada anggota kami"


"Seperti mengangkat murid maksudmu?"(Larph) "Tidak sampai seperti itu, sekadarnya saja tidak perlu semua ilmu kalian"

__ADS_1


Karena aku tahu seberapa penting hal itu. Paling tidak dari pengajaran para kolektor bisa jadi beberapa Class sekunder lain.


Jika aku memfokuskan pada player produksi bukan tidak mungkin menguasai pasar meski mereka tidak menguasai seluruhnya dengan lengkap.


"Meski aku juga berharap ada beberapa murid yang mau kalian angkat juga" "Jadi itu rencanamu"(Freyas) Aku memelototi Freyas yang langsung membuatnya diam


"Aku mengerti maumu. Cuma hal ini harus didiskusikan dulu dengan yang lain jadi keputusan tidak bisa diambil sekarang"(Larph)


"Begitu ya" "Hei... Coba lihat pedang baruku"(Inori) Inori memegang pedang kembar. Yang berbeda dari pedang biasa adalah kedua pedang memiliki warna sisi yang berbeda.


Satunya biru dan satunya merah inikah pedang yang dibuat untuk Inori.


"Itu bagus. Sepertinya cocok untukmu"


"Terima kasih"(Inori)


"Jadi Jarph apa kamu benar-benar tidak ingin tinggal di desa kami nanti?" "Tidak. Meski ingin juga tidak bisa" Inori langsung mengobrol dengan Larph, Hana serta Atemis disana.


"Harusnya kamu tidak keberatan kan mengajarkan sedikit ilmu pada anggota kami"


"Tergantung sanggup tidaknya. Jika semudah itu pasti aku sudah memiliki banyak murid"(Jarph)


"Kamu ada benarnya" Inori mengeluarkan serigalanya dan bermain dengannya. Serigala itu masih tergolong kecil mungkin cuma sebesar anjing.


Tapi yang menarik perhatian garis emas yang ada di punggungnya dan warna serigala itu yang berbulu hijau


"Apa kamu bisa menyatukan senjata?" "Senjata? Apa kamu sudah dapat yang baru ya? Harusnya minta kubuatkan saja"(Jarph)


"Memang kalau kamu buatkan apa yang lebih spesial?" "Tergantung bagaimana kamu membayarnya? Aku bahkan bisa membuatkanmu senjata Exclusif milikmu sendiri"(Jarph)


"Benarkah itu?" "Jadi kamu tertarik?"(Jarph)


"Tentu saja. Apa yang dibutuhkan?" "Pertama berikan senjata yang kamu suka. Aku akan menggabungkan keduanya juga nanti"(Jarph)


Aku meletakkan Soul blade dan Red Blood knife "Apa yang kamu suka dari kedua senjata ini?"(Jarph) "Kemampuan yang diberikannya"


"Menusuk kedalam jiwa dan meledakan jiwa ya? Baiklah dengarkan aku. Aku butuh Soul stone yang terisi 100 jiwa, Dark mithril, dan taring Dark tiger setelah kamu carikan itu semua aku bisa membuat senjata yang kamu mau"(Jarph)

__ADS_1


**TO BE COUNTINUE...***


__ADS_2